Siswi SMK Nekat Tabrakan Diri ke KA Gajayana Blitar, Tulis Sepucuk Surat: Capek Butuh Istirahat

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 19 Okt 2023 11:22 WIB

Siswi SMK Nekat Tabrakan Diri ke KA Gajayana Blitar, Tulis Sepucuk Surat: Capek Butuh Istirahat

i

Polisi mengambil tas yang ditemukan di pinggir rel kereta api tidak jauh dari lokasi jasad siswi SMK yang tertabrak kereta api di Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Rabu (18/10/2023). SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Viral kasus bunuh diri yang dilakukan siswi SMK Negeri 01 Nglegok, Kabupaten Blitar berinisial NA (16) yang diduga sengaja menabrakkan diri ke arah kereta api Gajayana di perlintasan Kecamatan Talun pada Rabu (18/10/2023).

Mendengar kabar tersebut, rekan dan guru di salah satu sekolah menengah kejuruan di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar nyaris tidak percaya, syok dan sedih lantaran selama ini korban dikenal berkarakter terbuka dan suka bercanda.

Baca Juga: Kurang Berhati-hati, Siswa SMP Alami Patah Tulang setelah Motornya Berbenturan dengan Minibus

“Tidak mengira (bunuh diri). Karena anak ini sering guyon dengan teman-temanya,” tuturnya Kepala Sekolah SMK Negeri 01 Nglegok Yulianto, Kamis (19/10/2023).

NA diduga menabrakkan diri ke arah KA Gajayana relasi Gambir - Malang yang melintas di perlintasan Desa Kendalrejo Kecamatan Talun. Sebelum insiden maut terjadi, NA diketahui sempat mondar-mandir di lokasi kejadian.

Sementara itu, sejumlah saksi sempat melihat korban memarkirkan motornya dekat pos jaga perlintasan. Lalu korban duduk tak jauh dari perlintasan kereta api di Kecamatan Nglegok itu. 

Namun menurut Kapolsek Talun Iptu Indrayana, saat itu warga tak menduga korban akan nekat mengakhiri hidupnya. 

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban sekitar satu jam duduk-duduk di pos penjagaan perlintasan kereta api sambil memainkan HP. Dugaan kami dia memang menunggu kereta lewat,” ujarnya.

Tak hanya menemukan motor, petugas juga menemukan selembar surat berisi pesan perpisahan yang diduga tulisan tangan NA. Surat wasiat itu ditemukan di dalam tas korban. 

Tas itu diletakkan di pos penjagaan dekat perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Sementara motor milik korban juga masih utuh di dekat pos penjagaan.

Dalam suratnya siswi kelas 10 itu menyatakan sudah tidak kuat lagi dengan keadaan, sehingga dirinya harus pamitan. Tulisan yang terdiri dari dua paragraf itu diduga ditujukan kepada keluarga dan teman-temannya.

Adapun isi surat wasiat yang ditulis oleh korban yaitu:

Baca Juga: Truk Terguling di Median Tol Jombang

"Mbak Hani, Mak, Pak , NAN wis gak iso kuat koyo bendino. NAN capek butuh istirahat seng tenang, sampean, mbk hani karo emak sehat-sehat nggih, nggak kabeh aku ngadepi kuat ya."

"Semangat sedanten damel njenengan nggih mbak hani semangat sekolah e,"

"NAN lek banyak salah maaf yo cah. NAN wis gak iso kuat, wis gak iso gawe guyu kalian semua, aku wes capek sama keadaan bahkan diri sendiri.

"Keysha, Nur, Kabeh cah seng tau aku banyak salah ndek kalian semua maafin ya. Semangat sekolah kalian hehe,"

"NAN gak bisa kuat kayag kalian semua. Maaf Ya.

Menurut Yulianto, anak didiknya itu tidak pernah memperlihatkan indikasi orang yang hendak bunuh diri. Dari informasi yang diterima yang bersangkutan tidak terlihat murung atau depresi.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Blitar 1 Orang Tewas dan 2 Luka-luka

Beberapa hari sebelum tewas tertabrak KA Gajayana, NA tetap terlihat ceria. Karenanya hingga kini belum diketahui pasti penyebab perbuatan nekat NA. Apakah karena faktor asmara atau memiliki persoalan keluarga.

“Hingga kini masih kita dalami melalui teman-teman terdekatnya di sekolah,” pungkas Yulianto.

Saat ini, Kata Indrayana, pihaknya masih mendalami motif dugaan bunuh diri korban. Apakah masalah keluarga ataupun masalah asmara. Polisi masih akan meminta keterangan dari pihak keluarga, teman korban, dan sebagainya.

Sedangkan jenazah korban masih berada di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk dilakukan visum. 

Akibat insiden kematian NAN (16) itu pun, kini masih menjadi duka yang mendalam bagi rekan sekelas dan para guru. Mereka juga masih bertanya apa sebenarnya yang menjadi penyebab siswi 17 tahun itu melakukan perbuatan sepakat itu. blt-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU