SURABAYAPAGI.com, Bandung - Bertepatan pada Hari Natal Senin (25/12/2023), Sejumlah daerah di Kabupaten Bandung baru saja diterjang banjir bandang sekaligus angin kencang hingga merusak banyak rumah dan korban luka-luka.
Laporan visual yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 102 rumah rusak dan 6 warga terluka. Warga tersebut terluka setelah tertimpa material bangunan.
“Warga yang terluka mendapat perawatan intensif, sementara kejadian banjir bandang tidak ada korban jiwa,” kata Abdul Muhari selaku Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Selasa (26/12/2023).
Pihaknya merincikan, 102 rumah yang rusak terdiri dari 14 rusak berat, 2 rusak sedang dan 62 rusak ringan. Sementara itu ada enam rumah rusak ringan setelah diterjang banjir bandang.
Sedangkan rumah yang rusak akibat angin kencang ini rata-rata mengalami kerusakan di bagian atap. Tapi ada juga bangunan yang roboh hingga rata dengan tanah.
Dia menambahkan, kawasan yang dilanda angin kencang yakni Kecamatan Baleendah, Ciparay dan Anjasari. Sedangkan banjir bandang terjadi di Kecamatan Dayeuhkolot.
Menyikapi hal itu, maka BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan.
"Pastikan memperoleh perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca dari BMKG dan informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, TNI, Polri dan lintas instansi lainnya," tandasnya.
Selain itu, guna mengantisipasi potensi ancaman bencana hidrometeorologi lainnya, seperti banjir, BNPB mengimbau apabila terjadi hujan dalam durasi lebih 1 jam, maka masyarakat di bantaran sungai atau di lereng gunung maupun tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu. jk-09/dsy
Editor : Desy Ayu