Ditetapkan Jadi Tersangka, Penggelapan Tanah Kas Desa di Sumenep Datangkan Dua Saksi Bohong

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, atas penetapan H. Sugianto sebagai tersangka penggelapan Kas Desa (TKD) di Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
Persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, atas penetapan H. Sugianto sebagai tersangka penggelapan Kas Desa (TKD) di Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - H. Muhammad Siddik Pelapor atas penggelapan tanah Kas Desa  (TKD) yang mentersangkakan H. Sugianto sebagai pelaku atas penggelapan tanah kas desa di Kab. Sumenep, kini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) di Surabaya.

Menurut Siddik, Persidangan penggugat dari H. Sugianto itu mendatangkan dua saksi, yang mengaku telah penggarap lahan milik tiga desa tersebut, namun keterangan dua saksi tersebut tidak dibenarkan secara hukum, karena setelah H. Sugianto ditetapkan jadi tersangka baru lahan itu digarap.

"Pihak Sugianto itu mendatangkan dua saksi di persidangan, diantaranya, Basori dari Kecamatan Rubaru dan Sudarsono dari kecamatan Lenteng, namun, kedua keterangan saksi tersebut tidak dibenarkan secara hukum"

Kata Siddik, Memang betul pada saat itu ia menggarap lahan, namun dengan pemilik lahan, Pak Kades Paberasan dengan warga itu diusir, karena setelah H. Sugianto ditetapkan jadi tersangka baru mereka menggarap lahan yang diklaim milik tiga desa itu. Tegasnya

"Jadi semua atas kesaksian dua saksi penggugat itu, dipertanyakan oleh pihak hakim maupun dari pihak Polda Jatim, kemudian, di sinkronkan dengan data yang sudah ada,  maka, kesaksian dari penggugat itu tidak benar" 

Dikatakan Siddik, Kesalahan Sugianto itu, setelah pihaknya ditetapkan jadi tersangka atas penggelapan tanah kas desa, baru mendatangkan dua saksi sebagai penggarap lahan, akan tetapi semua kesaksiannya dibantah oleh pihak Polda Jatim. Tegasnya

Kemudian, kata Siddik, pengacara H. Sugianto, melakukan gerakan yang seakan-akan tidak nyambung dengan perkara di persidangan, ia mengatakan bahwa persoalan yang digelar sudah dikategorikan kasus lama yang sudah kadaluarsa.

Namun, sambung, Siddik, bahwa proses penyelidikan kasus atas perkara hukum itu tidak bisa dikategorikan sebagai kadaluwarsa, kata dia, mengutip apa yang disampaikan oleh saksi ahli bahwa kalau tindak pidana korupsi tidak ada kadaluarsanya. Tegas Siddik

Bahkan, kata dia,  dari keterangan saksi ahli, bahwa, pihak penyidik  dalam melakukan proses mendalami hasil laporan, bisa diperbolehkan dalam melakukan penambahan fasal dalam melakukan pendalaman atas dasar gelar perkara yang dilakukan oleh Polda Jatim. Jelasnya

"Jadi penyelidikan kasus atas perkara hukum itu tidak ada kadaluarsanya, kecuali tuntutan jaksa itu ada kadaluarsanya, kalau proses penyelidikan itu tidak ada kadaluarsanya, kalau sudah menemukan  dua alat bukti yang cukup maka polisi punya hak untuk menetapkan pelaku jadi tersangka"

Meski, kata Siddik, di dalam persidangan apa yang disampaikan oleh pengacara H. Sugianto terkait gelar perkara sudah kadaluarsa, namun pernyataan itu tidak dibenarkan oleh pihak kepolisian. Ungkap Siddik

Lalu, sambungnya, Penasihat hukumnya, H. Sugianto'  mempertanyakan,  seolah-olah membikin blunder atas persoalan di persidangan dengan pertanyaan yang tidak nyambung dengan sidang penetapan H. Sugianto jadi tersangka.

"Jadi pengacaranya, selalu mempertanyakan, apakah dibenarkan, kalau kejadiannya pada tahun 1997 kemudian dilaporkan tahun 2015 lalu ditetapkan sebagai tersangka pada tahun, 2021" tiru Siddik.

Pertanyaan itu di luar substansi, seharusnya kata dia, selaku pengacara mempertanyakan, pihak Polda salah menetapkan H. Sugianto sebagai tersangka.

Tadi pengacaranya H. Sugianto, dalam persidangan, mengulang pertanyaan yang sama sekali tidak menyentuh subtansi atas perkara pra peradilan, jadi seolah-olah ingin mengutarakan kasus lain, yang tidak ada relevansinya dengan kesaksian H. Sugianto sebagai tersangka.

Jadi, kata Siddik, di dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, H. Sugianto mendatangkan dua saksi yang mengaku menggarap lahan milik tiga desa itu, ternyata bohong. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Harga komoditas gula pasir di wilayah Lamongan mengalami lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir hingga dikeluhkan para…

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Para peternak sapi perah di Kota Batu, Jawa Timur kini sumringah melihat harga susu sapi segar di tingkat peternak lokal wilayah Kota…

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kepungan sampah plastik, kaleng, sampai rumah tangga terperangkap di trash boom Sungai Kali Tebu yang saat ini…

Minim Hujan di Musim Kemarau Jadi Berkah Positif Para Petani Apel di Kota Batu 

Minim Hujan di Musim Kemarau Jadi Berkah Positif Para Petani Apel di Kota Batu 

Minggu, 07 Jun 2026 14:41 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 14:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Memasuki musim kemarau 2026 dengan cuaca panas dan minimnya curah hujan justru berdampak positif terhadap dan membawa berkah…

Rupiah Terjun ke Level Rp18 Ribu, Pedagang di Pasar Surabaya Ngeluh Merugi

Rupiah Terjun ke Level Rp18 Ribu, Pedagang di Pasar Surabaya Ngeluh Merugi

Minggu, 07 Jun 2026 14:34 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 14:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menembus level Rp18.000 menjadi sorotan. Bahkan, sejumlah…

Destinasi Ranu Regulo Jadi Spot Favorit Berkemah di TNBTS dengan View Danau

Destinasi Ranu Regulo Jadi Spot Favorit Berkemah di TNBTS dengan View Danau

Minggu, 07 Jun 2026 13:21 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 13:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Bagi para pecinta aktivitas berkemah saat berlibur atau berakhir pekan, wajib mengunjungi Ranu Regulo yang saat ini menjadi…