Kades Abdul Wahab

Bangun Semangat Gotong -royong, Hilangkan Pelayanan Birokrasi yang Bertele-tele

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H Abdul Wahab, Kepala Desa Ketimang Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.
H Abdul Wahab, Kepala Desa Ketimang Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.

i

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Bersih dari aksi pungutan liar dan selalu mengedepankan musyawarah bersama jika ada masalah. Itulah prestasi yang dibuat  oleh H Abdul wahab, Kepala Desa Ketimang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo

Sejak memimpin desanya,  ia dianggap berhasil membangun semangat gotong royong dan menghilangkan pelayanan ala birokrasi yang bertele-tele. Mulai dari pembuatan KTP, mengurus akte kelahiran, hingga surat pernikahan, warganya tidak pernah dipersulit.

"Kalau semangat gotong royong sudah bisa dan enggak ada lagi pamrih. Kalau betulin jalan rusak, bangun masjid, semuanya ya gotong royong. Dan pengelolaan dana desa juga kami lakukan secara transparan," ujar  Abdul Wahab, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/11/2023)

Kades Abdul Wahab, juga mengungkapkan bahwa, awal perjuangan memimpin desanya yang memiliki jumlah ribuan jiwa ini bisa dibilang cukup berat. Sebab, menyatukan pola pikir agar bisa selaras adalah perjuangan yang butuh proses waktu. Secara bertahap, akhirnya ia aktif dari rumah ke rumah warga untuk berkomunikasi. Cara ini dilakukan ini sejak awal ia memimpin desanya.

"Jabatan Kades ini amanah. Saya wajib berikan contoh yang terbaik bagi masyarakat. Ini, begini, itu harusnya begitu. Tidak mudah, berat, tapi semuanya saya lakukan dengan ikhlas. Waktu terasa lama. Tapi, saya berjuang terus," ungkapnya

Sambil aktif berkomunikasi dengan warganya, Kades Abdul Wahab langsung mengarahkan jajaran perangkat kerja bawahannya untuk bisa melayani warga dengan sepenuh hati. Awalnya, cara ini juga sulit karena itu, ia memberikan contoh langsung kepada bawahannya. Sikap santun, ramah, dan tidak pamrih dilakukannya sebagai contoh langsung.

"Harus berkorban dengan waktu. Semuanya ada imbalan kepuasan. Ya, bisa dilihat kalau jalan ke desa saya. Mereka (warga, red) gemar bergotong royong. Dan kalau ada masalah, nggak harus ke polisi, tapi pakai cara musyawarah. Yang bagusnya lagi, cara pungli sudah tidak ada, semuanya berjalan ikhlas untuk bantu," pungkasnya. jum

Berita Terbaru

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP  ‎

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp210 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Arm…

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mulai menggencarkan pemeriksaan kesehatan hingga disuntik vitamin secara…

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Tidak banyak negara yang memiliki kemewahan seperti Indonesia. Kita berada di kawasan tropis dengan penyinaran matahari yang relatif…

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan melalui program Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan),…

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seiring berkurangnya sumber pakan alami di kawasan hutan Pegunungan Wilis, sebanyak ratusan kera ekor panjang (maccaa…