Jatim Akan Dapat Tambahan Kuota Pupuk Subsidi

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 26 Jan 2024 19:12 WIB

Jatim Akan Dapat Tambahan Kuota Pupuk Subsidi

i

 Jawa Timur akan mendapatkan tambahan alokasi pupuk subsidi.SP/JATI

SURABAYAPAGI, Surabaya - Provinsi Jawa Timur akan mendapat tambahan kuota pupuk subsidi dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian. Mengingat Indonesia menambah kuota import pupuk sebanyak 2,5 juta ton.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Subianto mengaku saat ini pemerintah sedang memproses tambahan impor pupuk 2,5 juta ton pupuk yang nantinya disubsidi untuk petani. Sebelumnya, Indonesia mengimpor pupuk sebanyak 4,7 juta ton. Impor pupuk 2,5 juta ton tersebut tercantum dalam surat Kementerian Pertanian nomor B-05/RC 210/B/01/2024 tertanggal 12 Januari 2024.

Baca Juga: Jatim Beri Santunan 75 Petugas Pemilu yang Meninggal Dunia, PJ Gubernur: Masing-Masing Rp10 Juta

Subianto menjelaskan, kebutuhan nasional pupuk mencapai 9,5 juta ton. Dengan adanya impor 4,7 juta ton ditambah 2,5 juta ton, maka masih ada kekurangan 2,3, juta ton. "Untuk pupuk, Indonesia mendapat tambahan 2,5 juta ton dari alokasi dari yang sudah, lewat surat Kementerian 4,7 juta ton. Sekarang mendapat tambahan 2,5 juta ton,"kata  Subianto dikonfirmasi, Jumat (26/1).

Baca Juga: Pemprov Jatim Usulkan 5.650 Formasi CASN 2024

Dia optimis dengan adanya tambahan kuota impor pupuk, Jawa Timur akan mendapatkan tambahan alokasi pupuk subsidi. Dimana saat ini kuota pupuk subsidi untuk Jatim hanya 900.000 ton yang terbagi pupuk urea sebanyak 574.347 ton, dan NPK mencapai 389.357 ton. "Insya Allah Jawa Timur akan ada tambahan yang saat ini alokasinya hanya sekitar 900.000 ton. Ini ada tambahan dari 2,5 juta ton," ucapnya.

Subianto berjanji akan terus mendorong pemerintah, terutama pada presiden yang baru nanti agar ada tambahan kuota pupuk lagi. Mengingat kebutuhan real pupuk 9,5 juta secara nasional. Maka, untuk mewujudkan swasembada pangan, pemerintah Indonesia harus menjamin ketersediaan pupuk sesuai kebutuhan para petani.

Baca Juga: KI Jatim Lakukan Persiapan Monev Badan Publik Tahun 2024

"Komisi B berikhtiar, bagaimana kebutuhan 9,5 juta ton itu terpenuhi karena kalau tanpa dukungan pemerintah pusat atau DPR pusat alokasi pupuk tidak akan bisa terpenuhi dan Kita yakin kalau pupuknya keluar swasembada tidak akan tercapai," pungkasnya .sb/ana

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU