Jokowi Lakukan Kampanye Terselubung, Paslon 01-03 Tahu!

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 30 Jan 2024 21:14 WIB

Jokowi Lakukan Kampanye Terselubung, Paslon 01-03 Tahu!

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengetahui Presiden Jokowi telah melakukan kampanye terselubung di Pilpres 2024.

Juga Timnas AMIN. Juru bicara Timnas AMIN, Bestari Barus menduga ada pihak yang mempengaruhi Presiden Jokowi untuk melakukan kampanye terselubung demi elektabilitas pasangan calon tertentu di Pilpres 2024.

Baca Juga: Forum Pemred Indonesia Sambut Publisher Rights, untuk Perkuat Jurnalisme Lebih Berkualitas

 

Sudah Jelas Kampanye Terselubung

Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Chico Hakim menilai kampanye terselubung Jokowi salah satunya bisa dilihat dari aksinya mengundang pihak-pihak tertentu yang terkait Pilpres 2024, termasuk Prabowo Subianto, tanpa mengundang pihak lain.

"Pak Jokowi ada di mana kan sudah jelas. Masalahnya ini kan melakukan kampanye-kampanye terselubung. Ini orang lain semua bisa lihat, tadi makan mengundang ini mengundang itu tanpa mengundang yang lain dan lain-lain," kata Chico dalam acara Political Show CNN Indonesia TV, Senin (29/1) malam.

Menurut dia Jokowi ingin mengetahui reaksi publik jika dirinya melakukan kampanye untuk salah satu paslon di Pilpres 2024.

 

Ingin Tahu Reaksi Publik

"Mungkin ini lagi testing the water 'apakah gue (Jokowi) rugi kalau kampanye apa enggak ini ya'. Lebih ke arah situ, gimana reaksi publik," katanya.

Menurut dia Jokowi ingin mengetahui reaksi publik jika dirinya melakukan kampanye untuk salah satu paslon di Pilpres 2024.

"Mungkin ini lagi testing the water 'apakah gue (Jokowi) rugi kalau kampanye apa enggak ini ya'. Lebih ke arah situ, gimana reaksi publik," katanya.

 

Dewan Kehormatan TKN

Manuver Jokowi, menurut Chico, seolah menempatkannya sebagai bagian dari Dewan Kehormatan TKN Prabowo-Gibran.

Chico pun mendorong Jokowi memperjelas posisinya agar dia menjadi bagian dari pihak yang mesti mengikuti aturan main KPU.

Dengan demikian, kata dia, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa mengawasi apakah Jokowi menggunakan fasilitas negara dalam berkampanye.

Baca Juga: Begini Diplomasi ala Prabowo

"Tapi sekarang kan enggak, sekarang dia menggunakan fasilitas negara di dalam mobil RI1 yang dibayar oleh negara, dibeli oleh negara ada tangan mendorongkan jari dua. Apakah itu belum ada pelanggaran? Nah ini masyarakat ingin melihat lebih jelas lagi," ucap Chico.

Chico mengatakan TPN Ganjar-Mahfud tak merasa dirugikan dengan kampanye terselubung Jokowi terhadap salah satu paslon. Sebab, TPN Ganjar-Mahfud telah memiliki strategi khusus untuk memenangkan Pilpres 2024.

 

Ada Kegalauan dari Jokowi

Juru bicara Timnas AMIN Bestari tak mengetahui pasti sosok yang mempengaruhi Jokowi, sampai melakukan kampanye terselubung.

Ia berkelakar sosok tersebut merupakan Jubir TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Hasan Nasbi.

"Ada juga indikasi saya melihat bahwa Ini juga mungkin ada yang pengaruhi sehingga Pak Jokowi sebagai seorang presiden, saya enggak tahu itu yang membisikan apakah Bung Hasan Nasbi," duga Bestari.

Bestari mengatakan kampanye terselubung Jokowi dilakukan karena kegalauan hasil survei elektabilitas Prabowo-Gibran yang tak bisa menyentuh angka 50 persen. "Sehingga perlu raja-raja turun gelanggang," ujarnya.

Baca Juga: TKN Isyaratkan Ada Pimpinan Parpol Rivalnya akan Gabung

Ia menganalogikan manuver kampanye Jokowi dengan permainan catur. Dalam permainan catur, kata dia, jika raja sudah mulai bergerak, artinya para punggawa sudah dalam keadaan lelah luar biasa sehingga membutuhkan suntikan kekuatan.

"Masalah apakah dia akan mengakui atau tidak, nanti waktu yang akan menjawab," ucap Bestari.

 

Terang Benderang Posisi Jokowi

Sementara itu, Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran, Hasan Nasbi, meyakini Jokowi mendukung penuh Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Karena itu, ia meminta agar publik tak mempertanyakan lagi arah dukungan Jokowi.

"Tidak mungkin Pak Jokowi tidak bersama pasangan Prabowo-Gibran. Jadi mempertanyakan hal yang sudah jelas itu ngapain. Sesuatu yang jelas-jelas terang benderang sebening kristal ngapain lagi kita tanya," katanya.

Menurut Hasan, Jokowi tak perlu mengungkapkan secara terang-terangan kepada publik paslon mana yang didukungnya di Pilpres 2024. Sebab, dukungan Jokowi sudah terlihat ditujukan kepada Prabowo-Gibran tanpa harus berkampanye.

"Kenapa enggak ngaku aja sih? ya kalau Pak Jokowi dengan caranya sendiri tidak bilang terus terang sementara orang sudah paham di mana Pak Jokowi berdiri ya ngapain itu dilakukan," ungkap Hasan. n jk/erc/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU