Apdesi Demo Rusak Gedung DPR , Diduga Ditunggangi Parpol

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 31 Jan 2024 20:58 WIB

Apdesi Demo Rusak Gedung DPR , Diduga Ditunggangi Parpol

i

Massa dari Apdesi menggelar demo di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (31/1/2024). Namun aksi unjuk rasa itu justru berakhir ricuh hingga merusak pagar kompleks gedung DPR RI dan menyerang anggota Polri.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Massa Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) melakukan tindakan anarkistis. Mereka merusak tembok gedung DPR RI dengan palu besar.

Asosiasi Kepala Desa (Apdesi) yang tergabung dalam Aksi Bersama Desa Jilid III turun ke jalan menuju di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (31/1/2024) siang. Massa sempat blokade jalan tol.

Baca Juga: Gerindra Tanggapi Petisi Relawan Ganjar-Mahfud dengan Santai

Tampak massa dari Apdesi tumpah ke ruas jalan tol. Sejumlah demonstran tampak memasuki jalan tol. Ada ratusan kepada desa tumpah ruah di sekitaran kawasan gedung DPR/MPR RI.

mulai menyiramkan water canon ke arah massa Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2024).

Apdesi yang tergabung dalam Aksi Bersama Desa Jilid III menggelar aksi unjuk rasa menuntut revisi Undang-Undang (UU) Desa.

Ketua Umum DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Indra Utama mengatakan, Revisi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang berisi perpanjangan masa jabatan kepala desa, menjadi "jualan" partai politik untuk mendapat dukungan suara di Pemilu 2024. Dia menilai, akan ada potensi perolehan suara yang besar dari desa jika revisi berhasil dilakukan.

Kenapa ini bisa menarik bagi parpol? Yang saya coba garis bawahi, 81.000 desa masing-masing ada satu kepala desa. Kemudian dia punya anak istri, ada perangkat desa," kata Indra Utama dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

 

Polisi Siramkan Water Canon

Polisi siramkan water canon ke arah massa massa Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2024).

Berdasarkan pantauan Surabaya Pagi disiramkannya water canon oleh petugas lantaran massa aksi unjuk rasa Apdesi mencoba merobohkan tembok bagian kiri pintu masuk utama gedung DPR.

Sementara itu di saat yang bersamaan orator massa aksi dari atas mobil komando juga terus menyerukan rekan rekannya untuk merangsek masuk ke dalam DPR.

Baca Juga: Masa Ibu-Ibu dan Lansia Jakarta, Demo Pemakzulan Jokowi, Sama dengan Mahasiswa Jogja

 

Massa Tutup Jalan Tol

Polisi turun tangan meredam aksi massa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) yang menutup jalan tol dalam kota pada Rabu (31/1/2024) siang.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Latif Usman. Dia membenarkan adanya upaya blokade jalan tol yang dilakukan oleh peserta unjuk rasa.

 

Jalan Tol Lumpuh

Baca Juga: Gelar Aksi Damai Tolak Politik Uang dan Sejenisnya

Unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR yang dilakukan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) memanas. Pantauan di lokasi pukul 12.30 WIB, dampak unjuk rasa tersebut membuat lalu lintas di depan gedung DPR/MPR dan Tol Dalam Kota lumpuh.

Lumpuhnya lalu lintas disebabkan jalan tol diblokade oleh massa. Hal itu terjadi dari depan pintu utama Gedung DPR/MPR hingga Cawang. Lumpuhnya jalanan tidak hanya pada jalan tol, namun juga jalan non tol yang terkena imbasnya karena pintu tol Halim yang menuju dalam kota sudah ditutup.

Polisi terlihat sudah turun mengamankan situasi. Namun ratusan kendaraan yang terjebak menjadi sangat sulit dilerai karena tersendat. Selain kendaraan pribadi, terlihat ada ambulans dan mobil truk bensin pertamina yang coba diarahkan berputar balik.

Sebagai informasi, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) dijaga oleh 2.304 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI dan instansi terkait.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, ribuan personel itu ditempatkan di sekitaran lokasi unjuk rasa.

“Polisi mengantisipasi adanya tindakan anarkisme selama unjuk rasa berlangsung,” kata Susatyo. n jk/erc/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU