Tiga Sumber di Pemerintahan AS Sebut Pernyataan Trump Berlebihan
SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Donald Trump mengatakan bahwa operasi militer AS di Iran berjalan lebih cepat dari jadwal, dengan penghancuran signifikan terhadap infrastruktur militer negara tersebut.
Berbicara dalam pertemuan dengan juara Major League Soccer 2025, Trump mengatakan militer Amerika Serikat, bekerja sama dengan mitra Israel, telah menghancurkan sebagian besar kemampuan rudal dan drone Iran. Dia mengatakan peluncur rudal berhasil dihantam dalam waktu empat menit setelah peluncuran rudal.
Trump mengatakan angkatan laut Iran kehilangan 24 kapal dalam tiga hari, dan senjata anti-pesawat, angkatan udara, pesawat terbang, serta sistem komunikasi negara tersebut telah dihancurkan. Dia mengatakan sekitar 60% hingga 64% rudal dan peluncur Iran telah dimusnahkan.
Tiga sumber yang mengetahui laporan tersebut menyebut pernyataan itu berlebihan.
Pemerintah Amerika Serikat kini menghadapi kritikan keras dari Timur Tengah di tengah memanasnya eskalasi dengan Iran.
Negara-negara Teluk disebut kecewa AS gagal melindungi mereka dari rentetan serangan rudal Iran.
Adapun negara teluk merupakan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman.
Kritikan Keras dari Timteng
Pemerintah Amerika Serikat menghadapi kritikan keras dari Timur Tengah di tengah memanasnya eskalasi dengan Iran.
Negara-negara Teluk disebut kecewa AS gagal melindungi mereka dari rentetan serangan rudal Iran.
Adapun negara teluk merupakan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman.
Sejumlah pejabat dari dua negara Teluk itu mengeluhkan kurangnya koordinasi dan waktu persiapan dalam menghadapi serangan rudal dan drone Iran.
Mereka menilai AS mengabaikan peringatan bahwa koflik ini akan membawa konsekuensi destruktif bagi stabilitas kawasan.
Salah satu pejabat yang enggan disebutkan namanya mengatakan ada rasa frustasi dan amarah terhadap AS.
Mereka menduga militer AS hanya berfokus melindungi aset-aset mereka sendiri dan aset Israel.
Sementara negara-negara Teluk dibiarkan melindungi diri secara mandiri.
Mereka menyatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyeret Presiden AS Donald Trump ke dalam perang yang tidak perlu.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan sedang bersiap untuk mengerahkan kapal induk ketiga ke Timur Tengah. Kapal itu diperkirakan berlayar dalam waktu dekat dari lepas pantai Pulau Hatteras, North Carolina.
Sejumlah Kapal Perusak
Fox News pada Jumat (6/3) melaporkan USS George HW Bush milik Angkatan Laut AS telah merampungkan persiapan pada Kamis (5/3) untuk berangkat ke Mediterania Timur.
"Kami tahu rekan-rekan prajurit kami sedang beroperasi di zona berbahaya saat ini," kata komandan Batalyon Bush, Kapten Robert Bibeau, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari US Naval Institute (USNI) News.
"Tugas kami adalah memastikan bahwa ketika mereka membutuhkan kami, baik untuk superioritas udara, serangan, perang elektronik, atau kehadiran, kami siap memberi bantuan sesegera mungkin," lanjut Bibeau.
Dilansir dari Anadolu Agency, USS George HW Bush akan diiringi oleh sejumlah kapal perusak berpeluru kendali. Kapal ini juga dilengkapi puluhan pesawat tempur.
Saat ini, dua kapal induk AS mangkal di Timur Tengah dan terlibat dalam perang melawan Iran. Kapal induk USS Abraham Lincoln terdeteksi aktif di Laut Arab. Sedangkan kapal induk USS Gerald R. Ford beroperasi di Laut Merah.
AS dan Israel berperang dengan Iran sejak 28 Februari lalu. Serangan brutal AS-Israel telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di Iran, termasuk 150 siswi dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan menyerang berbagai wilayah Israel dan pangkalan AS di Timur Tengah. Iran juga menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz yang dicap terkait dengan AS-Israel. n fox/afp/ec/cr11/rmc
Editor : Moch Ilham