Beri Solusi Absolut ke Para Petani, Cak Imin: Ngomong Pertanian Kuncinya Politik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau disapa Cak Imin saat mendengarkan keluh kesah para petani. SP/ JKT
Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau disapa Cak Imin saat mendengarkan keluh kesah para petani. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut jika solusi pertanian di Indonesia berjalan baik yakni dengan politik, yang berarti berkaitan dengan penentuan keputusan dan kebijakan.

"Ngomong petani sebetulnya bukan soal pupuk, ngomong nasib petani bukan soal cara kerja pertanian. Njenengan sudah ahli semua. Ngomong pertanian kuncinya politik, yang menentukan keputusan kebijakan politik,” ungkap Cak Imin dalam dialog di GOR Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, dikutip Minggu (28/01/2024).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menegaskan ihwal permasalahan di bidang pertanian bukan hanya terjadi satu dua tahun belakangan. Sehingga memang tak ada jalan lain untuk melakukan perubahan ini dilakukan dengan cara politik.

Dirinya pun berjanji pada para petani, dengan ia bersama calon presiden 01 Anies Baswedan memenangkan kontestasi pemilihan umum presiden (pilpres) 2024, maka permasalahan pertanian dapat diselesaikan.

"Kalau nasib njenengan mau berubah menangkan politik dulu. Kalau politiknya dikuasai sing ngonokan ngonokan terus enggak akan selesai urusan sampean, puluhan tahun. Problem ini sudah puluhan tahun kan? Ngena ngene thok to? Enggak ada jalan lain, politik," pungkas Cak Imin.

Sementara itu diketahui, Cak Imin sebelumnya juga turut menanggapi program Kementerian Pertahanan (Kemenhan), yakni food estate, yang dinilai banyak orang sebagai sebuah kegagalan. "Rakyat, terutama petani, harus dilibatkan dalam pembangunan pertanian," ucap Cak Imin.

Imin menilai, kondisi saat ini justru jauh dari harapan menyejahterakan para petani Tanah Air. Menurut dia, para petani tidak kedapatan pupuk serta bibit unggul selama puluhan tahun. 

"Petani puluhan tahun enggak kebagian pupuk, bibit unggul juga jarang diberikan. Ini namanya melenceng dari cita-cita demokrasi," tuturnya. 

Ia menyatakan, jika krisis pangan terjadi, petani seharusnya mendapatkan keuntungan. Sebab, petani bisa memproduksi pangan sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi. Namun, yang terjadi saat ini, kata Cak Imin, petani justru seringnya mengalami kerugian. Terlebih, harga pupuk melambung tinggi ditambah seringkali stoknya terbatas.

Disisi lain, pengelolaan food estate justru berada di bawah perusahaan-perusahaan tertentu. Tak cuma itu, pemerintah juga harus menebang pohon untuk program tersebut.

"Enggak ada petani, perusahaan kabeh sing nangani [perusahaan semua yang menangani]. Kalau sukses, enggak masalah, lha ini tanam singkong, tumbuh jagung. Ruwet kan?" kata lmin. 

Jika berhasil memenangkan Pilpres 2024, Anies-Imin berjanji mengevaluasi seluruh program serta kebijakan pemerintah, termasuk bidang pertanian. Kata Imin, perubahan merupakan solusi bagi petani Tanah Air. 

"Perjuangan perubahan salah satunya adalah menolak cara-cara menyediakan pangan nasional tapi tidak melibatkan petani-petani. Yang tahu soal pertanian, ya petani. Betul apa betul?" ucapnya. jk-09/dsy

Berita Terbaru

Selama Ramadhan, Pemkab Larang ‘Sound Horeg’ saat Sahur Keliling

Selama Ramadhan, Pemkab Larang ‘Sound Horeg’ saat Sahur Keliling

Rabu, 25 Feb 2026 12:00 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 12:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Selama bulan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa Timur melarang penggunaan sound horeg saat kegiatan sahur…

Pemkab Bojonegoro Kembangkan Tanaman Produktif Alpukat dan Jambu Mete

Pemkab Bojonegoro Kembangkan Tanaman Produktif Alpukat dan Jambu Mete

Rabu, 25 Feb 2026 10:50 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 10:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Kelompok Tani (Poktan) di wilayah Bojonegoro yang memenuhi kualifikasi administratif dan teknis mendapatkan bantuan pemberian…

Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Penghubung Dua Desa di Ngawi Putus

Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Penghubung Dua Desa di Ngawi Putus

Rabu, 25 Feb 2026 10:41 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 10:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Diterjang banjir bandang karena hujan deras sepanjang malam mengakibatkan sejumlah aktivitas warga juga ikut terganggu, pasalnya…

Sering Terjadi Kecelakaan di Lintasan Rel KA Blitar, KAI Tutup Perlintasan Sebidang

Sering Terjadi Kecelakaan di Lintasan Rel KA Blitar, KAI Tutup Perlintasan Sebidang

Rabu, 25 Feb 2026 10:30 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 10:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Bersamaan jelang Hari Raya idul Fitri mendatang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus menunjukkan…

Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Lumajang Integrasikan UMKM dengan Digitalisasi dan Hilirisasi

Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Lumajang Integrasikan UMKM dengan Digitalisasi dan Hilirisasi

Rabu, 25 Feb 2026 10:27 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 10:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai salah satu memperkuat pondasi ekonomi daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, mengintegrasikan usaha…

RSUD dr. Moh. Anwar Naik ke Tipe B

RSUD dr. Moh. Anwar Naik ke Tipe B

Rabu, 25 Feb 2026 10:05 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 10:05 WIB

Pencapaian Akreditasi Paripurna Bintang Lima…