DKPP Sumenep dan BPP Kecamatan Rubaru Selidiki Poktan Fiktif yang Merugikan Negara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua komunitas Indonesia menggugat (KIM) Madura, Akhmad Faisol S. Sos, saat ditemui reporter Surabaya pagi. SP/Ainur Rahman
Ketua komunitas Indonesia menggugat (KIM) Madura, Akhmad Faisol S. Sos, saat ditemui reporter Surabaya pagi. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Persoalan yang viral terkait Poktan fiktif di desa Duko dan mendapat bantuan dari pemerintah ditemukan oleh ketua LSM Super dan sempat menjadi kajian oleh para aktivis di Kab. Sumenep

Desakan aktivis dan ketua LSM Super itu belum ada tanggapan dari kepala DKPP sehingga direspon negatif oleh ketua Indonesia menggugat (KIM) Madura, Akhmad Faisol S. Sos,

Saat ditemui reporter Surabaya pagi, Faisol sapaan akrabnya mengatakan, Kepala DKPP itu semestinya tidak menjabat plt di Bappeda atau di BKPSDM sehingga banyak hal penting di Dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP)  terhambat.

"Katanya, Kepala DKPP kab. Sumenep, itu selain menjabat kepala Dinas pertanian, juga menjadi Plt. di Bappeda dan tugas tambahan di BKPSDM, entah kebenaran informasinya saya kurang paham"

Namun jika informasi itu benar, jelas sebagai Kepala Definitif, di Dinas Ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) terbengkalai, banyaknya persoalan di tubuh kelompok tani tidak menemukan solusi atau jalan keluar.

"Ini juga bagian dari kelemahan Bupati Kab. Sumenep, dalam hal menggerakkan Satuan organisasi pemerintah Daerah (SOPD) di lingkungan pemerintahan Kab. Sumenep"

Dikatakan Faisol, Kepala DKPP Kab. Sumenep itu sama seperti kita, memiliki kelemahan yang sama, sebagai manusia yang tak sempurna, kata dia, pihaknya memohon kepada Bupati untuk segera mengisi kekosongan kepala Dinas yang kosong, agar kerjanya lebih fokus dan terarah. Tudingnya

"Jadi, Bapak Bupati di mohon untuk lebih fokus kepada mengisi kekosongan jabatan kepala Dinas yang kosong, tujuannya agar kerjanya bisa fokus kepada satu bidang pekerjaan saja, yakni sesuai dengan bidangnya".

Lalu, kata dia, Jika kepala DKPP menjabat Plt. Di banyak Dinas, apa tidak menghambat kepada pekerjaannya yang memang menjadi tanggung jawabnya.

"Saya mengikuti, berita temuan LSM Super terkait banyaknya temuan kelompok Fiktif di Kecamatan Rubaru, namun media saat hendak konfirmasi kepada kepala Dinas, selalu tidak ada ditempat"

Jadi, kata dia, berita terkesan sepihak, dan tak menemukan titik penyelesaiannya, namun sambungnya, informasi yang dihimpun dari para aktivis, delik aduan kelompok tani fiktif itu terus menjadi kajian para aktivis untuk dilaporkan kepada penegak hukum.

"Saya pikir, langkah yang tepat bagi para aktivis, untuk menempuh jalur hukum,  karena kelompok tani yang fiktif dan mendapatkan bantuan menggunakan uang negara"

Langkah licik, Kelompok Tani di Desa Duko dengan berkedok kelompok untuk mendapatkan bantuan, akan menjadi atensi publik untuk segera dituntaskan dan dilaporkan segera. 

"Saya sangat setuju, jika keberadaan kelompok fiktif itu segera mungkin dilaporkan, karena perbuatannya sudah mencederai hukum, apalagi sudah mendapat bantuan dari negara "

Dikatakan Faisol, pihaknya, sangat setuju dengan para aktivis dan Ketua LSM Super untuk memproses aduan kelompok agar bisa diselesaikan proses hukum secepatnya, 

"Saya kira sudah sewajarnya diproses secara hukum, mengingat Kepala  DKPP dan BPP kecamatan Rubaru belum mengambil langkah terkait temuan, adanya poktan fiktif mendapat bantuan oleh pemerintah. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Direktur PT Jatim Parkir Center (JPC), Kiagus Firdaus, membuka peluang penyelesaian sengketa lahan melalui negosiasi setelah Pen…

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…