Jembatan Kodik Ambruk Dihantam Banjir, Akses Jalan Jadi Harus Memutar 1 Jam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pj Bupati Pamekasan, Masrukin saat mengecek jembatan yang ambruk di Desa Kodik, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. SP/ PMK
Pj Bupati Pamekasan, Masrukin saat mengecek jembatan yang ambruk di Desa Kodik, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. SP/ PMK

i

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Jembatan besi penghubung antar desa yang merupakan salah satu akses jalan utama masyarakat setempat untuk melakukan aktivitas di Desa Kodik, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur ambruk diterjang derasnya banjir.

Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, jika jembatan penghubung tersebut merupakan akses jalan dari menuju Desa Samiran-Talango, Proppo. Sekaligus sebagai akses alternatif dari tiga desa berbeda di wilayah setempat. Namun, ambruk saat terjadi banjir yang menyerang 9 desa/kelurahan di Pamekasan. 

“Jembatan Kodik ini menjadi satu-satunya fasilitas umum yang rusak akibat banjir, lainnya alhamdulillah aman,” jelasnya, Minggu (17/03/2024)

Lebih lanjut, kini kerusakan jembatan besi yang ambruk ini telah dihitung dan akan diusulkan perbaikannya melalui anggaran APBD Provinsi Jatim. Selain itu pihaknya juga akan mengupayakan perbaikan melalui dana pusat agar jembatan itu dilebarkan jalannya.

"Yang penting sementara ini normalisasi dulu jembatannya untuk diperbaiki apakah itu nanti lewat dana PUPR atau BPBD, atau APBD Kabupaten dan APBD Provinsi, sementara masyarakat setempat melewati akses jalan yang agak jauh melewati Samiran, dan Samatan," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, jauh sebelum ambruk, kondisi jembatan tersebut memang sangat mengkhawatirkan. Hanya saja warga tetap memaksa melewati jembatan yang terbuat dari besi dan bahan cor.

Bahkan pihak BPBD Pamekasan, juga sempat memasang plakat sebagai tanda peringatan bagi warga agar tidak melintasi jembatan yang menjadi akses alternatif.

“Memang sebelum ambruk, kondisi jembatan memang sangat mengkhawatirkan, dan sempat dipasang plakat peringatan agar tidak dilintasi, sehingga saat ini benar-benar ambruk tak tersisa,” jelasnya.

Sedangkan, akibat peristiwa banjir tersebut, terdapat sebanyak 2.517 KK menjadi korban banjir yang di dua kecamatan berbeda di Pamekasan, yakni Kecamatan Pademawu, dan Kecamatan Pamekasan (Kota).

Jumlah tersebut tersebar di sebanyak 9 (sembilan) desa/kelurahan di Pamekasan, meliputi sebanyak 3 (tiga) desa dan 6 (enam) kelurahan di dua kecamatan berbeda. Berdasar data BPBD Pamekasan, musibah banjir terjadi di 8 desa/kelurahan di kecamatan Pamekasan, serta satu desa di kecamatan Pademawu.

Sementara ini masyarakat setempat ketika hendak melakukan aktivitas harus memutar terlebih dahulu melalui Jalan Samiran dan Samatan. Untuk ke jalan utama, masyarakat membutuhkan waktu sejam.

Ke depan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan akan kembali membangun jembatan yang ambruk itu dengan konsep mengurangi kaki-kaki yang berpotensi menghambat lajunya air ketika banjir.

"Jembatan ini harus dibangun kembali agar kembali ke fungsinya," tutupnya. pmk-01/dsy

Berita Terbaru

Ancaman Kasus DBD di Tengah Musim Kemarau, Dua Warga di Tulungagung Meninggal Dunia

Ancaman Kasus DBD di Tengah Musim Kemarau, Dua Warga di Tulungagung Meninggal Dunia

Minggu, 18 Okt 2026 13:23 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 13:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Di tengah musim kemarau ini, terdapat sejumlah kasus meninggal dunia akibat DBD karena telat mendapat layanan kesehatan, salah…

Fenomena Antrean Panjang di SPBU, Pemkab Lumajang Pastikan Distribusi BBM Lancar

Fenomena Antrean Panjang di SPBU, Pemkab Lumajang Pastikan Distribusi BBM Lancar

Minggu, 18 Okt 2026 12:21 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 12:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Meskipun marak fenomena antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bahkan juga di Kabupaten Lumajang,…

Imbas Kebakaran Hutan, Dishut: Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup Sementara

Imbas Kebakaran Hutan, Dishut: Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup Sementara

Minggu, 18 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 12:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti imbas kebakaran hutan Gunung Arjuno-Welirang yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, kini…

Pemkot Tertibkan Jaringan Utilitas Tak Berizin di 224 Ruas Jalan Surabaya

Pemkot Tertibkan Jaringan Utilitas Tak Berizin di 224 Ruas Jalan Surabaya

Minggu, 18 Okt 2026 11:52 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 11:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya tindak lanjut atas permohonan bantuan penertiban dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya,…

Semarakkan HSN 2026, Pemkab Ponorogo Wajibkan ASN Berbusana Muslim

Semarakkan HSN 2026, Pemkab Ponorogo Wajibkan ASN Berbusana Muslim

Minggu, 18 Okt 2026 11:46 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, mewajibkan aparatur…

Rugi Rp4,8 M, Mourin Bantah Isu Aliran Dana ke Spa dan Tuduhan Ani-ani Kapolda

Rugi Rp4,8 M, Mourin Bantah Isu Aliran Dana ke Spa dan Tuduhan Ani-ani Kapolda

Minggu, 18 Okt 2026 11:36 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 11:36 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Mourin Chienci Lintong, pengelola Arisan Meouw, angkat bicara terkait mandeknya bisnis perkumpulan dana yang ia jalankan. Kerugian m…