Terkesan 'Blowup', Harga Beras Masih Mahal Meski RI Impor 3 Juta Ton Tahun Ini

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas saat bongkar muatan beras impor yang sudah masuk ke Indonesia. SP/ JKT
Petugas saat bongkar muatan beras impor yang sudah masuk ke Indonesia. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat melaporkan pada tahun 2024 ini, Indonesia akan melakukan impor beras sebanyak 3 juta ton, diantaranya 1 juta ton dari India ditambah 2 juta ton dari Thailand. Dari total impor beras yang akan dilakukan ini, sebanyak 2 juta ton sedang dalam proses.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto juga menyebutkan keputusan impor beras itu sudah diputuskan sejak Februari 2023 lalu. Kendati demikian, dia tidak menyebutkan berapa anggaran untuk impor beras ini. Menurutnya, dengan keputusan impor tersebut cadangan pangan Indonesia aman.

"Ya itu kira-kira, tergantung realisasi harga beras per tonnya berapa," ujarnya, Rabu (10/01/2024).

Lebih lanjut, masih menurut Airlangga, jika rencana impor beras ini tidak serta merta langsung sebanyak 3 juta ton masuk ke Indonesia. Sebab 3 juta ton merupakan kuota impor, tetapi yang sudah diproses akan masuk di bulan Maret 2024.

"Kita lihat di musim tanam. Jadi diharapkan stok itu masuk, sekarang sampai Maret diharapkan bisa masuk. Sisanya kita lihat lagi kuartal per kuartal," terang Airlangga.

Disisi lain, Analis Kebijakan Pangan Syaiful Bahari juga menilai rencana impor beras yang sudah diputuskan sejak awal tahun lalu tidaklah wajar. Ia juga melihat keputusan impor beras sejak 2023 sampai 2024 tidak pernah ada kepastian, dan terkesan hanya ‘blowup’ saja agar masyarakat tidak panik.

"Jika benar impor yang direncanakan pemerintah terealisasi, harga beras tidak akan terus menerus naik seperti sekarang. Nyatanya sedikit sekali jumlah beras yang digunakan untuk operasi pasar dan program SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pasar), sehingga tidak ada pengaruhnya terhadap penurunan dan stabilisasi harga beras," katanya.

Ia mengatakan proses impor sebenarnya tidak lama jika memang negara eksportir bersedia melepas berasnya. Menurutnya, paling lama satu sampai dua bulan.

"Tetapi persoalannya adalah harga beras internasional saat ini sudah mahal, sementara pemerintah masih mencari harga murah, tidak akan ketemu," katanya.

Masih menurut Syaiful, jika harga beras di awal 2024 masih akan tetap tinggi lantaran suplai gabah petani yang masih terbatas. Apalagi, beras impor yang akan datang nantinya juga diprioritaskan untuk kebutuhan bantuan pangan, alih-alih untuk operasi pasar secara masif. 

"Jumlah beras yang berasal dari dalam negeri tidak akan cukup untuk menurunkan harga beras," ujar Syaiful.

Ditambah, kemampuan Bulog untuk menyerap gabah petani saat panen raya mendatang cenderung rendah. Pasalnya, standar kualitas gabah dan beras yang tinggi dari Bulog akan sulit dipenuhi oleh hasil panen dari petani dan penggilingan padi skala mikro maupun menengah. 

"Persyaratan tersebut hanya bisa dipenuhi oleh penggilingan padi besar dan modern," kata Syaiful.

Diketahui, sebelumnya, Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan volume pasokan beras di tanah air aman sampai pertengahan Juni 2024. Pihaknya siap menjalankan tugas dari pemerintah untuk impor 2 juta ton beras, dan sudah banyak negara yang menawarkan beras untuk diimpor ke Indonesia. 

"Insya Allah yakin aman sampai Juni. Bulan Oktober-November kita tuh berada dalam posisi mencari dan berharap belas kasihan (negara lain) untuk mencari beras. Hari ini, kabinet memutuskan 2 juta (ton beras), sekarang yang nawarin ke Bulog sudah lebih dari 4 juta (ton beras)," ujar Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi.

Bayu juga menjelaskan beberapa negara yang kini rutin menawarkan berasnya agar dibeli oleh Indonesia, yakni Thailand dan India. jk-01/dsy

Berita Terbaru

Gus Fawait Tanggapi Santai Soal Dukungan Maju Pilgub Jatim, Fokus Kerja untuk Jember

Gus Fawait Tanggapi Santai Soal Dukungan Maju Pilgub Jatim, Fokus Kerja untuk Jember

Selasa, 15 Sep 2026 22:05 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 22:05 WIB

Jember, Nawacita - Bupati Jember, Gus Fawait, memilih merespons santai perihal dukungan naik ke level provinsi oleh sejumlah kepala Desa di Madura saat event…

NFH Expo 2026 Masuk Surabaya, Industri F&B dan Hospitality Jatim Dibidik

NFH Expo 2026 Masuk Surabaya, Industri F&B dan Hospitality Jatim Dibidik

Selasa, 15 Sep 2026 21:28 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 21:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Industri food and beverage (F&B) dan hospitality di Jawa Timur menjadi sasaran perluasan Nusantara Food & Hotel (NFH) Expo 2026. Untuk …

PWU Butuh Rp100 - 300 Miliar, Ketua DPRD Jatim Buka Peluang Penyertaan Modal

PWU Butuh Rp100 - 300 Miliar, Ketua DPRD Jatim Buka Peluang Penyertaan Modal

Selasa, 15 Sep 2026 20:26 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM – PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur mengungkap besarnya kebutuhan anggaran untuk membenahi tata kelola sekaligus mengoptimalkan aset-aset l…

Eksepsi Raditya Kritik Tajam JPU Tidak Cermat

Eksepsi Raditya Kritik Tajam JPU Tidak Cermat

Selasa, 15 Sep 2026 20:20 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 20:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM,Surabaya. Terdakwa Raditya Mohammer Khadaffi mengajukan eksepsi atas surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya dalam…

IndoBuildTech Kembali ke Surabaya, Industri Konstruksi Jatim Bidik Peluang Bisnis dan Proyek

IndoBuildTech Kembali ke Surabaya, Industri Konstruksi Jatim Bidik Peluang Bisnis dan Proyek

Selasa, 15 Sep 2026 18:20 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 18:20 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pasar konstruksi dan industri bahan bangunan di Jawa Timur kembali menjadi perhatian melalui penyelenggaraan IndoBuildTech Expo S…

Hadir Di 100 Tahun Gontor, Presiden Prabowo Akan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA

Hadir Di 100 Tahun Gontor, Presiden Prabowo Akan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA

Selasa, 15 Sep 2026 17:31 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo -Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dalam…