Pernyataan Ketum PBNU Terkait Penyerangan Banser di Karawang

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketum PBNU Gus Yahya di kantor PCNU Surabaya, Senin malam 12/8/2024. Foto : SP/Riko
Ketum PBNU Gus Yahya di kantor PCNU Surabaya, Senin malam 12/8/2024. Foto : SP/Riko

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Warga Nahdliyin diminta untuk tenang dalam menyikapi dugaan penyerangan Kyai NU di Karawang Jawa Barat oleh sekelompok orang tidak dikenal. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staqut yang akrab disapa Gus Yahya sebelum rapat persiapan Hari Santri di PCNU Kota Surabaya, Senin malam 12/8/2024.

Gus Yahya mengintruksikan kepada seluruh warga nahdliyin maupun non nahdliyin untuk menahan diri (coolling down) terhadap kasus penyerangan (penganiayaan) yang menimpa salah satu anggota Banser di Karawang dengan PWNU Jabar, PCNU Karawang maupun PCNU Bekasi. "Saya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, menginstruksikan kepada seluruh jajaran Nahdlatul Ulama dan khususnya kepada jajaran GP Ansor dan Banser menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada pihak Kepolisian atau aparat penegak hukum," ucap Gus Yahya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan rapat virtual dengan pengurus NU setempat dan hasilnya sudah ada gambaran tentang persoalannya dan juga perkembangan kasusnya. Oleh karena itu PBNU juga sudah mengintruksikan kepada PWNU Jabar dan PCNU Karawang untuk menempuh jalur hukum menindaklanjuti kasus tersebut.

“Alhamdulillah sekarang kepolisian sudah proses dan kami minta supaya setelah teridentifikasi pelaku-pelakunya segera ada tindakan hukum yang jelas untuk mencegah agar masalah ini tidak berlarut  larut yang memungkinkan menjalar menjadi masalah yang lebih besar karena kita tahu sekarang suasananya juga di bawah," terangnya.

Untuk antisipasi kekhawatiran tersebut, PBNU telah mengintruksikan kepada seluruh jajaran Nahdlatul Ulama, khususnya kepada jajaran GP Ansor dan Banser untuk menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya masalah ini kepada kepolisian atau aparat penegak hukum. “Tidak boleh bertindak sendiri sendiri, tidak boleh melakukan reaksi apapun. Semua harus disiplin taat kepada hukum, khususnya kepada warga NU dan umumnya kepada seluruh masyarakat agar juga melakukan cooling down terhadap permasalahan ini, ” pinta Gus Yahya di dampingi Sekjen PBNU Saifulllah Yusuf, Bendum PBNU Gudfan Arif serta Wakil Ketua PBNU Amin Said Husni.

Ia juga mengingatkan seluruh warga nahdliyin agar mengedepankan persaudaraan. Apapun pandangan yang kita miliki, mari terus kita menjaga persaudaraan dan menghormati perbedaan diantara kita.

“Jangan melanjutkan artikulasi artikulasi yang saling memanasi, saling mencemooh, apalagi saling mencaci maki diantara sesama warga NU,” harap Gus Yahya.

Apapun masalahnya, kata Gus Yahya mudah mudahan masalah ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua, khususnya warga NU bahwa permasalahan ini tidak boleh terus menerus dilanjutkan.

“Dan tentu saja, kita meminta kepada pihak pihak terkait, apakah merasa NU atau tidak, untuk juga bertanggungjawab menjaga suasana kondusifitas masyarakat. Dan tidak melakukan artikulasi artikulasi membuat pernyataan pernyataan yang tidak tidak, yang bisa memicu reaksi reaksi emosional dari pihak lain,” bebernya.

Ditambahkan, pihaknya memahami adanya perbedaan terkait nasab Ba’alawi karena memang realitasnya ada yang punya pendapat begini dan begitu, sehingga PBNU meminta agar semua pihak mau saling menghormati perbedaan dan tidak menjadikan masalah ini sebagai bahan olok olok, saling memanasi dan lain lain.

“Saya minta semuanya menahan diri untuk tidak membuat pernyataan pernyataan aneh aneh yang bisa memicu reaksi emosional dari pihak lain, supaya semuanya proporsional,” pungkas Gus Yahya. rko

Berita Terbaru

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…