Prabowo "Jual" Gibran, Kalau Menang, Jokowi Jr Ditampilkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto memuji cawapresnya, Gibran Rakabuming Raka yang mampu meningkatkan elektabilitas usai debat Pilpres 2024. Padahal, kata Prabowo, Gibran awalnya kerap dicap sebagai bocah cilik dan ingusan.

"Anak muda kita Mas Gibran Rakabuming Raka, katanya bocah cilik, ora ngerti opo-opo (tidak ngerti apa-apa), masih ingusan. Sorry ye. Ternyata tiap kali beliau muncul di debat, eh kita naik terus," ucap Prabowo saat kampanye akbar bertajuk 'Kirab Kebangsaan' di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang, Minggu (28/1/2024).

Saat kampanye di Jakarta, Prabowo Subianto memuji habis Calon Wakil Presiden KIM Gibran Rakabuming Raka. Pujian itu disampaikan Prabowo dalam acara deklarasi di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (25/10/2023)

Bagaimana, gak salah kan pilihanku? Paten gak? Paten gak wakil presiden kita? Terlalu muda gak? Gue terlalu tua gak? Baik, terima kasih," ujarnya .

Calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka juga memberikan pujian kepada calon presiden Prabowo Subianto. Ia berterima kasih kepada Prabowo, karena menggandengnya sebagai cawapres mewakili generasi muda.

"Penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pak Prabowo Subianto yang telah memberikan jalan bagi saya mewakili anak-anak muda," kata Gibran dalam acara Suara Muda Indonesia di Senayan JCC, Jakarta pada Sabtu (27/1/2024).

Gibran menilai Prabowo sebagai sosok patriot yang berkorban untuk bangsa. Ia menganggap Prabowo sebagai teladan yang menjembatani generasi muda.

Saling puji antara capres dan cawapres, menurut akal sehat saya, bukan sesuatu yang menarik. Ini pujian normati. Pertanyaannya, kenapa baik Prabowo maupun Gibran, tidak memuji Jokowi?

 

***

 

Catatan jurnalistik saya, ada rekam jejak digital, banyak pejabat-pejabat pemerintahan Presiden Jokowi yang menyampaikan gagasannya, keinginannya, untuk mengubah masa jabatan presiden dari 2 periode menjadi 3 periode.

Ini juga diperkuat oleh Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Saat berkampanye di Bandar Lampung, Hasto ungkit ambisi Jokowi, memperpanjang jabatan menjadi 3 periode.

"Penyalahgunaan kekuasaan ini hanya untuk memenuhi ambisi kekuasaan itu, hanya untuk ambisi memperpanjang kekuasaan 3 periode," ungkapnya.

Hasto juga menyindir banyaknya pengusaha yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

"Ada yang mengatakan, pasangan Prabowo-Gibran didukung oleh lebih dari 30 persen pengusaha yang menyumbang perekonomian nasional. Buat apa didukung pengusaha besar, tapi pada akhirnya menindas rakyat saudara-saudaraku," ujarnya.

Ketua DPP PDI-P Ahmad Basarah mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo tidak pernah meminta perubahan masa jabatan menjadi 3 periode secara langsung kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Basarah menyatakan, permintaan amendemen UUD 1945 itu disampaikan Jokowi kepada Megawati lewat pembantu-pembantunya di kabinet.

Jejek digital di Google dan pernyataan dua petinggi PDIP itu menggambarkan urusan kekuasaan.

Ini saya telaah dari dialog Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra dan Jokowi. Yusril Ihza, mengungkapkan bahwa ia dan Presiden Joko Widodo pernah mendiskusikan perpanjangan masa jabatan presiden. Hal tersebut diungkapkan oleh Yusril dalam siniar (podcast) What the Fact! Politics CNN Indonesia.

Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan bahwa ia dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mendiskusikan perpanjangan masa jabatan presiden. Hal tersebut diungkapkan oleh Yusril dalam siniar (podcast) What the Fact! Politics CNN Indonesia.

Dalam siniar tersebut, Yusril mengungkapkan bahwa ia diundang ke Istana Kepresidenan oleh Jokowi dan mendiskusikan soal perpanjangan masa jabatan presiden.

"Yang ngerti, kan, prof. Memang ada dasarnya presiden memegang jabatan tiga periode?" ucap Yusril menirukan Jokowi, dikutip Sabtu (13/5/2023).

"Gak ada," jawab Yusril. Mendengar jawaban tersebut, Jokowi kembali memastikan apakah jabatan tiga periode presiden bisa dilakukan.

"Gak bisa, kecuali amandemen konstitusi," ujar Yusril.

Setelah jawaban tersebut, Yusril mengatakan bahwa Jokowi mengaku tidak akan melanggar konstitusi tersebut. Nah! Apa ada ambisi, sampai Jokowi undang Pakar Hukum Tata Negara terkait kekuasaan.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan alasan dirinya pernah melontarkan wacana Joko Widodo  agar menjadi presiden 3 periode.

Dia mengklaim bahwa wacana penambahan masa jabatan Presiden Jokowi diperpanjang jadi 3 periode berasal dari suara rakyat, bukan dari Jokowi sendiri. Luhut mengaku ide tersebut berasal suara pengguna media sosial Indonesia yang sebesar 110 juta yang mengeluhkan biaya Pemilu 2024 mencapai Rp100 triliun lebih.

“Kita kan punya big data. Dari big data itu meng-grab 110 juta Facebook, Twitter 10 juta lah kira-kira. Kalo menengah ke bawah itu pengen tenang, pengen bicaranya ekonomi. Tidak pengenlah denger kampret-lah, cebong-lah,” ujar  Luhut saat mengisi Podcast Deddy Corbuzier pada Sabtu (12/3/2022)

Dalam catatan jurnalistik saya, Jokowi memang tiga kali berbicara dalam konteks perpanjangan masa jabatan, tiga periode maupun penundaan pemilu sejak 2019. Gagasan itu sempat membuat polemik karena mayoritas MPR setuju amandemen.

Bila dalam pilpres 2024, Prabowo-Gibran, menang, yang tampil sebagai cawapres, saya perkirakan Jokowi Jr, bukan sosok Gibran, wali kota Solo.  Jokowi Jr, banyak ide dan gagasan yang belum ia rampungkan. Alasan konstitusi yang tak bisa diutak-utik, bisa jadi ia menggunakan anak sulungnya untuk jembatan "memperpanjang" kekuasaannya. Jokowi Jr tidak identik dengan Gibran. Juga Gibran, tidak selalu bisa berpikir kayak Jokowi. Defacto, Jokowi masih punya pendukung sejumlah menteri yang Ketua Umum partai politik. Kabinet Prabowo-Gibran, bisa tak jauh dari menteri pendukung Jokowi. Kepemimpinan pemerintahan Prabowo-Gibran, saya prediksi akan di cawe cawei Jokowi. Ini karena Prabowo mengklaim "tim Jokowi" dan Gibran, anak Jokowi. ([email protected])

Berita Terbaru

Siapkan Generasi Digital Indonesia, BSI Biayai Talenta IT Cilik Yang Diapresiasi NASA

Siapkan Generasi Digital Indonesia, BSI Biayai Talenta IT Cilik Yang Diapresiasi NASA

Jumat, 24 Jul 2026 14:25 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 14:25 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Di tengah kebutuhan Indonesia akan talenta digital yang semakin besar, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mensuport i…

Said Abdullah: RedTalk Jadi Wadah Bersama, Tempat Mendengar Suara Anak Muda

Said Abdullah: RedTalk Jadi Wadah Bersama, Tempat Mendengar Suara Anak Muda

Jumat, 24 Jul 2026 14:17 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 14:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan RedTalk merupakan ruang dialog yang dibangun untuk mendengar aspirasi …

Klarifikasi Korlantas Polri: Isu Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Dipastikan Hoaks!

Klarifikasi Korlantas Polri: Isu Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Dipastikan Hoaks!

Jumat, 24 Jul 2026 12:46 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Seiring beredarnya informasi di medsos dan media-media online tentang adanya aturan baru yang menyebut pengendara sepeda motor d…

Bank Mandiri Taspen dan PT Taspen Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Almarhum Rahmad Gobel

Bank Mandiri Taspen dan PT Taspen Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Almarhum Rahmad Gobel

Jumat, 24 Jul 2026 11:15 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 11:15 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Mandiri Taspen bersama PT Taspen menyerahkan santunan kepada ahli waris Almarhum Rahmad Gobel, Anggota DPR RI periode 2…

Sidang Maidi, Direktur PT Rajawali Akui Serahkan Dana Kampanye Maidi ke Camat Manguharjo   ‎

Sidang Maidi, Direktur PT Rajawali Akui Serahkan Dana Kampanye Maidi ke Camat Manguharjo  ‎

Jumat, 24 Jul 2026 10:15 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 10:15 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Nama Camat Manguharjo, Lita Febriana Hapsari, muncul dalam persidangan dugaan pemerasan dengan modus CSR dan gratifikasi fee proyek …

Didampingi LPSK, Saksi Sebut Kelola Rp7 Miliar Atas Perintah Maidi 

Didampingi LPSK, Saksi Sebut Kelola Rp7 Miliar Atas Perintah Maidi 

Kamis, 23 Jul 2026 21:01 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mantan orang dekat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Aang Imam Subarkah alias Imam Pejel, mengaku mengelola dana sebesar Rp7 m…