SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Gibran Rakabuming Raka sempat menjadi sorotan lantaran salah sebut asam folat menjadi asam sulfat, terkait kebutuhan nutrisi ibu hamil.
Gibran salah ucap saat dalam acara Diskusi Ekonomi Kreatif yang digelar di Jakarta Selatan, Minggu (3/12/2023). Potongan video ucapan Gibran itu pun viral di media sosial.
"Lalu ketika hamil harus dicek, misalnya asam sulfat, yodiumnya terpenuhi nggak," kata Gibran.
Ditemui terpisah, Gibran menyadari kesalahan pengucapan tersebut. Dia pun meminta maaf atas hal tersebut.
Atas peristiwa itu seorang teman bertanya soal intelektual Gibran. Lalu ia bertanya apa cita-cita Jokowi, yang belum terwujud?
Teman yang berprofesi dosen menyebut mengedukasi Gibran. Edukasi ini terkait dua program yang pernah digunakan kampanye Jokowi, untuk menyedot suara rakyat. Pertama, Nawa Cita. Kedua, Revolusi Mental.
Jokowi ingin menjadikan revolusi mental aparatur sipil negara (ASN) sebagai program prioritas 2023.
Program Revolusi Mental dimaksudkan untuk meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing. Antara lain dengan bantuan sosial, pemerataan pendidikan berkualitas, akses dan mutu kesehatan. Sekaligus pendidikan keterampilan dan vokasi. Total anggaran Rp 223,8 triliun. Hui! Luar biasa besarnya.
Beberapa diantaranya mendorong UMKM. Ini terkait aspek pemerataan dalam pembangunan. Selain infrastruktur di tingkat kabupaten. Terutama kondisi jalan-jalan di kabupaten.
Ada juga usulan lainnya dari Banggar (Badan anggaran) DPR-RI. Banggar prioritaskan pengembangan sumber daya manusia (SDM), mulai dari pendidikan, kesehatan, dan penyaluran bantuan sosial (bansos).
Sebagai Wali Kota Solo, apakah Gibran, paham soal Program Revolusi Mental ayahnya? Kalau paham, mengapa urusan maju cawapres Prabowo, ia tidak keluar dari PDIP, secara adat budaya Indonesia, tapi langsung merapat ke koalisi pendukung Prabowo.
***
Dalam Apel Siaga Perubahan yang digelar Nasdem di Gelora Bung Karno (GBK) Minggu (16/7/2023) lalu, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, menyebut revolusi mental yang digagas Jokowi di awal pemerintahan 2014, sampai kini belum terwujud.
Padahal, Nasdem mendukung Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019. Salah satunya adalah gagasan revolusi mental . Ia menarasikan, pikiran, gerakan perubahan, identik dengan revolusi mental yang digagas Jokowi. Tapi Paloh menyebut, revolusi mental belum terwujud selama hampir 10 tahun pemerintahan Jokowi.
Catatan jurnalistik saya, saat masih berpasangan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jokowi mengumumkan program prioritas bertajuk Nawacita.
Nawacita adalah sembilan program prioritas Jokowi-JK yang disampaikan pada saat mengikuti Pilpres 2014. Pada dokumen visi, misi, dan program kerja Jokowi-JK, Nawacita dijabarkan panjang hingga 5,5 halaman. Setiap poin dari Nawacita kalimat pertama ditulis dengan huruf tebal.
Sembilan agenda pokok ini untuk melanjutkan semangat perjuangan dan cita-cita Soekarno yang dikenal dengan istilah Trisakti. Cita-cita Soekarno ini berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Salah satu agenda dalam Nawa Cita yang paling banyak dibahas bahkan diperdebatkan oleh publik adalah poin nomor 8 yakni, revolusi karakter bangsa atau lazim disebut revolusi mental . Pembahasan hangat tentang revolusi mental berlangsung sejak masa kampanye Pemilu Presiden 2014, bahkan sempat menjadi trending topic di jejaring sosial. Dalam sebuah tulisan di harian nasional, Jokowi menjelaskan bahwa arti dari revolusi mental yang dia gagas adalah menggalakkan pembangunan karakter untuk mempertegas kepribadian dan jadi diri bangsa sesuai dengan amanat Trisakti Soekarno.
Dan untuk mencapai tujuan tersebut, menurut Jokowi, sistem pendidikan harus diarahkan untuk membantu membangun identitas bangsa Indonesia yang berbudaya dan beradab. Termasuk menjunjung tinggi nilai-nilai moral agama yang hidup Indonesia.
Pertanyaan untuk Presiden Jokowi, apakah perilaku Gibran, kader PDIP yang mendadak lompat pagar ke Golkar, gegera kepincut ajakan cawapres, apa anak sulungnya sudah diedukasi tentang revolusi mental. Apa jawaban klasik Jokowi? "Tanyakan ke Rakyat!". Masya Allah.
***
Konsep yang disosialisasikan Jokowi sampai ke daerah-daerah, Revolusi mental diperlukan untuk mengembalikan karakteristik orisinal bangsa, yaitu santun, berbudi pekerti, ramah, dan bergotong royong.
Bagi Jokowi, Revolusi Mental merupakan sebuah gerakan membangun karakter bangsa yang mengubah cara pikir menjadi lebih baik, mandiri, berkarakter dan nasionalis.
Gerakan Revolusi Mental dimasukan kedalam agenda Pembangunan Nasional. Dan ini dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Bahkan, Jokowi pernah berjanji peningkatan kualitas sumber daya manusia akan diperhatikan oleh pemerintah. Maka, Jokowi menyusun agenda prioritas program kerjanya yang dikenal dengan istilah Nawacita.
Menurut Deputi Koordinasi Bidang Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Agus Sartono, MBA, Ph.D, terdapat 2 poin dalam Nawacita . Diantaranya, melakukan revolusi karakter bangsa.
“Revolusi mental dilakukan saat ini bukan karena bangsa Indonesia tidak memiliki mental, tapi karena generasi muda akan menghadapi tantangan yang lebih besar di masa mendatang. Oleh karena itu, jangan sampai generasi mendatang kehilangan jati diri,” kata Prof. Agus Sartono, MBA, Ph.D,dalam Dialog Kebangsaan bertemakan Revolusi Mental Memajukan Ekonomi Rakyat, Sabtu (5/12/2018) di Grha Sabha Pramana.
Hal serupa juga disampaikan oleh Dr. H.C. Ary Ginandjar Agustian, pendiri ESQ Leadership Centre. Ia mengumpamakan pembangunan Indonesia saat ini layaknya tembok Cina yang dibangun dengan megah untuk menjadi tembok pertahanan yang kokoh dari serangan musuh, namun berhasil ditembus karena salah satu penjaganya menerima suap. Demikian juga bangsa ini, menurutnya, telah mencoba membangun tembok Cina dalam visi kebangsaan, yaitu menciptakan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur, tetapi lemah dalam pembangunan mental.
Jejak digital yang saya catat, Revolusi Mental adalah jargon yang diusung Presiden Joko Widodo saat masa kampanye.
Menurut Jokowi Revolusi mental berarti warga Indonesia harus kembali mengenal dan menjalankan karakter orisinil bangsa Indonesia yang santun, berbudi pekerti dan bergotong royong.
Nilai nilai karakter bangsa? Diantaranya ada Nilai Pendidikan Karakter tersebut di antaranya religius, jujur, dan toleransi.
Identitas nasional adalah kepribadian nasional atau jati diri nasional yang dimiliki suatu bangsa yang membedakan bangsa satu dengan bangsa yang lainnya. Identitas nasional dalam kosteks bangsa cenderung mengecu pada kebudayaan, adat istiadat, serta karakter khas suatu negara. Integritas. Integritas melibatkan konsistensi antara kata dan tindakan serta memiliki prinsip-prinsip moral yang kuat.Rasa Hormat.
Ada juga kepribadian dan watak serta tingkah laku. Ini termasuk ke dalam salah satu ciri khas atau karakter yang dimiliki seseorang.
***
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut, proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto sebagai bentuk ketidaktaatan politis.
Dia menyebut, PDI Perjuangan saat itu dalam suasana sedih dan terluka terkait dengan pencalonan Gibran Rakabuming Raka itu.
Hasto, melalui pernyataan tertulis, Minggu (29/10/2023), menyampaikan informasi, banyak kader PDI Perjuangan yang tidak percaya hal itu bisa terjadi.
”Kami begitu mencintai dan memberikan privilese yang begitu besar kepada Presiden Jokowi dan keluarga. Namun, kami ditinggalkan karena masih ada permintaan lain yang berpotensi melanggar pranata kebaikan dan konstitusi. Pada awalnya kami hanya berdoa agar hal tersebut tidak terjadi, tetapi ternyata itu benar-benar terjadi,” ujar Hasto, Minggu (29/10/2023).
Hasto memyebut pencalonan Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden (cawapres) merupakan hasil dari political disobidience atau pembangkangan politik yang turut didukung oleh rekayasa hukum di Mahkamah Konstitusi (MK).
Di dalam gerakan tersebut, salah satunya adalah Revolusi Mental untuk memperkuat ketahanan, kualitas, dan peran keluarga serta masyarakat.
Nah, adanya peristiwa politik semacam itu, jangan jangan makna revolusi Mental, tidak dan belum dimengerti oleh Gibran? ([email protected])
Editor : Moch Ilham