Korban Tewas Keracunan Sate Jebred di Garut Bertambah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Korban keracunan sate jebred di Garut sebagian telah diperbolehkan pulang.
Korban keracunan sate jebred di Garut sebagian telah diperbolehkan pulang.

i

SURABAYAPAGI.COM, Garut - Keracunan sate kulit sapi yang terjadi di Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sementara diperbolehkan pulang. 

Kasus keracunan ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut, korban menjadi 45 orang. Adapun secara rinci 42 orang korban merupakan warga Cilawu, dan 12 korban merupakan warga Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Adapun berdasarkan informasi saat ini, korban yang dilarikan ke instalasi medis karena keracunan akibat mengkonsumsi sate jebred terus bertambah. Jumlah warga yang meninggal bertambah menjadi tiga orang dari sebelumnya dua orang.

Korban meninggal terakhir adalah Risna (35), warga Kecamatan Cilawu. Sebelumnya korban meninggal tercatat dua orang yakni Mimin (61) warga Cigalontang Tasikmalaya, dan Cecep (48) warga Cilawu Garut.

Risna meninggal pada Selasa 11 Oktober 2023 pukul 02.00 WIB dini hari di RS Guntur Garut. Sebelum dilarikan ke rumah sakit, Risna mengalami sejumlah gejala seperti mual, muntah, diare, mencret, hingga lemas.

"Korban dibawa ke rumah sakit pada Senin karena mengalami berbagai gejala keracunan. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa dini hari," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Asep Surachman.

Asep mengungkapkan, bahwa pihak keluarga semula tidak menyadari jika kematiannya akibat keracunan hingga tidak sempat terdata. Beberapa saat kemudian keluarga baru menyadari apa yang dialami Risna ternyata sama seperti puluhan orang lain di Kecamatan Cilawu.

"Baru setelah ramai di lapangan dan media massa barulah keluarga menyadari lalu kemudian dilaporkan untuk didata," katanya.

Berkaitan dengan kejadian ini Kepala Dinkes Garut Leli Yuliani, menghimbau kepada masyarakat untuk segera menuju fasilitas pelayanan bila terjadi gejala keracunan.

"Bagi masyarakat yang mengalami gejala keracunan, seperti diare, mual, muntah, hingga demam, diimbau segera mengakses fasilitas pelayanan terdekat guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Leli. ac

Berita Terbaru

Percepat Penuntasan Laporan Warga, Wali Kota Surabaya Instruksikan Jajaran OPD hingga Gencarkan Program ASRI

Percepat Penuntasan Laporan Warga, Wali Kota Surabaya Instruksikan Jajaran OPD hingga Gencarkan Program ASRI

Jumat, 17 Jul 2026 11:29 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 11:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka mempercepat penuntasan laporan warga, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan kepada jajaran organisasi…

Verval Reklamasi, DLH Jatim Temukan Tambang Ijin Habis Masih Beroperasi di Ponorogo

Verval Reklamasi, DLH Jatim Temukan Tambang Ijin Habis Masih Beroperasi di Ponorogo

Jumat, 17 Jul 2026 11:11 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 11:11 WIB

Foto:        PONOROGO, Surabaya Pagi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur bersama DLH Kabupaten Ponorogo menggelar verifikasi lapangan terka…

Lewat Alat ‘Tax Mapper’, Pemkab Situbondo Optimalkan Penarikan Pajak Restoran dan Hotel

Lewat Alat ‘Tax Mapper’, Pemkab Situbondo Optimalkan Penarikan Pajak Restoran dan Hotel

Jumat, 17 Jul 2026 11:06 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 11:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah atau PAD, Pemerintah Situbondo, tengah memaksimalkan…

Optimalkan Peran Paralegal, Pemkot Mojokerto Gandeng Kejaksaan Gelar Sosialisasi Penyuluhan Hukum 

Optimalkan Peran Paralegal, Pemkot Mojokerto Gandeng Kejaksaan Gelar Sosialisasi Penyuluhan Hukum 

Jumat, 17 Jul 2026 10:53 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 10:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto menyelenggarakan sosialisasi penyuluhan…

Terjebak Kebakaran Lahan Tebu di Blitar, Nenek 63 Tahun Meninggal Dunia

Terjebak Kebakaran Lahan Tebu di Blitar, Nenek 63 Tahun Meninggal Dunia

Jumat, 17 Jul 2026 10:11 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 10:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Kobaran api yang membakar tanaman tebu di lahan garapan Perum Perhutani Puthuk Anom, RPH Ngrejo di Desa Tumpakepuh, Kec. Bakung, K…

Kampus Berdampak dan Masa Depan Pengabdian Mahasiswa

Kampus Berdampak dan Masa Depan Pengabdian Mahasiswa

Jumat, 17 Jul 2026 08:15 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 08:15 WIB

Oleh: Odjie SamrojiPengurus HIMA Bid. Eksternal & Pengabdian Masyarakat Program S3 Manajemen Universitas Negeri Surabaya   Beberapa tahun terakhir, istilah …