Kualitas Udara di Wilayah Kalteng Memburuk, Kegiatan Belajar Mengajar Dialihkan Daring

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Palangka Raya - Kegiatan belajar mengajar di sekolah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah harus dialihkan menjadi secara daring imbas memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan.

Pernyataan tersebut sesuai dengan dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 800/2661/Disdik.Um-Peg/X/2023 oleh Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya tentang pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menginstruksikan kepada seluruh satuan pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk melaksanakan kebijakan PJJ.

"Pertama pembelajaran jenjang PAUD, SD, SMP dan pendidikan kesetaraan di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya dialihkan menjadi PJJ mulai 5-7 Oktober 2023," ungkap Jayani, Kamis (05/10/2023).

Langkah tersebut diambil, untuk meminimalisir paparan kabut asap secara langsung. Jayani juga meminta peran serta orang tua selama PJJ berlangsung, dan meminta para peserta didik untuk tetap menggunakan masker.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hasil Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Palangkaraya, pada Kamis (5/10/2023) pukul 07.00 WIB mencapai angka 375 dan masuk dalam kategori berbahaya.

"Setelah tanggal 7 Oktober 2023, Dinas Pendidikan akan mengevaluasi perkembangan yang ada dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk dapat diberikan kebijakan selanjutnya," tanbah Jayani.

Sekedar informasi, tak hanya Kota Palangka Raya, wilayah lainnya seperti Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah juga melakukan kebijakan serupa dengan meniadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah, sebab kabut asap tebal juga menyelimuti wilayah tersebut. plkr-01/dsy

Tag :

Berita Terbaru

Rahasia Kulit Kencang Alami, Ini yang Perlu Diketahui

Rahasia Kulit Kencang Alami, Ini yang Perlu Diketahui

Senin, 10 Agu 2026 14:23 WIB

Senin, 10 Agu 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com – Kulit kencang sering dianggap sebagai salah satu tanda kulit yang sehat, bukan sekadar soal penampilan. Seiring bertambahnya usia, produksi k…

Bali Bukan Cuma Pantai, Ini Aktivitas Sehat yang Wajib Dicoba

Bali Bukan Cuma Pantai, Ini Aktivitas Sehat yang Wajib Dicoba

Senin, 10 Agu 2026 14:20 WIB

Senin, 10 Agu 2026 14:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Selama ini Bali identik dengan pantai berpasir putih, sunset di Uluwatu, atau deretan beach club yang ramai pengunjung. Padahal, di balik c…

Freelancer Makin Eksis, Ini Cara Manfaatkan Peluangnya

Freelancer Makin Eksis, Ini Cara Manfaatkan Peluangnya

Senin, 10 Agu 2026 14:18 WIB

Senin, 10 Agu 2026 14:18 WIB

SURABAYAPAGI.com – Jumlah pekerja lepas di Indonesia terus bertambah setiap tahun. Dari penulis, desainer grafis, hingga konsultan pemasaran, profesi freelance …

Tren Penggunaan Material Logam untuk Hunian Modern 2026

Tren Penggunaan Material Logam untuk Hunian Modern 2026

Senin, 10 Agu 2026 14:14 WIB

Senin, 10 Agu 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – Rumah-rumah baru tahun ini punya satu kesamaan: logam tak lagi sekadar menjadi struktur yang tersembunyi di balik dinding. Besi, baja, h…

Biaya Dinilai Mahal, Dua Proyek Desa Gempolklutuk Diduga Jadi Ajang Korupsi

Biaya Dinilai Mahal, Dua Proyek Desa Gempolklutuk Diduga Jadi Ajang Korupsi

Senin, 10 Agu 2026 13:34 WIB

Senin, 10 Agu 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Proyek pemeliharaan jalan paving di RT 08, RW 04 dan pembangunan saluran drainase di RT 01, RW 01 Desa Gempolklutuk, Kecamatan…

Jelang Muktamar NU, Sosok Gudfan Arif Ghofur Dinilai Layak Masuk Bursa Ketum PBNU

Jelang Muktamar NU, Sosok Gudfan Arif Ghofur Dinilai Layak Masuk Bursa Ketum PBNU

Senin, 10 Agu 2026 11:53 WIB

Senin, 10 Agu 2026 11:53 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), rekam jejak pengabdian H. Gudfan Arif Ghofur di lingkungan organisasi semakin banyak m…