SURABAYAPAGI.com, Riau - Harga cabai rawit makin pedas, salah satunya di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melambung tinggi hingga tembus Rp 110 ribu per kilogram (kg). Tak berbeda jauh, harga cabai merah keriting dan cabai rawit hijau juga ikut naik.
Rika, seorang pedagang di pasar Bintan Center, Tanjungpinang, mengatakan kenaikan cabai selain dipengaruhi produksi cabai di daerah penghasil belakangan berkurang akibat gagal panen juga terjadi akibat tinggi biaya logistik pengiriman cabai dari daerah penghasil ke Tanjungpinang, baik melalui transportasi laut maupun udara.
“Biasanya harga cabai setan sekitar Rp 60 ribu per kg, tapi belakangan sudah naik menjadi Rp 110 ribu per kg. Pasokan cabai kita sangat bergantung dari luar daerah, seperti Pulau Jawa hingga Sumatera Barat,” kata Rika, Minggu (12/11/2023).
Sedangkan, harga cabai merah keriting dan cabai rawit hijau juga ikut naik mencapai Rp 90 per kilogram dari yang biasanya sekitar Rp 80 ribu per kilogram.
Menanggapi hal ini, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Hasan, mengatakan telah mencari solusi agar aman dan stabil untuk menstabilkan harga cabai di pasaran dengan memberikan subsidi biaya transportasi pengiriman cabai dari daerah penghasil melalui anggaran belanja tidak terduga (BTT) Pemkot Tanjungpinang.
Menurut Hasan biaya pengiriman sangat berpengaruh terhadap harga cabai di Tanjungpinang. Pasalnya 99 persen kebutuhan cabai di Tanjungpinang dipasok dari luar daerah yang dikirim melalui kapal laut hingga pesawat terbang.
“Kita sudah panggil distributor cabai untuk bersama-sama melakukan intervensi terhadap kenaikan harga cabai saat ini, misalnya itu dengan mensubsidi biaya logistik pengirimannya,” ujar Hasan.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi buka suara terkait penyebab kenaikan harga cabai rawit merah lebih dari Rp 100.000 per kilogram (kg) di sejumlah daerah.
Arief menyebut, produksi semua jenis cabai memang tengah mengalami penurunan akibat El Nino. Kondisi ini diperparah oleh sejumlah sentra produksi yang belum memasuki musim panen raya.
"Saat ini produksi semua jenis cabai memang tengah mengalami penurunan akibat El Nino dan saat ini belum memasuki panen raya," kata Arief.
Berdasarkan informasi dari pedagang, harga cabai rawit merah rata-rata di jual Rp 70.000 per kg di Pasar Induk Kramat Jati. Sedangkan, harga cabai rawit di pasar tradisional atau pengecer dijual lebih tinggi sekitar Rp80.000 sampai Rp90.000 per kg. Bahkan di sejumlah daerah sudah tembus lebih dari Rp 100.000 per kilogram. ri-01/dsy
Editor : Desy Ayu