Ketua KPK Luruskan Opini Publik, Foto Dirinya dengan Mentan SYL, Terjadi 10 Bulan Sebelum Syahrul Diproses Dugaan Korupsi

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 09 Okt 2023 10:27 WIB

Ketua KPK Luruskan Opini Publik, Foto Dirinya dengan Mentan SYL, Terjadi 10 Bulan Sebelum Syahrul Diproses Dugaan Korupsi

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Foto pertemuan Firli dengan SYL di lapangan bulutangkis yang menuai polemik, mengundang Ketua KPK Firli Bahuri, memberi klarifikasi.

Foto itu beredar di tengah kasus dugaan pemerasan pimpinan KPK kepada SYL yang tengah diusut di Polda Metro Jaya.
Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan pertemuan itu terjadi pada Maret 2022.
Sementara proses penyelidikan kasus korupsi di Kementan baru dimulai pada Januari 2023. Praktis, foto terjadi 10 bulan sebelum mentan Syahrul terjerat dugaan korupsi.

Baca Juga: Selain Divonis 10 Tahun Penjara, SYL Disuruh Bayar Uang Pengganti Rp 14,1 Miliar

"Pertemuan dengan SYL terjadi jauh sebelum KPK melakukan penyelidikan.
Saya nyatakan pertemuan di lapangan bulutangkis antara saya dengan Menteri Pertanian saat itu, Saudara Syahrul Yasin Limpo, terjadi sebelum periode tersebut, tepatnya sekitar pada tanggal 2 Maret 2022, dan itu pun beramai-ramai di tempat terbuka," kata Firli kepada wartawan, Senin (9/10/2023).

Baca Juga: Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo, Divonis 10 Tahun Penjara

Firli menekankan status SYL dalam momen pertemuan tersebut belum menjadi pihak beperkara di KPK. Dia pun mengaku pertemuan itu bukan atas inisiasinya.

"Maka, dalam waktu tersebut, status Saudara Syahrul Yasin Limpo bukan tersangka, terdakwa, terpidana, ataupun pihak yang beperkara di KPK. Kejadian tersebut pun bukan atas inisiasi atau undangan saya," jelas Firli.

Baca Juga: Hadapi Vonis, SYL, Tanpa Kehadiran Istri dan Anak

Ketua KPK Firli meminta masyarakat untuk tidak tergiring opini terkait isu liar pertemuannya dengan SYL dan mengaburkan kasus korupsi di Kementan yang tengah diusut KPK.

"Untuk itu, kami berharap masyarakat tidak tergiring opini-opini yang tidak sesuai fakta dan dapat mengaburkan pokok perkara yang sedang KPK tangani, yaitu dugaan tindak pidana korupsi di Kementerian Pertanian berupa pemerasan dalam jabatan, gratifikasi, dan TPPU," harap Firli. (erk/rmc)

Editor : Raditya Mohammer Khadaffi

BERITA TERBARU