Dishub Jatim Segera Pamerkan Bus Luxury Trans Jatim untuk Koridor 1 dengan Tarif Rp 20 ribu

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Jumat, 26 Apr 2024 18:31 WIB

Dishub Jatim Segera Pamerkan Bus Luxury Trans Jatim untuk Koridor 1 dengan Tarif Rp 20 ribu

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim) mengungkapkan bahwa segera meluncurkan Bus Luxury baru yang akan masuk ke jajaran Trans Jatim Koridor 1.

Dikarenakan load factor koridor 1 sudah di atas 130 persen. Oleh karena itu, bus tipe Luxury Trans Jatim yang ukurannya 3/4 lebih besar dibandingkan biasanya nantinya akan berkontribusi pada koridor tersebut.

Baca Juga: Semarak HLUN ke 28, Dinsos Jatim Sajikan 'Sate Lansia' di Tujuh Kabupaten

Kepala Dishub Jawa Timur, Nyono, mengaku bahwa Bus Luxury Trans Jatim ini nantinya menawarkan kenyamanan ekstra dengan tempat duduk yang lapang dan fasilitas pramugari.

"Tempat duduknya nyaman, penumpang tidak ada yang berdiri dan ada pramugarinya," kata Nyono, Surabaya, Jumat, (26/4/2024).

Dengan tarif komersial sebesar Rp20 ribu, bus ini akan menghadirkan layanan yang sangat dinantikan bagi masyarakat Gerbangkertosusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan).

Nyono juga menegaskan bahwa subsidi tarif akan dipindahkan ke koridor lain untuk memastikan layanan Trans Jatim merata di seluruh wilayah.

"Trans Jatim Luxury akan beroperasi pada jam sibuk, dengan tujuan memperluas cakupan layanan kami untuk kalangan menengah ke atas," jelas Nyono, menegaskan komitmennya untuk menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat.

Baca Juga: Hendak Study Tour, Dishub Kota Mojokerto Siap Bantu Cek Bus Sebelum Keberangkatan

Lanjut Nyono, namun dengan dicabutnya subsidi ini dengan tarif sebesar Rp 5 ribu kurang tepat lantaran banyak pegawai di Gresik yang banyak bergaji Rp 10 juta keatas.

"Jadi yang 30 persen bus Trans Jatim koridor I dengan tarif Rp5000 ini tetap akan beroperasi pada jam-jam tidak sibuk, sehingga masyarakat kalangan menengah kebawah tetap bisa terlayani," papar Nyono.

Selain itu, Nyono juga mengungkapkan rencana untuk menggunakan bus listrik sebagai bagian dari pengembangan moda transportasi berbasis elektrik.

Baca Juga: Imigrasi Surabaya: 282 Anak WNI-WNA di Jatim Belum Pilih Kewarganegaraan

"Pak Pj telah memerintahkan agar Trans Jatim dapat menggunakan bus listrik. Ini adalah langkah besar dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan pengurangan emisi gas rumah kaca," tambahnya.

Tak hanya itu, Dishub Jatim juga akan merilis fitur baru pada aplikasi Trans Jatim - Ajaib pada bulan Agustus mendatang. Fitur ini akan memberikan informasi tentang daerah-daerah rawan dan titik perlintasan kereta api tanpa palang pintu, sehingga memberikan keamanan tambahan bagi pengguna transportasi publik.

"Jadi jika kita sudah menginstal aplikasi ini pada google map akan ada notifikasi daerah-daerah rawan dan titik perlintasan kereta api tidak berpalang pintu. Ini tersambung secara otomatis kalau sudah download Trans Jatim - Ajaib. Jadi bagi pengguna aplikasi ini tidak harus naik Bus Trans Jatim," tandasnya. Ain

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU