SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur kembali gelar ajang Inovasi Daerah dan Inovasi Teknologi (Inotek) Award Tahun 2023, Novotel Surabaya, pada Senin (09/10/2023).
Menurut Kepala Brida Jatim, Andriyanto, merupakan bentuk apresiasi kepada kepala daerah atau daerah yang berperan sebagai inovator untuk terus berkarya demi keberlanjutan daerah masing-masing.
"Jadi Inotek ini sebagai bentuk apresiasi dengan memberikan penghargaan kepada daerah di provinsi Jatim yang telah memberikan inovasi dalam bentuk ekonomi, non ekonomi, digital, maupun fungsional ke balitbang-an," ujar Andriyanto, saat ditemui Surabaya Pagi selepas acara, Novotel Surabaya, Senin (09/10/2023).
Menurut Andriyanto, ajang kali ini diikuti oleh 363 peserta dari berbagai wilayah kabupaten/kota di Jawa Timur. Yang mana, penganugerahan tersebut terbagi menjadi 5 (lima) kategori. Serta masing-masing kategori ada 6 (enam) peringkat penghargaan pada setiap kategorinya.
Diantaranya, kategori Inovasi Daerah diraih oleh Pemkot Surabaya dengan Aplikasi Padat Karya sebagai Juara 1. Kemudian disusul oleh Pemda Pamekasan dengan Aplikasi Sang Sultan (strategi pengembangan sapi madura bibit secara simultan).
Selain itu, ada Kabupaten Bangkalan dengan Aplikasi Sidaya Sehati (sistem data dan layanan sejahtera bersama bupati), Kabupaten Ngawi dengan inovasi pelayanan perizinan Siput Sitar (pelayanan perizinan siap jemput siap antar), Pemda Sidoarjo dengan E-Kenda (elektronik kendali daerah). Serta Kabupaten Bondowoso dengan aplikasi Kursi Tandu (akurasi data kependudukan).
Selanjutnya pada mategori inovasi teknologi berbasis website / mobile apps diraih oleh Kabupaten Situbondo dengan Aplikasi Simessem Berjaya (Sistem Informasi Manajemen Elektronik Situbondo Sehat Mantab Berjaya) sebagai Juara 1.
Pada posisi kedua ada Kabupaten Bangkalan dengan aplikasi Ateragih, Kabupaten Ngawi dengan inovasi Posyandu Mobile, Kabupaten Blitar dengan aplikasi Si Patin (Digitalisasi Pemberian Pakan, Monitoring Kualitas Air Kolam, Dalam Satu Genggaman Android).
Berikutnya ada Pemda Madiun dengan aplikasi Tax In Gis (Pemetaan Potensi Peningkatan Pbb- P2/Bphtb Kabupaten Madiun Berdasarkan Sistem Informasi Geografis), dan Kota Probolinggo dengan aplikasi Si Pinter (Sistem Informasi Pendidikan Terpadu).
Pada kategori inovasi teknologi di bidang ekonomi, Juara 1 diraih oleh Pemda jombang, Juara 2 Pemda Malang, Juara 3 Pemda Probolinggo, Juara 4 Pemkot Blitar, Juara 5 Pemkot Batu, dan Juara 6 Pemda Tulungagung.
Kategori inovasi teknologi di bidang non ekonomi berhasil diraih oleh Pemkot batu sebagai Juara 1. Selanjutnya pada posisi ke 2 diraih oleh Pemda Pacitan, Juara 3 Pemda Pasuruan, Juara 4 Pemkot Mojokerto, Juara 5 Pemda Tuban, dan Juara 6 Pemda Banyuwangi.
Sedangkan kategori kepala perangkat daerah inovatif, Juara 1 diraih oleh Bappeda Litbang Kota Surabaya. Disusul oleh Bappeda Kabupaten Banyuwangi sebagai Juara 2. Kemudian Juara 3 diraih oleh Bappelitbangda Kabupaten Sampang.
Pada Juara 4 Bappeda Kabupaten Pamekasan, Juara 5 Balitbangda Kabupaten Malang, dan Juara 6 Bappeda Litbang Kabupaten Ngawi. Sementara itu, Andriyanto juga menuturkan dengan adanya kegiatan rutin tahunan ini, mampu mengembangkan ekosistem inovator-inovator yang ada di Jatim.
Tak hanya itu, hal ini juga membiasakan kabupaten/kota terus berinovasi dan meningkatkan daya saing masing-masing daerah di Jatim "Tent hal ini, menjadi salah satu kegiatan bisa meningkatan daya saing masing-masing daerah untuk terus berinovasi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat," kata pria yang baru saja dilantik sebagai PJ Kabupaten Pasuruan beberapa waktu yang lalu.
Sebagai informasi, Inotek Award 2023 kali ini mengusung isu revolosi industri 4.0 melalui kategori aplikasi berbasis website/android, juga sebagai upaya untuk merangsang ASN (Aparatur Sipil Negara), perangkat daerah dan masyarakat, untuk terus berinovasi sehingga daya saing daerah meningkat.
Pada kesempatan tersebut juga sebagai momentum peluncuran aplikasi Jatim Berdasi (Jawa Timur Berdaya dengan Inovasi). Peluncuran aplikasi tersebut ditandai dengan penekanan tombol virtual di layar LED oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Sekdaprov Adhy dan Andriyanto.
Jatim Berdasi merupakan inovasi berbasis digital yang memudahkan daerah-daerah dalam menginput inovasi-inovasinya. Sehingga proses pendaftaran inovasi tak lagi membutuhkan berkas secara manual. Termasuk proses kurasi dan verifikasi oleh tim penilai.
"Jadi dengan Jatim Berdasi ini diharapkan temen-teman ASN tidak perlu kirim berkas secara manual. Cukup lebih aplikasi ini saja," tutur Andriyanto.
Dengan aplikasi tersebut, Andriyanto berharap Pemprov Jatimmempertahankan pretasi atas penghargaan Inovatif Goverment Award (IGA). Dengan mengingat, Jatim menempati posisi pertama sebagai provinsi yang paling inovatif se-Indonesia.
"Ini adalah upaya untuk mempertahankan prestasi sebagai Provinsi paling inovatif se Indonesia serta menjadi contoh bagi daerah lainnya untuk meningkatkan inovasi dengan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak," jelasnya.
Sementara itu, Khofifah juga mendorong beragam inovasi yang telah dilakukan harus berdampak bagi masyarakat. Sehingga masyarakat benar-benar bisa merasakan kebermanfaatan dari inovasi dan teknologi yang telah diciptakan.
"Inovasi dan teknologi itu harus berdampak, harus memberikan manfaat bagi kehidupan kemanusiaan," pungkasnya. AIN
Editor : Desy Ayu