Tingkatkan Nilai Ekonomi, Kementan Optimalkan Kawasan Perkebunan Kopi Organik di Pasuruan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Andi Nur Alam Syah meluncurkan kawasan perkebunan organik. SP/ PSR
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Andi Nur Alam Syah meluncurkan kawasan perkebunan organik. SP/ PSR

i

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Perkebunan di Pasuruan memang dapat dikatakan cukup menjanjikan. Terkait komoditas kopi, setidaknya ada delapan kecamatan penghasil yakni Purwodadi, Purwosari, Prigen, Tosari, Tutur, Lumbang, Puspo, dan Pasrepan. 

"Masing-masing kecamatan tersebut memiliki cita rasa dan kekhasan tersendiri. Baik jenis Robusta maupun Arabica. Sehingga, yang perlu dilakukan saat ini adalah branding produk secara masif," jelas Pj Bupati Pasuruan Andriyanto.

Oleh karena itu, menurutnya pemerintah pusat, daerah provinsi maupun kabupaten, harus hadir mengoptimalkan branding maupun pemasaran produk hasil perkebunan, tentunya disertai dengan inovasi. 

"Inovasi harus berdampak yang dibuktikan dengan upaya meningkatkan mutu produktivitasnya. Dalam hal ini kopi, karena kopi di Kabupaten Pasuruan juara dua nasional dalam hal cita rasa," ucapnya.

Salah satu pengoptimalan tersebut dengan dihadirkannya Program Perkebunan Partisipatif (Pasti) di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Pasuruan terus digencarkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Pengembangan tersebut difokuskan kawasan perkebunan organik partisipatif komoditas kopi di Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Andi Nur Alam Syah juga turut mengatakan, program itu salah satu program jangka panjang yang dirancang mampu meningkatkan nilai ekonomi produk organik Indonesia agar mampu berdaya saing di tingkat internasional.

"Tidak hanya komoditas kopi, namun komoditas perkebunan lainnya. Tapi kalau yang di Kabupaten Pasuruan ini khusus kopi, karena perkembangannya sangat bagus," katanya, Jumat (03/11/2023).

Sedangkan kini, Kementan telah memulai pengembangan kawasan perkebunan organik sejak tahun 2016. Sedangkan, melalui Balai Besar Proteksi dan Perbenihan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, khusus wilayah di Jawa Timur telah membina 25 desa pertanian organik yang tersertifikasi dengan luas 553,85 hektare. 

"Kalau skala nasional, kami telah membina 197 desa siap sertifikasi dengan luas 5.370,79 hektare, dimana 118 desa telah disertifikasi seluas 3.558,23 hektare dan 79 desa dalam proses sertifikasi dengan luas 1.812,56 hektare," katanya. 

Diketahui, pemberian bantuan Kementan tersebut diantara lain kepada Kelompok Tani Java Ijen Bondowoso berupa sertifikat organik SNI dan UE, Kelompok Tani Ampel Sari Makmur I berupa alat pascapanen, dan Kelompok Tani Sekar Arabica berupa bantuan benih kopi Arabica sebanyak 30 ribu batang.

Tak lupa, Pj Bupati Pasuruan Andriyanto juga turut mengimbau kepada lima kelompok tani yang telah dibina oleh Dirjen Perkebunan dan memiliki sertifikat, dapat menjadi pelopor dalam pengembangan pertanian organik partisipatif di Kabupaten Pasuruan. psr-01/dsy

Berita Terbaru

PDIP Kritik KPK yang Masih Suka OTT

PDIP Kritik KPK yang Masih Suka OTT

Minggu, 05 Jul 2026 20:51 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, yang anggota Komisi II DPR menyoroti dua Bupati Langkat dan Kuantan Singingi (Kuansing) secara…

Rp323 Miliar, Biaya Pesta Pernikahan Taylor dan Travis

Rp323 Miliar, Biaya Pesta Pernikahan Taylor dan Travis

Minggu, 05 Jul 2026 20:50 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Beberapa nama besar hadir dalam pesta pernikahan Taylor dan Travis. Mereka antara lain Selena Gomez, Gigi Hadid, Bradley Cooper,…

Oknum Brimob dan TNI AL Terlibat Penyelundupan Sabu

Oknum Brimob dan TNI AL Terlibat Penyelundupan Sabu

Minggu, 05 Jul 2026 20:48 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung membongkar upaya penyelundupan sekitar 5 kilogram sabu dan 202 butir pil ekstasi di…

Panas di New York, Dikisaran 40 hingga 46 C

Panas di New York, Dikisaran 40 hingga 46 C

Minggu, 05 Jul 2026 20:46 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang panas ekstrem kini juga melanda wilayah timur laut Amerika Serikat, dengan Central Park, New York. Saat ini tercatat…

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Minggu, 05 Jul 2026 20:44 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Puncak musim kemarau di pulau Jawa diprediksi terjadi pada Agustus 2026. BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia…

Gelombang Panas di Prancis, Tewaskan 1.000 Warga

Gelombang Panas di Prancis, Tewaskan 1.000 Warga

Minggu, 05 Jul 2026 20:43 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang panas di Eropa, yang datang lebih awal pada musim panas tahun ini berlangsung sangat intens dan berkepanjangan. Ini…