DKPP Sumenep Diminta Seriusi Persoalan Kelompok Fiktif di Desa Duko Rubaru

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kantor DKPP Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
Kantor DKPP Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Sejumlah aktivis di Kab. Sumenep, mendesak Kepala Dinas Ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) kab. Sumenep, untuk memanggil BPP kecamatan Rubaru kab. Sumenep.

Tujuannya agar pemain yang memanfaatkan kelompok tani dibawah segera di sidak, karena meresahkan suatu kelompok lainnya, yang namanya dicatut dan dimasukkan dalam sebuah kelompok. Kata Zaini kepada Surabaya pagi

"Namanya masuk di struktur kelompok tani, tapi orangnya tidak mengetahui jika menjadi anggota kelompok, makanya nanti saya akan ajukan nama kelompoknya untuk mengkroscek bantuan apa yang sudah diterima"

Hal ini, kata Zaini, harus segera di sanksi pelakunya, karena telah mencatat nama kelompok untuk kepentingan diri sendiri, saya akan terus kawal kelompok yang bermasalah dari berbagai titik di beberapa kecamatan. Jelasnya

"Kecamatan Pasongsongan dan Rubaru ini menjadi perhatian publik, banyaknya kelompok tani  di dua kecamatan ini, karena memang areal lahan yang dimiliki oleh masyarakatnya sangat luas dan produktif bagi petani"

Dikatakan Zaini, banyaknya delik aduan kelompok tani yang belum mendapatkan program bantuan dari pemerintah hal itu dikarenakan tidak memiliki kedekatan dengan Gapoktandes dan Gapoktancam, ini benar-benar lucu.

"Kelompok Tani dengan mudah mendapatkan bantuan, jika memiliki kedekatan dengan Gapoktandes atau Gapoktancam, makanya persoalan di Kecamatan Rubaru, ini perlu disikapi serius oleh Dinas terkait"

Selanjutnya, Kata Zaini,  BPP kecamatan Rubaru, harus proaktif kepada kelompok tani untuk mensosialisasikan produk unggulan pertanian dan melegalkan nama kelompoknya agar tidak bermasalah secara administrasi.

"Bantuan itu harus dibagi rata terhadap sejumlah kelompok yang ada, jangan dimonopoli oleh ketua kelompok dan kelompok tertentu, ini pasti muncul komplik di dalam satu desa yang memiliki beberapa kelompok"

Zaini mengatakan, pihaknya melakukan insert di dua kecamatan yakni Kecamatan Pasongsongan dan Rubaru, karena di dua kecamatan ini letak areal lahan produktif bagi petani, meski di daerah pasongsongan terbagi antara petani dan nelayan.

Kedepannya, zaini melirik dua kecamatan lainnya, yakni kecamatan Ambunten dan Saronggi, aduan sudah banyak dari kelompok tani bermasalah, hanya masih fokus kepada dua kecamatan dulu. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Lamongan Raih Dua Penghargaan pada FESyar Jawa Timur 2026

Lamongan Raih Dua Penghargaan pada FESyar Jawa Timur 2026

Senin, 28 Sep 2026 18:04 WIB

Senin, 28 Sep 2026 18:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjadi salah satu pemerintah daerah yang turut bekerja keras mengawal, dan dianggap berjasa dalam memajukan ekonomi syariah di…

Pagar Mall dan SLF Disorot, DPRD Desak Audit Fisik Bangunan di Surabaya

Pagar Mall dan SLF Disorot, DPRD Desak Audit Fisik Bangunan di Surabaya

Senin, 28 Sep 2026 18:01 WIB

Senin, 28 Sep 2026 18:01 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Isu Sesar Surabaya dan Sesar Waru yang kembali menjadi perhatian publik mendapat respons dari DPRD Kota Surabaya. Di tengah…

RPH Surabaya Pastikan Daging ASUH, Masyarakat Bisa Beli di Pasar Arimbi dan Lapak Mitra

RPH Surabaya Pastikan Daging ASUH, Masyarakat Bisa Beli di Pasar Arimbi dan Lapak Mitra

Senin, 28 Sep 2026 17:59 WIB

Senin, 28 Sep 2026 17:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda mengajak masyarakat lebih selektif dalam…

Genjot Pajak Daerah, 105 Tapping Box Dipasang di Hotel dan Restoran Kota Mojokerto

Genjot Pajak Daerah, 105 Tapping Box Dipasang di Hotel dan Restoran Kota Mojokerto

Senin, 28 Sep 2026 17:58 WIB

Senin, 28 Sep 2026 17:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Mojokerto memasang 105 unit alat tapping box di sejumlah hotel dan …

Puluhan Massa Desak Kejari Kota Kediri Usut Dugaan Jual Beli Kios dan Mangkraknya Alun-Alun

Puluhan Massa Desak Kejari Kota Kediri Usut Dugaan Jual Beli Kios dan Mangkraknya Alun-Alun

Senin, 28 Sep 2026 17:29 WIB

Senin, 28 Sep 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Kota Kediri menggelar aksi damai di depan Kejaksaan Negeri (Kejari)…

'Police Goes To School' Terus Digalakan Polres Blitar Bertema Hindari Kekerasan Bullying

'Police Goes To School' Terus Digalakan Polres Blitar Bertema Hindari Kekerasan Bullying

Senin, 28 Sep 2026 16:05 WIB

Senin, 28 Sep 2026 16:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setiap hari Senin Polisi Masuk Sekolah "Police Goes To School, dalam Kegiatan mengikuti Upacara Bendera di setiap sekolah, baik di…