Durhaka, Nenek Lansia Terkatung-katung: Dipaksa Jual Tanah Warisan dan Diusir Anak Angkatnya Sendiri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Viral Kisah Nenek di Banyuasin Diusir Anak Angkat yang Diasuh dari Kecil. SP/ SMT
Viral Kisah Nenek di Banyuasin Diusir Anak Angkat yang Diasuh dari Kecil. SP/ SMT

i

SURABAYAPAGI.com, Sumatera - Baru-baru ini tengah viral sekaligus sebuah kisah pilu seorang nenek bernama Siti Marbiah (76) warga Jalan Siantar Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin, Sumatera Selatan yang diusir anak angkatnya sendiri (AY). 

Memang Nenek Siti tidak dikaruniai momongan sehingga memutuskan menjadikan AY anak angkatnya. Singkat cerita, Nenek Siti merawat AY sebagaimana anak kandungnya. Nenek Marbiah sudah merawat AY sedari umur 2 tahun dan menyekolahkannya hingga lulus kuliah.

Sementara peristiwa tersebut viral usai video yang menjadi bahan perbincangan keduanya diunggah akun Instagram @banyuasinterkini pada Sabtu (04/11/2023) kemarin. Video diawali merekam proses mediasi antara Nenek Siti dengan anak angkatnya. Tampak hadir sejumlah warga dan ada anggota kepolisian. Mediasi digelar karena Nenek Siti diusir dari rumahnya oleh anak angkatnya sendiri.

Awal Mula Perseteruan

Diketahui, rumah yang sekarang menjadi sumber konflik awalnya dibangun oleh Nenek Marbiah dengan hasil menjual harta warisan orang tuanya. Namun, perlakuan baik Nenek Marbiah kepada AY tidak mendapat balasan setimpal.

Nenek Marbiah menceritakan bahwa mereka telah hidup bersama selama puluhan tahun, namun, dalam masa tuanya, ia justru diusir dari rumah yang pernah menjadi tempat nyaman bagi mereka berdua.

"Saya sedih dan kecewa. Saya tidak menyangka anak angkat saya tega mengusir saya," ujar Nenek Marbiah, Selasa (07/11/2023).

Saat itu, AY meminta nenek Siti menjual tanah milik ayahnya tanpa sepetahuan saudara-saudaranya. Dari hasil penjualan tanah itu AY diberi Rp200 juta. Sementara sisanya diberikan tanah dan membangun rumah baru.

Namun prahara mulai terasa saat AY mengatakan akan menikah lagi yang keempat kalinya. Layaknya ibu, nenek Siti pun memberikan nasihat namun malah mendapatkan perlakuan pengusiran.

Keluarga besar Nenek Marbiah pun geram atas perlakuan AY. Mereka pun memutuskan untuk membuka paksa rumah tersebut, agar kembali ditempati Marbiah. 

"Rumah ini saya yang bangun, dengan menjual tanah warisan dari orangtuaku," jelas nenek Marbiah sambil meneteskan air mata.

Nenek Marbiah juga menjelaskan bahwa ia telah membuat sertifikat atas nama AY karena rasa sayangnya, tetapi AY justru mengusirnya. Nenek Marbiah hanya berharap agar AY mau mengembalikan sertifikat tersebut, karena AY telah menandatangani surat hibah pada tahun 2016 yang seharusnya mengikatnya.

"Saking aku sayang dengan dia diperlakukan seperti anak sendiri. Tapi aku malah diusir," ujarnya.

Kata Nenek Marbiah ia ingin hidup tenang di sisa hidupnya dan fokus pada ibadah, tanpa harus khawatir tentang konflik dengan anak angkatnya.

"Harta saya tanah 8 hektare sudah habis terjual, demi anak angkat saya sekolah dengan harapan bisa membahagiakan saya di hari tua. Tapi nyatanya malah durhaka," ujarnya.

Kuasa Hukum Nenek Marbiah: Kita Tempuh Jalur Hukum

Disisi lain, Kuasa Hukum Siti Marbiah, Jallas Boang Manalu membenarkan video viral terkait kliennya.

Ia menjelaskan, proses mediasi digelar pada Jumat (03/11/2023) kemarin, berjalan buntu. Oleh karenanya, Jallas berencana membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Bila nanti tetap tidak menemui titik terang atas masalah yang klien kami hadapi, kami berinisiatif untuk menempuh jalur hukum baik itu pidana maupun perdata," ungkapnya.

Sedangkan, salah satu kerabat Nenek Marbiah juga mengecam tindakan AY yang telah mengusir saudaranya, dan mereka bersatu untuk memperjuangkan hak saudara mereka.

"Kami akan berjuang untuk mendapatkan hak saudara kami," kata salah satu anggota keluarga Nenek Marbiah.

Selama 8 bulan terakhir Nenek Siti hidup terkatung-katung dengan berpindah menumpang tidur di rumah kerabat dan tetangga. Namun, kini nenek Siti kembali menempati rumahnya lagi lantaran rumah itu juga kosong tak ada yang menempati. Sementara itu, posisi AY saat ini berada di Musi Banyuasin (Muba). smt-01/dsy

Berita Terbaru

Gugatan NO, Kuasa Hukum Edy Susanto: Kami Akan Tempuh Banding

Gugatan NO, Kuasa Hukum Edy Susanto: Kami Akan Tempuh Banding

Minggu, 27 Sep 2026 21:48 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 21:48 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Kuasa hukum Edy Susanto Santoso mengatakan akan menempuh upaya hukum banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Madiun dalam per…

Kumpulkan 200 Pesantren, Perkom Sunan Drajat Ajak Pesantren Mandiri Secara Ekonomi

Kumpulkan 200 Pesantren, Perkom Sunan Drajat Ajak Pesantren Mandiri Secara Ekonomi

Minggu, 27 Sep 2026 19:30 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 19:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pesantren tak cukup hanya kuat dalam dakwah dan pendidikan. Kemandirian ekonomi juga dinilai menjadi fondasi penting agar p…

Pesta Gol di Surajaya, Bungkam PSBS Biak 6-0, Yudo Sumbangkan 2 Gol

Pesta Gol di Surajaya, Bungkam PSBS Biak 6-0, Yudo Sumbangkan 2 Gol

Minggu, 27 Sep 2026 19:25 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Persela Lamongan tampil menggila dan sukses mengamankan kemenangan telak 6-0 atas PSBS Biak, dalam pertandingan lanjutan P…

Bidik Rekor MURI di HUT ke-81, TNI Gelar Tournament Domino Nasional Piala Panglima TNI 2026

Bidik Rekor MURI di HUT ke-81, TNI Gelar Tournament Domino Nasional Piala Panglima TNI 2026

Minggu, 27 Sep 2026 17:56 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 17:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surahaya — Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI, sekaligus mengincar pencatatan Rekor MURI, Kodim 0830 Surabaya yang bekerjasama dengan F…

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

SURABAYAPAGI, com. Surabaya - Persoalan seragam batik sekolah dikeluhan wali murid menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Anggota Komisi D DPRD Surabaya  Ajeng …

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

 SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar aksi donor darah serentak di 38 kabupaten/kota dalam rangka memperingati Hari Ulang Ta…