Ambil Jalur Hukum, Gideon Tengker Tak Masalah Rieta Amilia, Nagita-Caca Tengker di Penjara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
ideon Tengker usai jalani BAP tambahan di Polda Metro Jaya. Foto: Giovanni/ Kumparan Foto
ideon Tengker usai jalani BAP tambahan di Polda Metro Jaya. Foto: Giovanni/ Kumparan Foto

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Konflik keluarga antara Gideon Tengker dengan mantan istrinya, Rieta Amilia Beta, dan kedua anaknya, Nagita Slavina dan Caca Tengker masih terus berlanjut di ranah hukum. Bahkan terbaru, Gideon mengaku tak mempermasalahkan jika ketiganya akan dipenjara jika terbukti melakukan tindakan hukum.

Diketahui, Gideon masih terus mempermasalahkan soal perceraiannya dengan Rieta pada 2017 yang diputus di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sebab, ada dugaan terkait surat 'sakti' yang membuat keduanya bercerai secara verstek.

Gideon mempermasalahkan soal perceraiannya dengan Rieta pada 2017 yang diputus di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sebab, ada dugaan terkait surat 'sakti' yang membuat keduanya bercerai secara verstek.

Menurut Gideon, surat tersebut dibawa oleh Nagita dan Caca pada 2020. Mereka meminta Gideon untuk menandatangani surat itu. Gideon menandatangani surat itu karena ia mengira terkait pembagian aset. 

Namun, surat tersebut rupanya sudah digunakan untuk perceraian di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2017.

Gideon Tengker menyampaikan hal itu setelah menjalani BAP tambahan di Polda Metro Jaya, Selasa (20/02/2024). Dalam pemeriksaan tersebut, Gideon menjawab 9 pertanyaan terkait dugaan pemalsuan surat.

"Ya sampai situ (dipenjarakan) dulu deh," kata Gideon, Rabu (21/02/2024).

Menurutnya, laporan yang ia layangkan terhadap Rieta, Nagita, dan Caca merupakan upayanya untuk memperoleh keadilan. Lebih lanjut, Gideon berharap laporannya terkait dugaan pemalsuan surat bisa segera menemukan titik cerah.

"Kalau saya berada di pihak yang salah tentu saya (tidak) lapor dulu. Saya merasa berada di pihak yang benar. Kebenaran harus dibela dong," tuturnya.

"Mohon didoakan agar cepat selesai diproses semuanya sesegera mungkin, karena lebih cepat lebih baik," ucapnya. jk-05/dsy

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…