Turunkan Stunting, Kades di Lamongan Dibekali Advokasi

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 05 Feb 2024 18:14 WIB

Turunkan Stunting, Kades di Lamongan Dibekali Advokasi

i

Bupati Yuhronur Efendi menyampaikan pentingnya kerjasama advokasi dalam upaya menekan stunting di Lamongan. SP/IST

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Penanganan stunting tidak bisa serta merta hanya mengandalkan pemerintah kabupaten dan pusat serta legislatif nya, tapi juga pemerintah di tingkat desa dan Kecamatan untuk bersama - sama menekan stunting.

Upaya itu diwujudkan salah satunya membekali kades dan camat, dalam Sosialisasi Penurunan Stunting BKKBN dan Mitra DPR RI Muchamad Nabil Haroen di Gedung KORPRI setempat, Senin (5/2/2024), yang dihadiri oleh Kepala Desa dan Camat se Kabupaten Lamongan.

Baca Juga: Cegah Stunting, KKP Ajak Makan Ikan Bersama Ribuan Santri Sunan Drajat

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam kesempatan itu menyebutkan, momentum seperti acara ini merupakan hal penting mengingat untuk mempersiapkan generasi-generasi ke depan menuju Indonesia emas 2045 mendatang.

Tak hanya itu, di hadapan anggota Komisi IX DPR RI, Pak Yes sapaan akrab Bupati Lamongan ini juga mengenalkan program 1-10-100 (1 paket untuk 10 anak selama 100 hari) sebagai makanan tambahan untuk anak-anak penderita stunting.

“Selain kita melakukan edukasi dan sosialisasi, langkah nyata kita ada pemberian makanan tambahan dari donatur, perusahaan, dan lainnya melalui gerakan 1-10-100. Ada 2500-an lebih yang telah kita lakukan penambahan makanan dari program ini,” tuturnya.

Untuk mendukung program tersebut, katanya diperlukan penguatan infrastruktur posyandu, pustu (puskesmas pembantu), puskesmas, maupun rumah sakit terus dioptimalisasi bersama sumber daya manusia (sdm) yang memadai. 

“Kualitas sumber daya manusia Lamongan akan terus meningkat. Alhamdulillah sampai sata ini kualitas sdm yg bisa dibaca melalui IPM (indeks pembangunan manusia) setiap tahun mengalami kenaikan. Di Lamongan tahun 2023 besarnya 74,5, menunjukan kita berada di rata-rata atas Provinsi Jatim,” imbuhnya.

Baca Juga: Tilik Deso, Bupati Ikfina Ajak Warga Aktif Cegah Stunting

Mendengar hal tersebut, anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen mengaku senang melihat komitmen Pemkab Lamongan berupaya keras menekan angka stunting. Tentu sebagai anggota DPR RI kata Gus Nabil panggilan akrabnya, pihaknya selalu siap untuk mengawal optimalisasi budgeting kebutuhan stunting di Lamongan, serta menyediakan advokasi. 

“Saya melihat ada kesungguhan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menekan angka stunting, oleh karenanya saya dengan sangat senang hati kemudian bagaimana bisa mengadvokasi kepentingan-kepentingan di Lamongan ini, dalam bentuk budgeting maupun legislasi," ungkapnya.

Upaya mengadvokasi tersebut itu tambah Gus Nabil, untuk membantu Lamongan lebih cepat lagi dalam upaya menekan angka syutingnya, karena pemerintah tidak bisa sendiri legislatif tidak bisa sendiri, butuh peran serta dari masyarakat. Dan yang lebih penting lagi teman-teman kepala desa yakin dan mantap. "Jangan sampai tertekan makanya tadi saya menawarkan advokasi dari teman-teman kepala desa apabila ada dugaan-dugaan yang membuat kita tidak nyaman,” ucap anggota komisi IX RI yang akrab disapa Gus Nabil.

Baca Juga: Bupati Meminta Pramuka di Lamongan Harus Visioner 

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, seluruh kades se-Kabupaten Lamongan serta Camat se-Kabupaten Lamongan menerima pembekalan sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana yang disampaikan oleh dr. Palupi Setyorini BKKBN Jawa Timur. 

Menurut dr. palupi, stunting yang merupakan kurangnya gizi pada balita selama masa 1000 hari pertama kehidupan, dapat menyebabkan terlambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Hal ini dapat menjadikan anak cenderung sulit mencapai prestasi, serta rentan akan penyakit. Yang diakibatkan pola asuh orang tua dan lingkungan kumuh. 

“Sejak usia 0 sampai 24 bulan, orang tua wajib memberikan simulasi pada balita. Simulasi untuk pertumbuhan fisik, pertumbuhan motorik, perkembangan kolektif, dan perkembangan sosio-emosional. Orang tua juga harus mengajak balita ke Posyandu untuk memantau pertumbuhan anak melalui kartu menuju sehat (KMS) dan mengikuti kegiatan bina keluarga balita (BKB) untuk memantau perkembangan anak meliputi KAK. Dan jangan lupa untuk memberikan imunisasi sesuai jadwal,” pungkasnya. jir

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU