SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Perubahan musim menjadi potensi risiko seperti tanah longsor, angin kencang, petir, dan banjir. Salah satunya yang terjadi di wilayah Ponorogo, tercatat bahwa angin kencang telah menyebabkan kerusakan pada puluhan bangunan.
Mengikuti prediksi BMKG, Ponorogo wilayah timur masuk transisi hujan atau pancaroba yang diprediksi pada pekan kedua November. Dan tampaknya pada pekan ketiga wilayah di Ponorogo sudah mulai hujan.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, sebanyak 29 bangunan di Dusun Tugunongko, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jawa Timur mengalami rusak akibat angin kencang tersebut.
“Kurang lebih 29 bangunan rusak akibat angin kencang. 25 rumah rusak ringan, dan 4 bangunan lainnya rusak agak berat,” jelasnya, Selasa (28/11/2023).
Masun menerangkan, mayoritas bangunan rumah yang mengalami kerusakan bagian asbes maupun genteng yang pecah terbawa angin sekitar 1 sampai 5 asbes. Sedangkan agak berat hingga puluhan asbes lepas terbawa angin.
“Ada juga yang gentengnya beterbangan. Juga kandang ambrol,” terang mantan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) itu.
Selain puluhan bangunan rusak, kata dia, ada juga satu warga bernama Santoso (36) warga setempat yang mengalami luka ringan.
“Kepala korban tertimpa atap yang roboh. Walaupun begitu, tidak ada yang mengungsi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, akibat angin kencang tersebut sejumlah bangunan yang terdampak diantaranya, rusak ringan sebanyak 25 bangunan (25 rumah). Sedangkan rusak sedang sebanyak 4 bangunan (1 rumah, 1 kios, 1 kandang, 1 garasi). png-01/dsy
Editor : Desy Ayu