Oknum Polisi di Surabaya Cabuli Anak Tirinya Sejak SD Selama 4 Tahun, Korban Trauma Berat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Pencabulan anak dibawah umur yang terjadi di Surabaya. SP/ SBY
Ilustrasi. Pencabulan anak dibawah umur yang terjadi di Surabaya. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini kasus pencabulan dan pelecehan seksual kian marak. Bahkan, seorang anggota polisi di Surabaya K (53) tega mencabuli anak tirinya sendiri sejak duduk di bangku SD kelas 6 sampai SMP selama 4 tahun berturut-turut.

Diketahui, pelaku K (53) adalah anggota aktif Polsek Sawahan Polrestabes Surabaya. Akibat insiden tersebut, saat ini korban mengalami trauma berat kerap tidak mau pulang ke rumahnya. Bahkan, korban yang kini sudah duduk dibangku SMP kerap menghabiskan waktu nongkrong bersama teman-temannya sambil menenggak miras.

“Iya trauma. Kalau masalah tidak mau sekolah si engga. Tapi dia terus menerus minum miras dan jarang di rumah,” jelas NH (55) nenek korban, Minggu (21/04/2024).

Sayangnya, saat trauma berat yang dilampiaskan dengan minum-minuman keras itu terciduk sang ibu kandung korban pada bulan Maret 2024 kemarin. Sontak, sang ibu pun marah besar dan diseret ke rumahnya di Krembangan. 

Korban yang sudah tidak betah dimarahi, korban lantas meluapkan emosi dan menceritakan apa yang dialami sejak duduk di bangku SD. Korban mengakui bahwa ia jarang pulang karena takut dengan ayah tirinya K (53) yang juga anggota Polsek Sawahan Polrestabes Surabaya.

“Oleh ibunya lantas diajak ke rumah saya di Pabean Cantikan. Disitu cucu saya bercerita bahwa sejak kelas 6 SD hampir setiap hari dicabuli hingga penetrasi alat kelamin,” imbuh NH.

Modus Pencabulan Oknum Polisi di Surabaya

Pelaku K (53) kerap melakukan pencabulan di waktu malam hari. Saat ibunya sedang terlelap tidur. Aksi pencabulan itu dilakukan di kamar hingga di kamar mandi. 

Latas, untuk membungkam korban agar tidak bercerita, anggota Polsek Sawahan Polrestabes Surabaya itu melakukan intimidasi kepada korban serta memberikan rayuan untuk membelikan barang kesukaan gadis kelas 3 SMP itu.

“Sekarang anaknya seperti linglung. Perlu pendampingan psikologi. Sekarang korban tinggal di rumah saya agar tidak trauma kalau kembali ke rumahnya di Krembangan itu,” tutur NH.

Sementara itu kerabat NH yang juga masih keluarga dengan korban meminta agar polisi bisa memproses pelaku K (53) dengan seadil-adilnya. Ia juga meminta kepada Propam Polrestabes Surabaya melakukan pemecatan kepada K (53) dari instansi kepolisian.

“Biar tahu rasanya dia dipenjara. Biarin. Kita orang gak punya jangan dilecehkan. Saya gak Terima. Aku minta tolong usut dia sampai selesai,” kata SA dengan wajah memerah.

Sebagai informasi, Kkorban mengatakan, pencabulan tersebut diterimanya sejak empat tahun lalu, saat dirinya duduk di bangku kelas 5 SD. Ayah tirinya sendiri merupakan anggota Polsek Sawahan. 

“Saya sudah berkali-kali dicabuli oleh ayah tiri saya. Sejak tahun 2020 dan terakhir bulan Februari 2024,” kata korban di Mapolresta Pelabuhan Tanjung Perak, Minggu (21/04/2024).

Kini, pelaku oknum tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Laporan itu juga telah diterima oleh pihak Polres Pelabuhan dengan nomor LP : STPL/B/215/IV/2024/SPKT/Polres Pelabuhan Tanjung Perak/Polda Jatim.

"Saya tidak terima cucu saya diperlakukan seperti itu. Saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Kalau bisa dipecat (dari kepolisian)," ungkap N. sb-01/dsy

Berita Terbaru

Perkuat Identitas Budaya Lokal, Pemkab Wajibkan ASN Kenakan Batik Khas Sidoarjo

Perkuat Identitas Budaya Lokal, Pemkab Wajibkan ASN Kenakan Batik Khas Sidoarjo

Senin, 06 Jul 2026 14:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai bagian dari memperkuat identitas budaya lokal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mewajibkan Aparatur Sipil Negara…

Utamakan Kepentingan Publik, Pemkot Surabaya Gencar Tertibkan Jalan Nias

Utamakan Kepentingan Publik, Pemkot Surabaya Gencar Tertibkan Jalan Nias

Senin, 06 Jul 2026 12:27 WIB

Senin, 06 Jul 2026 12:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah strategis mengembalikan fungsi jalan sebagai fasilitas umum sekaligus menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai…

Gandeng MUI, Pemkot Surabaya Targetkan Imunisasi Anak Sekolah hingga 90 Persen

Gandeng MUI, Pemkot Surabaya Targetkan Imunisasi Anak Sekolah hingga 90 Persen

Senin, 06 Jul 2026 12:19 WIB

Senin, 06 Jul 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026, Pemerintah Kota (Pemkot)…

Sumur SPAM di Jombang Dipantau Ketat, Antisipasi Krisis Air Bersih Selama Kemarau

Sumur SPAM di Jombang Dipantau Ketat, Antisipasi Krisis Air Bersih Selama Kemarau

Senin, 06 Jul 2026 11:35 WIB

Senin, 06 Jul 2026 11:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menghadapi selama musim kemarau, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang mulai memperketat pemantauan debit air pada…

Pemkab Banyuwangi Bangun TPS3R, Solusi Kurangi Sampah di Perkotaan

Pemkab Banyuwangi Bangun TPS3R, Solusi Kurangi Sampah di Perkotaan

Senin, 06 Jul 2026 11:26 WIB

Senin, 06 Jul 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui program Clean Rivers yang mendapat dukungan pendanaan dari Uni Emirat Arab (UEA), Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Harga Ayam Potong di Madiun Anjlok Rp 30.000 Per Kg Imbas MBG Libur

Harga Ayam Potong di Madiun Anjlok Rp 30.000 Per Kg Imbas MBG Libur

Senin, 06 Jul 2026 11:15 WIB

Senin, 06 Jul 2026 11:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Imbas program Makan Bergizi Gratis (MBG) libur, harga daging ayam di Kota Madiun, Rp 30.000 per kilogram. Nilai itu jauh dari dua…