Harga Beras Masih Meroket Jelang Pemilu dan Ramadhan, Diprediksi Stabil Maret 2024

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Penjual beras eceran di pasar. Foto: Vincentius Mario/ Kompas.com
Ilustrasi. Penjual beras eceran di pasar. Foto: Vincentius Mario/ Kompas.com

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjelang masa pemilu dan bulan Ramadhan 2024, harga bahan pokok (bapok) pangan seperti beras masih terlampau mahal. Bahkan, di sejumlah daerah di Timur Indonesia beras premium dijual Rp 25-36 ribu per kilogram (kg) hingga satu pekan terakhir.

Mengutip Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Senin (12/02/2024), Provinsi Jatim pukul 09:15 WIB, bahwa harga beras medium di Kabupaten Tulungagung adalah Rp10.666,- per kilogram.

Tertinggi di antara daerah lain adalah Kabupaten Lumajang dengan harga Rp15.000,- per kilogram. Sedangkan harga terendah terdapat di Kabupaten Tulungagung sebesar Rp10.866,- per kilogram.

Selanjutnya, Jawa Barat mencatatkan harga rata-rata Rp 16.270 per kg. Untuk sementara ini harga tertinggi ada di Kabupaten Bandung dengan Rp 17.500 per kg. Diikuti dengan Indramayu dengan Rp 17.000 per kg.

Berkaca pada sebaran data tadi, harga beras mahal hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Ini terlihat dari visualisasi data yang ditampilkan Bapanas.

Terpantau, lebih dari 90 persen wilayah Indonesia dicitrakan dengan warna merah. Warna ini menunjukkan adanya harga beras lebih dari 5 persen diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pembelian (HAP).

Tren kenaikan harga juga terjadi pada harga beras medium. Ini jadi beras yang kualitasnya setara dengan yang dijual oleh Bulog. Tercatat, harga-harga di seluruh provinsi juga lebih tinggi dari HET.

Harga beras medium secara nasional rata-rata di Rp 13.750/kg. Angka tertinggi ada di Papua Tengah dengan Rp 17.000/kg dan terendah ada di Kalimantan Selatan dengan Rp 11.820/kg.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) Rahmi Widiriani menyampaikan, kenaikan harga beras di Indonesia saat ini disebabkan karena musim panen padi yang belum tiba. 

"Harga beras ada kenaikan sedikit. Ini karena belum masuk panen padi dan ada libur panjang," ujarnya, dikutip Senin (12/02/2024).

Menurutnya, harga beras akan kembali stabil saat memasuki masa panen padi yang diperkirakan terjadi mulai Maret 2024. 

Sementara itu, Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan bahwa mereka terpaksa menjual harga beras lebih tinggi karena produsen beras menjual bahan pokok itu di atas HET yang ditetapkan pemerintah. sb-01/dsy

Berita Terbaru

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pelayanan jamaah calon haji pada musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengerahkan…

Perkuat Sinergi dan Jaga Stabilitas Keamanan Wilayah, Polres Blitar Kota Gelar Apel Sabuk Kamtibmas 2026

Perkuat Sinergi dan Jaga Stabilitas Keamanan Wilayah, Polres Blitar Kota Gelar Apel Sabuk Kamtibmas 2026

Kamis, 30 Apr 2026 11:26 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Sabuk Kamtibmas Tahun 2026 yang di gelar di halaman Mapolres Blitar Kota, Kamis…

Bupati Gus Fawait Sampaikan Program 1000 CPMI ke Kementerian P2MI

Bupati Gus Fawait Sampaikan Program 1000 CPMI ke Kementerian P2MI

Kamis, 30 Apr 2026 11:20 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember terus berakselerasi dalam menjamin keamanan dan kualitas tenaga kerja asal daerah yang hendak mengadu n…

Beasiswa Cinta Bergema untuk 6.024 Mahasiswa Cair Pekan Ini

Beasiswa Cinta Bergema untuk 6.024 Mahasiswa Cair Pekan Ini

Kamis, 30 Apr 2026 11:17 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait terus menunjukkan komitmen nyata dalam sektor pendidikan. Dalam…

Antisipasi Penyebaran Kasus Penyakit TB, Dinkes Sumenep Perkuat Sistem Pelacakan dan Skrining Aktif

Antisipasi Penyebaran Kasus Penyakit TB, Dinkes Sumenep Perkuat Sistem Pelacakan dan Skrining Aktif

Kamis, 30 Apr 2026 11:10 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 11:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Menindaklanjuti temuan kasus penyakit TB yang menjangkit sebanyak 716 warga di Kabupaten Sumenep, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Dongkrak Produksi Petani, Pemkab Magetan Salurkan Bantuan Alsintan ke 2 Kelompok Tani

Dongkrak Produksi Petani, Pemkab Magetan Salurkan Bantuan Alsintan ke 2 Kelompok Tani

Kamis, 30 Apr 2026 10:58 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) setempat…