Diduga Bermasalah, Warga di Jombang Minta Hentikan Pekerjaan Pengetasan Kawasan Kumuh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hearing bersama warga Desa/Kecamatan Jombang, Dinas Perumahan dan Permukinan (Perkim) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang.
Hearing bersama warga Desa/Kecamatan Jombang, Dinas Perumahan dan Permukinan (Perkim) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Proyek program pengentasan kawasan kumuh yang diampu Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, disinyalir bermasalah sehingga mendapat penolakan dari masyarakat Desa Candimulyo.

Program pengentasan kawasan kumuh bersumber dana dari Pemerintah Pusat senilai Rp 20 miliar lebih tersebut, menurut warga Dinas teknis yang mengampu proyek itu tidak bisa menunjukkan dokumen perizinan maupun dokumen lingkungan.

"Sampai bisa menunjukan dokumen perizinan yang lengkap dan tuntutan warga terpenuhi. Seluruh pengerjaan harus dihentikan," kata salah seorang perwakilan warga Desa Jombang, Indra Maulana.

Kalau tidak ada, diungkapkannya seharusnya proyek tersebut dihentikan terlebih dahulu sebelum bisa menunjukan dokumen-dokumen yang lengkap.

”Ya kan peraturannya seperti itu. Apabila tidak bisa menunjukan dokumen ya harus berhenti dulu. Intinya buka aja dulu dokumennya,” tegas Indra.

Saat hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD maupun dinas terkait, masyarakat terlihat belum puas. Lantaran, belum mendapatkan penjelasan secara detail terkait program pengentasan kawasan kumuh itu. ”Sebenarnya kami ingin mengetahui perizinannya, dokumen lingkungan dan lain sebagainya,” bebernya.

Pada RDP juga tidak bisa menghadirkan KSM maupun perintah desa. Sehingga, rapat harus kembali diadakan. "Harapan kami ada keterbukaan dari pemerintah," tandasnya.

Dewan Nilai Ada Kecemburuan Sosial Sementara Wakil Ketua Komisi C DPRD Jombang, Miftahul Huda menuturkan jika dari ada kecemburuan sosial, sehingga mengakibatkan adanya penolakan adanya program tersebut.

”Pembangunan program ini ada yang swakelola melalui KSM (kelompok swakelola masyarakat) yang dibentuk desa,” jelas Huda usai melakukan hearing bersama warga Desa/Kecamatan Jombang, Dinas Perumahan dan Permukinan (Perkim) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang. Dijelaskan kembali, sebagian masyarakat cemburu karena pekerja yang dipilih tidak merata.

"Jadi ada kecemburuan tenaga kerja,” bebernya. Kedua, lanjut Huda informasi yang didapat dari warga pada saat hearing, tidak ada sosialisasi secara menyeluruh. Sehingga, masyarakat tidak mengetahui tentang program tersebut.

Kabid Pengembangan Kawasan Permukiman Dinas Perkim Kabupaten Jombang, Ahmad Rofiq Ashari mengaku, tidak tahu apa yang menyebabkan proyek program pengentasan kawasan kumuh ditolak warga. Terkait warga mempertanyakan izin lingkungan mulai dari Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup ( UKL-UPL ), Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA).

"Semuanya ada (dokumen yang dipertanyakan warga). Nanti kita bawa pas (hearing) jika diminta," katanya.sarep

Berita Terbaru

Hingga per Akhir September 2026, Karhutla di Ponorogo Capai 341,85 Hektare

Hingga per Akhir September 2026, Karhutla di Ponorogo Capai 341,85 Hektare

Selasa, 13 Okt 2026 12:17 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Hingga akhir September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, mencatat kebakaran hutan dan lahan…

Cegah Penularan, Pemkot Madiun Perluas "Skrining" TBC di 68 Titik Lokasi

Cegah Penularan, Pemkot Madiun Perluas "Skrining" TBC di 68 Titik Lokasi

Selasa, 13 Okt 2026 12:07 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mencegah penularan penyakit tuberkulosis (TBC) di lingkungan setempat, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, mulai memperluas…

Perkuat Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Gresik Dorong BUM Desa

Perkuat Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Gresik Dorong BUM Desa

Selasa, 13 Okt 2026 12:01 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Dalam rangka mengembangkan potensi ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah penurunan alokasi Dana Desa…

Di Tengah Musim Kemarau, Seniman Jajar Trenggalek Lestarikan Tradisi Tiban

Di Tengah Musim Kemarau, Seniman Jajar Trenggalek Lestarikan Tradisi Tiban

Selasa, 13 Okt 2026 12:00 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai upaya melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat di tengah musim kemarau panjang…

Wujudkan Rasa Aman dan Nyaman Masarakat, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas

Wujudkan Rasa Aman dan Nyaman Masarakat, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas

Selasa, 13 Okt 2026 11:19 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 11:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Polres Blitar laksanakan Suling Kamtibmas, jelang    Subuh t…

Kawal Bansos Tepat Sasaran, Ketua IKA-PMII Mojokerto Hidayat Terima Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya

Kawal Bansos Tepat Sasaran, Ketua IKA-PMII Mojokerto Hidayat Terima Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya

Selasa, 13 Okt 2026 11:16 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 11:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Ketua IKA-PMII Mojokerto yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, H. Hidayat, menerima Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya dari P…