Kasus Perundungan Siswa SD, Pihak Keluarga Korban Kecewa Pihak Sekolah Lepas Tangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SDN 05 Pagi Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
SDN 05 Pagi Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pihak keluarga korban perundungan siswa SD yang berinisial RPR (8), kecewa pihak sekolah tidak memberikan perhatian lebih kepada kasus yang dialami salah satu siswanya.

Adapun kekecewaan ini disampaikan oleh paman korban Ari Wibowo (40). 

"Yang kami sayangkan adalah kejadian seperti itu (bullying) terjadi di lingkungan sekolah, tapi pihak sekolah enggak mengetahui, cenderung iya (lepas tangan) 'itu kan belum jam masuk sekolah' harusnya tidak seperti itu kalau sudah di dalam lingkungan sekolah itu sudah menjadi tanggung jawab mereka," kata Ari, Jumat (6/10/2023).

Adapun berdasarkan keterangan Ari, ia menyayangkan pihak sekolah justru mempermasalahkan orang tua korban yang memasuki lingkungan sekolah tanpa izin.

Ari juga mengatakan bahwa dirinya merasa pihak sekolah kurang perhatian terhadap korban keponakannya.

"Sekarang kita bayangkan kalau kebetulan pihak orangtua tak datang dan naik ke lantai 2 sementara anaknya dalam kondisi dipukuli seperti itu enggak ada orang tua maupun guru yang misahin di situ mau seperti apa? Itu di lantai 2 loh kemungkinan kalau mereka kesal dan mendorong dari lantai 2 bisa jadi jatuh misalnya seperti itu," ujarnya.

"Di situlah kami menyayangkan kami melihat ada kurang perhatian dari pihak sekolah terhadap si korban," imbuhnya.

Dirinya juga menyoroti pihak sekolah justru berat sebelah dan mengangkat masalah dari pihak terduga pelaku yang sempat dimarahi dan 'ditoyor' langsung oleh orangtua korban. Menurutnya pihak sekolah bukan membela korban bullying malah seperti membela terduga pelaku yang diduga anak anggota kepolisian.

"Padahal itu tak akan terjadi seandainya tak terjadi pembullyan di sekolah itu. Jadi ini yang kita sayangkan pihak sekolah terkesan malah bukan membela korban malah seperti membela terduga pelaku. Memang kebetulan terduga pelaku ini adalah anak aparat atau anggota mungkin itu yang menjadi terkesan seperti berat sebelah mereka melihat keponakan kami orang yang tak punya power seolah-olah disalahkan itu yang kami tidak terima," tuturnya.

Adapun kronologi dari pembullyan siswa kelas 2 SD ini berdasarkan keterangan orang tua korban Andi Reza Saputra (32), berawal hendak mengantar sang anak ke sekolah, namun sesampainya di sekolah korban mengatakan bahwa buku gambarnya tertinggal di kediamannya.

Ia pun sebagai orangtua berinisiatif mengambil buku yang tertinggal dan kembali lagi ke sekolah anaknya.

"Ketika saya kembali lagi bawa buku gambar, karena awalnya mau nitip buku gambar ke pihak atau petugas sekolah kan belum ada. Akhirnya saya berinisiatif ke kelas anak saya tempat belajar," kata Andi, Kamis (5/10/2023).

"Saya naik ke lantai 2 sesampainya di tangga dari kejauhan saya memandang itu anak saya sedang dibully. Sedang diintimidasi sama kakak kelasnya di situ salah satu teman anak saya teriak 'itu papanya R datang' setelah temannya mengucap begitu tidak lama pada bubar terduga pelaku yang memukuli anak saya itu pada masuk ke kelas masing-masing," tambahnya.

Menanggapi kasus ini, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah 1, Sonny Juhersoni akan melakukan pengecekan kebenaran dugaan aksi bullying atau perundungan yang dialami seorang bocah kelas 2 berinisial RPR (8) di SDN 05 Pagi Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. ac

 

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…