Kasus Korban Cedera dan Sampah Menumpuk Meningkat

Pemerintah Jepang Batasi Pendakian di Gunung Fuji, Hanya Boleh Hanya 4 Ribu Orang per Hari

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para pendaki tengah beraktivitas naik ke Gunung Fuji. SP/ JPG
Para pendaki tengah beraktivitas naik ke Gunung Fuji. SP/ JPG

i

SURABAYAPAGI.com, Jepang - Pemerintah Jepang berencana untuk membatasi jumlah pendakian di Gunung Fuji yang terletak di dekat pesisir selatan Pulau Honshu, tepatnya di perbatasan Prefektur Shizuoka dan Yamanashi untuk menjaga kelestarian alam gunung tersebut.

Diketahui, ada batasan harian orang yang diizinkan untuk mendaki gunung tersebut. Terhitung 1 Juli 2024, jumlah pendakian Gunung Fuji melalui jalur pendakian Yoshida akan dibatasi hanya 4.000 orang per hari.

Keputusan ini diambil Pemerintah Prefektur Yamanashi di Jepang, yang bertanggung jawab mengawasi aktivitas pendakian di Gunung Fuji seiring meningkatnya jumlah korban cedera, kekhawatiran akan sampah yang menumpuk, serta hal lainnya. 

Selain itu, pembatasan jumlah pendaki di jalur pendakian Yoshida yang terletak di bagian utara Gunung Fuji ini, akan dilakukan bersamaan dengan dimulainya pendakian musim panas selama 70 hari nanti.

Tak hanya itu, Gubernur Kotaro Nagasaki, juga mengumumkan sejumlah aturan tambahan terkait pendakian ke gunung tersebut.

"Kebijakan ini termasuk melarang pendaki melakukan pendakian antara pukul 16.00-02.00 waktu setempat, dan memberlakukan tarif tambahan untuk pemeliharaan jalur pendakian, dan pembangunan tempat berlindung jika terjadi letusan. Besarannya tersebut akan ditentukan pada bulan Februari," ungkap Nagasaki, Kamis (25/01/2024).

Keputusan untuk membatasi pendaki dan mengenakan biaya tambahan telah mendapat dukungan dari kelompok pelestarian lingkungan, dan organisasi pemandu yang berdedikasi terhadap kesejahteraan Gunung Fuji. Sekretaris Jenderal Klub Fuji-san, Tatsuo Nanai, mengakui aspek positif dan negatif dari langkah tersebut.

Meskipun ia menyadari bahwa membatasi pendaki dan menerapkan biaya mungkin menghalangi beberapa orang, sehingga berpotensi berdampak pada perekonomian lokal, ia menekankan kebutuhan mendesak untuk mengatasi masalah seperti sampah dan fasilitas yang tidak memadai, termasuk kurangnya toilet umum dan timbunan kotoran manusia.

Sebagai informasi, Gunung Fuji saat ini tak hanya menghadapi permasalahan lingkungan, tetapi juga masalah keselamatan. Hal tersebut karena puncak tertinggi di Jepang ini, bisa membuat pendaki mengalami kekurangan oksigen dan mabuk ketinggian.

Banyak pendaki yang tidak siap menghadapi kondisi yang keras, menghadapi bahaya karena suhu turun di bawah titik beku dan angin kencang. Laporan mengenai korban jiwa, batu runtuh, dan cedera semakin menyoroti sifat Gunung Fuji yang tak kenal ampun.

Pihak berwenang sangat prihatin dengan 'pendakian peluru', sebuah praktik di mana pendaki mendaki sepanjang malam tanpa beristirahat di tempat peristirahatan. Strategi tersebut bertujuan untuk mencapai puncak sebelum matahari terbit ini menimbulkan risiko yang signifikan, karena kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi dan kurangnya tempat berlindung yang layak.

Laporan menambahkan bahwa pada musim panas 2023, 221.322 orang mendaki Gunung Fuji, dengan 137.236 orang memilih jalur Yoshida. Fokus pemerintah pada jalur ini bersifat strategis, bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan secara keseluruhan. jpg-01/dsy

Berita Terbaru

Destinasi Alam Coban Talun Malang, Suguhkan Spot Instagramable yang Diburu Wisatawan

Destinasi Alam Coban Talun Malang, Suguhkan Spot Instagramable yang Diburu Wisatawan

Minggu, 15 Mar 2026 13:44 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Destinasi wisata Coban Talun, yang merupakan salah satu air terjun yang berada di wilayah Kecamatan Bumiaji, Kota Batu menyimpan…

Siapkan Posko Mudik EV, BYD Fasilitasi Fast Charging di Jalur Trans Jawa Selama Ramadhan

Siapkan Posko Mudik EV, BYD Fasilitasi Fast Charging di Jalur Trans Jawa Selama Ramadhan

Minggu, 15 Mar 2026 13:37 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 13:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sebagai bentuk komitmen BYD untuk turut mendukung kenyamanan pemudik saat akan pulang ke kampung halaman, kini BYD menghadirkan…

Siap Tantang BYD Atto 3, MG 4X Mulai Bersaing di Segmen SUV Listrik Kompak

Siap Tantang BYD Atto 3, MG 4X Mulai Bersaing di Segmen SUV Listrik Kompak

Minggu, 15 Mar 2026 13:20 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - MG, yang merupakan pabrikan unggul asal Inggris kembali memamerkan crossover listrik terbarunya yang bernama ‘MG 4X’, yang memang di…

Jetour Hadirkan Program Free Check-Up di 12 Showroom dan Siaga Bengkel di Momen Lebaran

Jetour Hadirkan Program Free Check-Up di 12 Showroom dan Siaga Bengkel di Momen Lebaran

Minggu, 15 Mar 2026 13:11 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 13:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menjelang arus mudik lebaran 2026, berbagai persiapan biasanya dilakukan masyarakat sebelum melakukan perjalanan ke kampung…

Berpanorama Alam, Wisata Jolotundo Nganjuk Jadi Destinasi Pilihan Berlibur saat Lebaran

Berpanorama Alam, Wisata Jolotundo Nganjuk Jadi Destinasi Pilihan Berlibur saat Lebaran

Minggu, 15 Mar 2026 12:56 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 12:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Wisata alam Jolotundo Glamping & Edu Park di lereng Gunung Wilis, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, dapat menjadi…

Sesuai Raperda, Kota Malang Tetapkan Tata Kelola Parkir Gunakan Skema Bagi Hasil

Sesuai Raperda, Kota Malang Tetapkan Tata Kelola Parkir Gunakan Skema Bagi Hasil

Minggu, 15 Mar 2026 12:46 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Berdasarkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perparkiran yang sudah dibuat tinggal menunggu pengesahan…