Tewasnya Santri Usai Dikeroyok Teman

Ponpes Tahsinul Akhlak Buka Suara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gus Wafa beri keterangan pada wartawan. SP/Lestariono
Gus Wafa beri keterangan pada wartawan. SP/Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Atas peristiwa tewasnya MAR 14 siswa Santri Ponpes TA di Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, akibat dikeroyok temannya, pihak ponpes akan melakukan perbaikan sistem keamanan di lingkungan Ponpes sekaligus akan memberi pendampingan ke 17 santrinya yang kini menjadi tersangka.

Hal itu disampaikan Gus Wafa Bahrul Amin  yang tak lain putra Kyai Muhrozi pimpinan ponpes tersebut kepada wartawan, Selasa (9/1) siang. Menurut Gus Wafa panggilan sehari harinya, pihak Ponpes Tahsinul Akhlak dan seluruh pengasuh ponpes menyampaikan bela sungkawa serta duka cita sedalam-dalamnya atas musibah tersebut, 

“Dengan kejadian musibah yang terjadi adalah diluar kehendak kami, untuk itu kami akan melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pengawasan agar agar tidak terulang kembali kejadian seperti ini,” terang  Gus Wafa.

Untuk diketahui peristiwa pengeroyokan terhadap MAR pada Rabu 3 Januari 2024 oleh para santri Ponpes TA terhadap MAR  (Korban) dengan tuduhan pencurian uang milik teman temanya, akhirnya pihak Polres Blitar melakukan menetapkan 17 santri teman korban sebagai tersangka.

Atas kejadian itu Gus Wafa mengatakan kejadian itu bukan hal yang disengaja, tapi karena pelaku masih anak-anak tidak menyangka sampai terjadi hal demikian parah. 

"Setelah kejadian itu para santri yang melakukan (pemukulan) juga lemas dan menyesal, mereka pun juga melapor ke pengurus, hingga dibawa ke rumah sakit,” tuturnya, Selasa (2/1/2024).

"Karena hari pertama, para pengurus sibuk dengan kedatangan santri sehingga kecapean. Kami juga tidak tahu sampai ada skenario, santri melakukan hal tersebut (pengeroyokan) di salah satu ruang kosong yaitu tempat yang tidak umum digunakan untuk aktivitas santri sehari-harinya,” Gus Wafa menambahkan.

Sebelum kejadian tersebut, sebenarnya sudah ada tindak lanjut dari pengurus (mediasi) dimana korban telah melakukan pelanggaran aturan pondok (mencuri), semula hanya indikasi kemudian mengerucut pada korban. Lalu ada penyidangan, namun masih di tahap pengurus saja dan di ruangan tertutup.

"Memang korban mengakui melakukan pelanggaran tersebut, hasilnya juga tidak disampaikan kepada siapapun,” papar Gus Mufa.

Namun karena namanya anak-anak yang niatnya hanya membuat jera korban, tapi karena tidak sinkron antara keinginan dengan tindakan hingga kondisi korban seperti itu (sampai dibawa ke rumah sakit). Oleh karena itu Gus Wafa mengakui, mungkin ini kekhilafan pengurus, maka akan dilakukan perbaikan kedepannya.

 “Semisal dengan perbaikan sistem keamanan, kemudian pendampingan santri agar kedepan proses pendidikan di pondok semakin baik,” terang Gus Wafa.

Menurutnya, saat ini pihak Ponpes Tahsinul Akhlak masih fokus dan kooperatif pada proses hukum yang berjalan, termasuk pendampingan ke 17 santrinya. 

"Pihak ponpes terus membangun komunikasi, serta media kekeluargaan antara keluarga korban dan pelaku. Karena mereka semua adalah santri pondok dan masih anak-anak,” pungkas Gus Wafa.

Dan saat ini jumlah santri di Ponpes Tahsinul Akhlak ada sekitar 121 orang yang mondok, namun ada juga santri warga sekitar, yang tidak mondok tapi belajar agama dan ngaji. Les

Berita Terbaru

Proyek Jalan Lingkungan Pondok Mutiara Siluman Tanpa Papan Nama

Proyek Jalan Lingkungan Pondok Mutiara Siluman Tanpa Papan Nama

Selasa, 27 Okt 2026 17:34 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Proyek pemeliharaan jalan lingkungan di Perumahan Pondok Mutiara, Desa Jati, Kecamatan Sidoarjo, memicu sorotan tajam publik. P…

Dongkrak Ekonomi Warga Desa Pagerwojo Mendapat Pelatihan Wirausaha Baru (WUB)

Dongkrak Ekonomi Warga Desa Pagerwojo Mendapat Pelatihan Wirausaha Baru (WUB)

Selasa, 27 Okt 2026 17:29 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Puluhan warga Desa Pagerwojo, Buduran antusias mengikuti program pelatihan Wirausaha Baru (WUB) yang digelar Dinas Koperasi dan…

Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Raih Mandaya Award sebagai Pesantren Mandiri dari Kemenko PM

Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Raih Mandaya Award sebagai Pesantren Mandiri dari Kemenko PM

Selasa, 27 Okt 2026 15:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meraih apresiasi Mandaya Awards 2026, atas kiprahnya dalam…

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menekankan pentingnya transparansi, ketertiban administrasi…

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Menjelang prakiraan cuaca yang harusnya memasuki musim penghujan, namun di Kota Probolinggo justru diprediksi mundur. Hujan…

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Puluhan penyandang distabilitas atau difabel Kota Mojokerto mengikuti pelatihan olahan menu kafe di Gedung PLUT, Kota Mojokerto,…