Langgar Aturan, Ribuan APK di Ponorogo Ditertibkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo - 2.459 Alat peraga kampanye (APK) yang melanggar aturan ditertibkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ponorogo. Penertiban ini tidak hanya dilakukan bawaslu, tapi juga gabungan dari Satpol PP, Bakesbangpol, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Polres Ponorogo.

Tim dengan telaten menyisir setiap ruas jalan, terutama di area perkotaan. Tak jarang, APK yang terpasang di perempatan jalan juga ditertibkan. Terutama APK yang dipaku di pohon maupun APK yang dinilai membahayakan bagi pengendara.

"Ini sebagai tindak lanjut dari instruksi dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur, seminggu yang lalu," tutur Ketua Bawaslu Ponorogo, Bahrun Mustofa kepada wartawan, Jumat (2/2/2024).

Bahrun menambahkan sebelum dilakukan penertiban, pihaknya juga sudah mengeluarkan surat peringatan kepada para peserta pemilu. Namun, sepertinya surat peringatan itu tak dihiraukan para caleg.

"Ada 2.459 buah sesuai data kita itu tersebar, tapi mayoritas di wilayah perkotaan. Untuk penertiban ini kita lakukan secara bertahap," terang Bahrun.

Menurutnya, ribuan APK tersebar di wilayah Kota-Kabupaten Ponorogo. Mulai dari dipasang di pohon bahu jalan, pun juga baliho caleg menutupi rambu-rambu lalu lintas yang bisa membahayakan pengguna jalan.

"Karena memang sudah jelas APK yang ditertibkan ini menabrak PKPU serta Perda sehingga kita tertibkan, ini akan terus kita lakukan hingga nanti memasuki hari tenang," jelasnya.

Sementara, salah satu warga Aprilia Eka mengaku setuju dengan sikap tegas Bawaslu mencopot APK yang melanggar. Pasalnya, selain bisa membahayakan pengguna jalan jika terpasang tidak pada tempatnya. Juga membuat kotor pemandangan kota.

"Terima kasih sudah ditertibkan, karena memang ada beberapa yang menutup rambu lalulintas yang membahayakan pengendara serta membuat kotor," pungkas Aprilia. Pn-01/ham

Berita Terbaru

Tanah Sitaan Polda Jatim Milik H. Sugianto Mangkrak, Advocat Minta Pemkab Sumenep Segera Ambil Alih

Tanah Sitaan Polda Jatim Milik H. Sugianto Mangkrak, Advocat Minta Pemkab Sumenep Segera Ambil Alih

Minggu, 07 Jun 2026 20:25 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep- Advokat sekaligus pelapor penggelapan tanah kas desa (TKD) di Kab. Sumenep, H. Mohammad Siddik mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep …

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kesehatan, Puskesmas Sidoarjo gencar menyelenggarakan kegiatan Cek…

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dari 18 kecamatan dengan angka kasus penderita HIV/AIDS tertinggi…

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Harga komoditas gula pasir di wilayah Lamongan mengalami lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir hingga dikeluhkan para…

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Para peternak sapi perah di Kota Batu, Jawa Timur kini sumringah melihat harga susu sapi segar di tingkat peternak lokal wilayah Kota…

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kepungan sampah plastik, kaleng, sampai rumah tangga terperangkap di trash boom Sungai Kali Tebu yang saat ini…