Proyek Pengurugan Lapangan Disoal Tomas

Kades Bakungtemenggungan Bantah Tidak Sesuai Regulasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tokoh masyarakat mendatangi kantor desa Bakungtemenggungan
Tokoh masyarakat mendatangi kantor desa Bakungtemenggungan

i

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Proyek pengurugan tanah lapangan yang berlokasi di Dusun Ciro Wetan Desa Bakungtemenggungan  Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo  disoal tokoh masyarakat (Tomas). Pasalnya, tomas menilai keputusan yang diambil pemerintah desa (Pemdes) atas proyek bakal kantor desa tersebut dianggap sepihak. Lantaran adanya sebagian tomas yang tidak diikut sertakan pada pelaksanaan musyawarah desa (Musdes). 

Salah satu tomas desa setempat, Didik Susanto,  menceritakan, bahwa riwayat tanah lapangan tersebut sebagian merupakan tanah cuilan dari warga gogol dan sebagian merupakan tanah kas desa (TKD). Menurutnya, pihak pemdes tidak bisa serta merta dalam mengambil keputusan. Sebelum proyek kantor desa itu dimulai hendaknya pihak pemdes mengundang para tomas di acara  musyawarah desa (Musdes). 

“Kami ini tokoh masyarakat. Kapan kami diajak musyawarah. Kok ujug ujug ada pengurugan lapangan," tanya   Didik Susanto, kepada Sekretaris Desa Bakungtemenggungan Suntoro, saat mendatangi kantor desa setempat bersama 3 tokoh masyarakat lainya, Senin (20/11/2023) 

Lebih lanjut Didik mengatakan bahwa, sampai saat ini pihak Pemdes Bakungtemenggungan belum melakukan komunikasi pada para ahli waris dari warga gogol. Ia menduga pekerjaan urugan tanah lapangan itu belum mengantongi regulasi yang jelas.

“Saya tidak melarang adanya  pengurugan di lapangan itu. Saya ke sini (kantor desa, Red)  cuma minta diperlihatkan dokumen regulasinya. Dan apabila regulasi itu kurang  benar kita bisa sama - sama cari solusinya,”  katanya. 

Sementara itu, Supiono, salah satu tomas yang sekaligus mengaku sebagai ahli waris dari warga gogol, menyayangkan adanya proyek pengurugan tanah lapangan tersebut. Menurutnya, sebelum pengurugan dilakukan, pihak pemdes harusnya terlebih dahulu menyiapkan tanah pengganti sebagai ganti dari lapangan olahraga tersebut. 

" Saya juga termasuk ahli waris gogol. Harusnya ada tanah sebagai ganti lapangan yang di urug itu," kata Supiono. 

Terkait hal ini, Kepala Desa Bakungtemenggungan, Abu Dawud menjelaskan  bahwa sebelum proyek pengurugan dilaksanakan pihaknya sudah terlebih dahulu melaksanakan musyawarah desa (Musdes) bersama para tomas dan para pemuda. Para tomas dan para pemuda menyetujui  jika tanah lapangan tersebut jadikan kantor desa. 

" Sudah kami lakukan Musdes. Dan hasilnya para tokoh masyarakat dan pemuda menyetujui kalau tanah lapangan itu, diperuntukan untuk kantor desa," tegasnya.

Ia juga mengaku bahwa, regulasi proyek pengurugan tanah lapangan di desanya sudah dilalui sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku. 

" Semua ada aturan dan prosedurnya. Tidak ada yang tidak kami lalui, semuanya sudah jelas dan sesuai aturan," akunya.

Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Bakungtemenggungan, Suntoro mengaku bahwa proyek urugan tanah lapangan di desanya sudah dilakukan sesuai aturan, bahkan peraturan desa (Perdes) tentang pengelolaan aset milik desa juga sudah disahkan oleh badan permusyawaratan desa (BPD).

" Perdesnya sudah ada, terus kita harus bagimana. Kan semua sudah tertuang pada perdes," katanya. jum

 

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …