Mengejutkan, Gapoktandes Duko Tidak Mengetahui Jumlah Poktan di Desanya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jailani, Gapoktandes desa Duko Kec. Rubaru, saat dikunjungi LSM Super di kediamannya. SP/Ainur Rahman
Jailani, Gapoktandes desa Duko Kec. Rubaru, saat dikunjungi LSM Super di kediamannya. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Gapoktandes Desa Duko Kecamatan Rubaru Kab. Sumenep, Jailani saat diklarifikasi oleh Ketua LSM Super Ahmad Zaini, kepada Surabaya pagi mengatakan, jika Gapoktandes itu tidak mengetahui jumlah poktan yang ada di Desa Duko kecamatan Rubaru Kab.Sumenep.

Zaini, menegaskan pengakuan jujur Gapoktandes itu menyakitkan publik dengan menepis klarifikasi dari lembaga kontrol sosial, seharusnya kata Zaini, pihak Gapoktandes itu seharusnya mengetahui jumlah kelompok yang ada di Desa Duko tersebut. Tegasnya

" Jika, Gapoktandes itu tidak mengetahui jumlah kelompok tani yang ada di desa Duko, maka menambah kecurigaan akan adanya kelompok fiktif di desa Duko kecamatan Rubaru kab. Sumenep"

Ini akan menjadi atensi lembaga ke depan, untuk melakukan langkah aktif dalam pengawasan dan kontrol sosial terhadap kelompok tani yang ada di desa Duko dan desa lainnya di kecamatan Rubaru Kab. Sumenep.

" Kita bersama tim, akan terus melakukan pengawasan terhadap sejumlah kelompok yang menerima bantuan, dan keberadaan kelompok itu dimonopoli oleh satu orang"

Hal ini kata Zaini, banyak dugaan kelompok fiktif di Kecamatan Rubaru yang terletak di sebelas desa kecamatan Rubaru Kab. Sumenep.

Selain itu, sambungnya, banyaknya temuan kelompok fiktif itu terlihat dari pemesanan pupuk bersubsidi dan hal ini nantinya dapat terlihat dari RDKK dalam satu kelompok.

" Kita akan terus melakukan pengawasan kebawah, agar satu persatu keberadaan kelompok tani fiktif itu dapat diungkap, makanya kado berupa Rapor merah itu diberikan kepada BPP kecamatan Rubaru"

Ia juga menjelaskan, ada banyak informasi keberadaan kelompok tani fiktif dan kelompok yang diduga dikelola oleh satu kelompok lainnya, jelas ini bermasalah, karena dengan adanya bantuan yang didapat dengan menggunakan uang negara itu bagi kelompok tidak untuk kepentingan suatu golongan. Pungkasnya

Secara terpisah, Ketua Gapoktandes Desa Duko, Jailani mengaku, sudah jenuh menjadi ketua Gapoktandes, karena beberapa hal dan kesibukan lainnya, bahkan pihaknya sudah pernah mengajukan pemunduran diri, namun masih diinginkan oleh sebagian kelompok.

" Saya sebenarnya sudah mau berhenti jadi Ketua Gapoktandes, karena kesibukan lainnya, namun ada kelompok yang masih menginginkan saya menjadi Gapoktandes"

Sekalipun jadi Gapoktandes saya terkadang tidak mengetahui adanya kelompok tani baru, kadang kalau sudah punya sertifikat, baru dikasih tahu. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyalahgunaan identitas untuk pinjaman online (pinjol) ilegal menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur. Pemprov…

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…