Tanggapan Pj Bupati Jombang Usai Namanya Dikaitkan Masuk Bursa Pilbup 2024

author Syaiful Arif Koresponden Jombang

- Pewarta

Kamis, 18 Apr 2024 15:12 WIB

Tanggapan Pj Bupati Jombang Usai Namanya Dikaitkan Masuk Bursa Pilbup 2024

i

Pj Bupati Jombang, Sugiat.SP/ SAREP

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Mencuatnya nama Pejabat (Pj) Bupati Jombang, Sugiat dalam kontestasi politik pemilihan bupati 2024 direspon mantan mantan Kabinda Sulawesi Barat. 

Jika dirinya tidak memiliki niatan untuk mengikuti Pilbup Kabupaten Jombang bulan November 2024 mendatang. 

Baca Juga: Komoditas Unggulan Vanili: Perawatan Mudah, Harga Jual Tinggi

Sugiat, dengan tegas menampik kabar bila ia nantinya akan maju mencalonkan diri sebagai bupati Jombang, pada pilkada 2024 nanti.

Karena saat ini, Sugiat masih tercatat dan menyandang status sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Badan Intelijen Negara (BIN). 

"Saya ini gak ada rival politik. Karena saya ASN, kalau toh mau harus ikut kontestasi pilkada kan ada aturan-aturannya," kata Sugiat, Kamis (18/04/2024). 

Jika ia memiliki niatan untuk maju sebagai calon bupati Kabupaten Jombang, diungkapkannya harus mengundurkan diri sebagai ASN di BIN. 

Baca Juga: Upacara Hardiknas di Jombang, Belasan Peserta Bertumbangan: Kelamaan ‘Dijemur’

"Itu juga harus mendapatkan persetujuan dari pimpinan (BIN) dulu. Diizinkan atau tidak," tandas Sugiat. 

Untuk itu, ia menegaskan inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman (Mamin) yang dilakukan tim pengendali inflasi daerah (TPID) Jombang di salah satu toko modern milik pengusaha yang akan mengikuti kontestasi pilkada Jombang, bukanlah sebuah setingan.

"Makanya ada yang menyampaikan ini ada settingan ada ini, ada itu, sebenarnya gak ada, dan saya klarifikasi bahwa itu gak ada," kata Sugiat menambahkan. 

Baca Juga: Panen Raya Berakhir: Petani di Jombang Nangis, Harga Gabah Anjlok

Sehingga lanjut Sugiat, kegiatan sidak mamin TPID di toko modern yang ada di jalan raya KH Wahab Hasbullah nomor 174, Tambakrejo, Jombang itu, tidak berlatar belakang politik.

"Tidak ada (unsur politis), saya ini pas kesana kebetulan, menemukan itu (makanan kadaluarsa dan tanpa izin), dan sebelum ke sana, sudah di telpon oleh Bu Nura Kamalia (kepala dinas Ketahanan Pangan), bahwa kita akan datang (sidak mamin)," kata Sugiat.

"Dan yang menentukan titik-titik (lokasi sidak) itu Ketahanan Pangan, saya gak tau kemana aja lokasinya yang akan disidak, saya ngikut aja. Seperti di Indomarco, Sumber rejeki atau apa itu, saya gak menentukan titiknya," ujar Sugiat. Sarep

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU