SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Para relawan Amerika Bersatu untuk Indonesia bergotong-royong melakukan exit poll di TPSLN New York saat pelaksanaan Pemilu 2024, pada Sabtu 10 Februari 2024.
"Total pemilih yang mengisi exit poll berjumlah 609 dari 1.309 jumlah pemilih yang hadir untuk memberikan hak pilih di TPS New York," ungkap Lia Sundah, kemarin.
Kegiatan pengumpulam data sampel untuk exit pool dimulai pada Sabtu 10 Februari 2024 pagi sekitar pukul 08.00, hingga pukul 19.00 malam waktu New York.
"Hasil exit poll Pemilu di TPSLN New York menunjukkan pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD unggul dengan perolehan suara sebanyak 51,2% atau 312 pemilih," ujar Lia Sundah.
Sementara itu, pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, Anies Baswedan-A.Muhaimin Iskandar mendapatkan 149 suara (24.47%) dan Paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Raka Buming Raka mendapatkan 143 suara (23.48%). Selain itu, terdapat lima pemilih yang menyatakan (0.82%) golput.
Bekerja Tanpa Dibayar
"Saya sangat menghargai rekan-rekan polster yang berpartisipasi melakukan quick count di tengah cuaca dingin, kemudian mentabulasi datanya. Kami semua bekerja bersama, tanpa dibayar, juga bukan pesanan, karena kami ingin mengawal jalannya Pemilu 2024. Exit poll menjadi gambaran pilihan masyarakat, diambil sampel datanya secara langsung di lapangan, jadi sesuai fakta, jangan dengan gampang disebut hoax," kata Lia Sundah.
Bisa Pengaruhi Pemilih Domestik
Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing turut menyoroti beredarnya hasil exit poll pencoblosan Pilpres 2024 di luar negeri. Dia mengatakan, hasil itu bisa mempengaruhi perilaku pemilih domestik.
Menurut Emrus, apabila dirilis lembaga kredibel, hasil exit poll bisa merepresentasikan realita preferensi pemilih secara umum.
"Kredibel itu bukan berarti lembaga terkenal, tapi dia bisa dipercaya secara metode. Nah, saya melihat exit poll bisa saja dilakukan pihak- pihak lembaga luar negeri atau para mahasiswa Indonesia yang kuliah di kampus luar negeri. Artinya, hasil exit poll yang keluar sekarang pun belum bisa kita anggap tidak valid. Bisa saja itu valid," ucap Emrus kepada wartawan di Jakarta, Senin, (12/2/2024).
Exit Poll Dapat dipertanggungjawabkan
Sementara itu, M. Saleh, relawan Amerika Bersatu untuk Indonesia dari negara bagian Connecticut, AS, mengatakan exit poll yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan baik secara aktual maupun keagamaan.
"Apa yang kami lakukan dapat dipertanggung jawabkan secara aktual, dan keagamaan, dan tidak ada pembohongan," ujar Saleh.
Menurut dia, keterlibatan pemantau independen dalam Pemilu di luar negeri juga menjadi pembanding untuk hasil pemilu resmi, sehingga dapat meminimalisasi potensi kecurangan dan pembohongan.
"Terus terang kami semua orang yang cinta indonesia, kami beruntung berada di negara bapaknya demokrasi yaitu AS, dan bikin kita melek demokrasi, makanya kami pun ingin menyampaikan suara dari Amerika bahwa demokrasi yang benar tuh seperti ini, jadi jangan coba-coba menciderai demokrasi," ungkap Saleh. ok/vi/rmc
Editor : Redaksi