Pemerintah Setujui: Pembelian Pupuk Subsidi Para Petani Cukup Pakai KTP Saja

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Momen Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ikut memanen padi dengan para petani saat melintasi Jalan Lingkar Baru Soreang. SP/ JKT
Momen Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ikut memanen padi dengan para petani saat melintasi Jalan Lingkar Baru Soreang. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pemerintah RI telah menyetujui penggunaan KTP untuk pembelian pupuk subsidi oleh para petani tanpa harus menunjukkan Kartu Tani. Hal tersebut untuk mendukung produksi sekaligus meningkatkan produksi pangan nasional.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pembelian pupuk menggunakan KTP oleh para petani hanya bisa dilakukan jika di KTP tersebut memang memiliki keterangan status pekerjaan sebagai petani.

"Tapi, jangan sampai KTP tertulis pengusaha beli pupuk hati-hati atau di sini tulisannya ASN cari pupuk juga gak bisa. Artinya, pakai KTP itu tulisan pekerjaannya petani. Pengecer setuju?" ujarnya, Kamis (14/12/2023).

Kebijakan tersebut diputuskan Presiden Jokowi lantaran Pemerintah ingin meningkatkan produksi pangan nasional. Sehingga selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, juga bisa meningkatkan kesejahteraan para petani.

"Kalau nanti produksi melimpah ini pas para petani seneng pas harga beras harga gabah itu pada posisi tinggi, bener? Tahun lalu harga masih Rp 4.200-Rp 4.300 betul? Hari ini harganya Rp 7.300-Rp 7.800 saya muter. Petani seneng gak? Seneng, harganya akan baik," kata Jokowi.

Sehingga dengan adanya kebijakan tersebut, produksi beras bisa terus ditingkatkan. Jokowi juga meminta PPL (penyuluh petani lapangan) dan Babinsa agar memberikan pendampingan kepada para petani, mulai dari sebelum penanaman, saat penanaman, hingga pasca panen. jk-02/dsy

Berita Terbaru

Pemprov Jatim Siapkan Pola Kerja ASN Saat Ramadan Lebaran, Pelayanan Publik Tetap Prioritas

Pemprov Jatim Siapkan Pola Kerja ASN Saat Ramadan Lebaran, Pelayanan Publik Tetap Prioritas

Jumat, 13 Mar 2026 04:15 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 04:15 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan pengaturan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2…

Pemindahan Ibu Kota Mojokerto: Antara Ambisi Pembangunan dan Ujian Tata Kelola

Pemindahan Ibu Kota Mojokerto: Antara Ambisi Pembangunan dan Ujian Tata Kelola

Jumat, 13 Mar 2026 03:09 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 03:09 WIB

RENCANA pemindahan pusat pemerintahan atau ibu kota Kabupaten Mojokerto ke Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, sejak awal diposisikan sebagai salah satu program…

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM,Madiun - Di tengah gencarnya narasi keberpihakan pada UMKM dan pasar rakyat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengajak pul…

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

KPK Ungkap Temuan Korupsi di Kabupaten Pekalongan Hingga Rp 46 Miliar oleh Keluarga Mantan Pedangdut   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bupati Pekalongan nonaktif …

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Trump Isyaratkan Akhiri Perang, Karena Harga Minyak   SURABAYAPAGI.COM, New York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Rabu (11/3) …

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto…