Soal KKN Jadi Perdebatan Yusril dan Ahli Sosiolog

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran, Yusril Ihza Mahendra, mencecar ahli dari Ganjar-Mahfud, Risa Permana Deli, terkait korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Yusril mengatakan KKN merupakan konsep hukum yang ada dalam undang-undang.

Mulanya, Risa yang juga merupakan Sosiolog Direktur Pusat Kajian Representasi Sosial, menyampaikan jika saat ini KKN telah kembali. Dia menyebut KKN juga kini menjadi mesin politik untuk kemenangan pasangan calon tertentu.

"Kemenangan yang diperoleh oleh presiden maupun wapres terpilih ataupun oleh legislator adalah penanda bukan hanya sekedar kegagalan dan kerusakan sistem politik di Indonesia," kata Risa dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di gedung MK, Jakarta, Selasa (2/4/2024).

"Kembalinya KKN dan kemenangan tersebut adalah wajah sebenarnya dari kematian kedaulatan dan menghilangnya rakyat sebagai penguasa politik sebenarnya," sambungnya.

 

Rekayasa Kemenangan

Risa juga berbicara mengenai politik populisme yang ada saat ini. Risa mengatakan penalaran masyarakat saat ini dibentuk dari adanya anggapan yang direkayasa dengan menyederhanakan penalaran.

"Skema ini untuk menyederhanakan penalaran politik kerakyatan yang seharusnya berwibawa, kompleks, mempertaruhkan nilai-nilai kolektivitas untuk akhirnya menjadi semata-semata rekayasa kemenangan," ujarnya.

Yusril pun langsung menanggapi pernyataan Risa. Yusril mempertanyakan dasar dari pernyataan Risa mengenai KKN yang telah kembali.

"Apakah Saudara cukup paham konsep hukum itu sehingga Saudara berani mengambil satu kesimpulan bahwa KKN yang kita benci sekarang kembali lagi," tanya Yusril.

 

Yusril Pertanyakan Kedudukan Risa

Yusril juga mempertanyakan kedudukan ahli Risa menyampaikan terkait KKN. Menurutnya, Risa tidak dapat menilai hanya berdasarkan opini semata.

"Atas dasar apa Saudara menilai itu? Berdasarkan keahlian Saudara? Atau itu hanya satu pandangan yang sama seperti satu pandangan orang awam pada umumnya," tuturnya. n jk/rmc

Berita Terbaru

Semeru Kembali Erupsi hingga Cuaca Hujan Rintik, Pendakian Ditutup Total

Semeru Kembali Erupsi hingga Cuaca Hujan Rintik, Pendakian Ditutup Total

Kamis, 08 Okt 2026 14:00 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas Gunung Semeru kembali erupsi dan saat ini masih berada…

Target Kinerja Belum Tercapai, Eri Cahyadi Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya Berdasarkan Hasil Evaluasi

Target Kinerja Belum Tercapai, Eri Cahyadi Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya Berdasarkan Hasil Evaluasi

Kamis, 08 Okt 2026 12:53 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti pergantian 13 kepala perangkat daerah (PD) dalam setahun terakhir, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkap hal…

Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri, Dishub Surabaya Gerak Cepat beri Sanksi SP-2

Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri, Dishub Surabaya Gerak Cepat beri Sanksi SP-2

Kamis, 08 Okt 2026 12:34 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan salah satu pengemudi Wirawiri Suroboyo,…

Antisipasi Banjir Musim Hujan, Pemkot Madiun Bakal Perbaiki Drainase Rusak hingga Pengolahan Ipal

Antisipasi Banjir Musim Hujan, Pemkot Madiun Bakal Perbaiki Drainase Rusak hingga Pengolahan Ipal

Kamis, 08 Okt 2026 12:25 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 12:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menyusul temuan di sejumlah lokasi saluran drainase di Kota Madiun yang telah mengalami kerusakan, Pemerintah Kota (Pemkot) setempat…

Pemkab Malang Ubah Paradigma Sound Horeg: Dari “Adu Keras” Jadi “Adu Kreativitas"

Pemkab Malang Ubah Paradigma Sound Horeg: Dari “Adu Keras” Jadi “Adu Kreativitas"

Kamis, 08 Okt 2026 11:52 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 11:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti berbagai persoalan sosial yang muncul akibat penggunaan pengeras suara atau sound system (sound horeg) di tengah…

Ditarget Rampung 16 Desember, Pembangunan Jembatan Candinegoro Terus Dikebut

Ditarget Rampung 16 Desember, Pembangunan Jembatan Candinegoro Terus Dikebut

Kamis, 08 Okt 2026 11:43 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menyusul deviasi progres fisik yang mencapai minus 9,94 persen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mengebut pembangunan…