Pilu! Disabilitas Asal Lumajang Jadi Korban Rudapaksa Orang Tak Dikenal hingga Hamil dan Melahirkan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 03 Apr 2024 15:03 WIB

Pilu! Disabilitas Asal Lumajang Jadi Korban Rudapaksa Orang Tak Dikenal hingga Hamil dan Melahirkan

i

Ilustrasi. Kasus pelecehan seksual. SP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Seorang penyandang disabilitas berinisial SW (31), asal Dusun Pelanggaran, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang baru saja menjadi korban rudapaksa oleh seorang pria yang tidak dikenal.

Memilukannya, akibat insiden tersebut, SW yang diketahui berjenis kelamin gadis ini mengandung dan melahirkan seorang anak. Aksi sadis tersebut baru diketahui setelah SW saat melahirkan anak pertamanya pada Senin (01/04/2024) lalu.

Baca Juga: Januari-Maret, 6 Orang di Lumajang Meninggal Karena DBD

Menurut penjelasan ayah korban yang bernama Kasbola, bahwa sebelumnya SW tidak menunjukkan tanda-tanda mengandung hingga melahirkan. Bahkan, SW juga tidak pernah menikah karena pihak keluarga yang mengkhawatirkan kondisi keterbatasan SW. 

Lebih lanjut, menurut Kasbola, sang anak tidak pernah sekalipun mengeluh selain hanya merasa pusing. “Tidak pernah bercerita. Tidak menunjukkan tanda-tanda seperti orang mengandung sampai melahirkan. Anak saya hanya merasa pusing saja” terangnya

Sementara itu, diketahui, pelaku yang tega melakukan perbuatan tersebut adalah Mista alias Masno, warga asal Dusun Rekesan, Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang.

Awal Mula Kronologi

Sebelumnya, Masno mengaku sedang mencari pisang dan akan dijual di pasar Wotgalih. Kemudian pelaku bertemu dan memaksa korban untuk berhubungan intim. Tidak hanya sampai di situ, pelaku juga sempat mengancam akan menggorok leher korban jika berani membicarakan perbuatan tersebut kepada orang lain.

Baca Juga: Pasar Murah di Lumajang akan Digelar Selama Ramadhan

“Pada saat itu rumah sedang kosong, hanya ada anak saya. Saya sendiri dari pagi sampai sore berada di sawah” ungkap Kasbola

Saat ini kasus sedang ditangani oleh Polsek setempat. Pihak keluarga korban berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatan kejinya terhadap SW.

“Alasannya sama-sama mau melakukan hubungan intim. Putri saya juga sempat diancam” terang Kasbola dengan kesal

Baca Juga: Pemkab Lumajang Pastikan Harga Bapok Terjangkau

Di sisi lain, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Alim Muslimin mengecam keras perbuatan Masno. Menurutnya, kasus tersebut harus sampai ke proses hukum mengingat korban juga harus merawat anaknya yang baru lahir.

“Tentu kasus ini harus sampai hukum agar pelaku mendapatkan ganjaran setimpal” keras Alim

Sementara itu, diketahui anak yang lahir dari rahim SW dalam kondisi yang sehat dengan bobot 2,2 kilogram. SW juga dalam pemulihan setelah menjalani proses persalinan. lmj-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU