Ketiban Berkah Bulan Suci Ramadhan

Perajin Kaligrafi di Tulungagung Banjir Pesanan, Tembus Qatar dan Amerika

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komarudin saat mengerjakan pesanan kaligrafi. SP/ istimewa
Komarudin saat mengerjakan pesanan kaligrafi. SP/ istimewa

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Momen bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi perajin kaligrafi di Kabupaten Tulungagung. Salah satunya Komarudin, warga Desa Sumberejo kulon, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

Komarudin mulai menggeluti usaha kaligrafi ini sejak tahun 1994 lalu. Saat itu Komarudin banyak mendapat pesanan menulis kaligrafi untuk keperluan kelahiran anak hingga menyambut haji. Usaha kaligrafi ini mendapat sambutan luas. 

"Usahanya sejak tahun 1994 lalu. Untuk model bordir dan silikon ini sudah sejak 2 tahun lalu karena permintaan pasar," ujarnya, Kamis (28/03/2024).

“Awalnya dapat pesanan menulis kaligrafi untuk keperluan kelahiran anak hingga menyambut haji kemudian meluas,” imbuhnya.

Lantas, dikala musim Ramadhan tiba, omzet penjualan meningkat hingga 150 persen dibanding hari biasa. Jika hari biasanya hanya mengerjakan 4-5 kaligrafi berukuran besar, bersama sang istri, ia mendapatkan 10 pemesanan di bulan Ramadhan ini menggunakan khot Tsuluts dan Naskhi dalam mengerjakan kerajinan kaligrafi ini.

Selain itu, diakui Komarudin, tak hanya di pasar domestik, indahnya seni kaligrafi hasta karya Komarudin ini juga dilirik hingga pasar internasional. Hingga kini dia sempat mendapatkan pesanan kaligrafi dari Qatar dan Amerika.

Menurutnya meroketnya karya kaligrafi miliknya ini lantaran dia membagikan proses pengerjaan serta hasil karyanya ke platform digital.

“Kalau saat ini sedang mengerjakan replika kiswah ka'bah dengan ukuran 5,5 meter kali 4,5 meter pesanan dari Kalimantan. Pernah juga mendapatkan pesanan dari Qatar dan Amerika,” paparnya.

Dijelaskan juga, dalam proses pembuatan kaligrafi itu, menurut Komarudin membutuhkan ketelatenan dan ketekunan untuk mengerjakan pesanan kaligrafi ini. Terutama yang berukuran besar seperti membuat replika kiswah ka’bah. Proses pengerjaan dilakukan dengan beberapa tahap, dimulai dengan pembuatan sketsa pada kain beludru menggunakan kapur tulis.

Selanjutnya, secara hati-hati lem silikon dilelehkan dan dilukiskan pada kain beludru sesuai sketsa. Lelehan lem yang mengeras dan membentuk kaligrafi kemudian dilakukan pewarnaan menggunakan kertas prada berwarna emas maupun silver. 

Lebih lanjut, menurutnya dari berbagai model kaligrafi, Komarudin menyebut jika model kaligrafi silikon banyak diminati karena harganya relatif lebih terjangkau daripada berbahan bordir. Sedangkan, untuk kaligrafi yang paling banyak diminati adalah tulisan ayat kursi dan ayat seribu dinar.

“Kalau untuk ayat 1.000 dinar, ayat kursi itu harganya sekitar Rp 750 ribu sampai Rp 800 ribu. Itu untuk silikon. Kaligrafi bordir lebih mahal lagi, contohnya kiswah bordir, antara Rp10 juta sampai Rp 48 juta, karena pengerjaannya lebih rumit,” pungkasnya. tlg-01/dsy

Berita Terbaru

Layanan Uji KIR Drive True Dishub Sidoarjo Semakin Cepat Dan Praktis

Layanan Uji KIR Drive True Dishub Sidoarjo Semakin Cepat Dan Praktis

Senin, 05 Okt 2026 16:20 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui…

Geliatkan Ekonomi Petani, Pemdes Kedungbocok Kebut Betonisasi JUT

Geliatkan Ekonomi Petani, Pemdes Kedungbocok Kebut Betonisasi JUT

Senin, 05 Okt 2026 16:04 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen meningkatkan infrastruktur pertanian…

Digadang-gadang Jadi Penguat Ekonomi, Proyek Greenhouse Desa Singkalan Mangkrak dan Beralih Jadi Kandang Kambing

Digadang-gadang Jadi Penguat Ekonomi, Proyek Greenhouse Desa Singkalan Mangkrak dan Beralih Jadi Kandang Kambing

Senin, 05 Okt 2026 15:17 WIB

Senin, 05 Okt 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Fasilitas pertanian modern berupa greenhouse budidaya melon di Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, kini…

Warga Tak Mampu Kena Denda Listrik Rp1,2 Juta, Cak Yebe: Kalau Tak Ada Kebijakan, Saya Bayar

Warga Tak Mampu Kena Denda Listrik Rp1,2 Juta, Cak Yebe: Kalau Tak Ada Kebijakan, Saya Bayar

Senin, 05 Okt 2026 15:13 WIB

Senin, 05 Okt 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko mendapat keluhan dari seorang warga kurang mampu terkait denda listrik…

Perkuat Peran Kecamatan dan Desa, Capaian IKD Bondowoso Tembus 6,7 Persen

Perkuat Peran Kecamatan dan Desa, Capaian IKD Bondowoso Tembus 6,7 Persen

Senin, 05 Okt 2026 14:56 WIB

Senin, 05 Okt 2026 14:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan…

Hingga Akhir 2026, DKPP Pastikan Ketersediaan Beras di Ngawi Aman

Hingga Akhir 2026, DKPP Pastikan Ketersediaan Beras di Ngawi Aman

Senin, 05 Okt 2026 14:28 WIB

Senin, 05 Okt 2026 14:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi memastikan ketersediaan beras di…