Satlantas Polres Gresik Tertibkan Sopir Bus Trans Jatim yang Berkendara Membahayakan

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Kepolisian Resor Gresik melalui Satuan Lalu Lintas menindak tegas seorang pengemudi bus Trans Jatim yang kedapatan berkendara secara ugal-ugalan di jalan protokol. Penindakan dilakukan setelah video pelanggaran tersebut viral di media sosial dan memicu keresahan masyarakat.

Bus Trans Jatim dengan nomor lambung LX.042 dan nomor polisi W 7133 ** diketahui melakukan manuver berbahaya saat melintas di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo (SHD) Gresik. Aksi tersebut terekam kamera warga dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Satlantas Polres Gresik segera melakukan penelusuran hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi pengemudi bus berinisial SH (48), warga Kabupaten Jombang. Pada Senin (19/1/2026), pengemudi yang bersangkutan dipanggil dan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dari hasil pemeriksaan, Satlantas Polres Gresik menjatuhkan sanksi tilang sebagai bentuk penegakan hukum atas pelanggaran lalu lintas yang dilakukan. Selain itu, pihak pengelola Trans Jatim bersama perusahaan otobus (PO) terkait juga memberikan sanksi internal sebagai langkah pembinaan dan evaluasi kedisiplinan pengemudi.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, khususnya di kawasan jalan protokol dengan mobilitas tinggi.

“Pengemudi angkutan umum harus mengutamakan keselamatan. Tidak ada toleransi bagi perilaku ugal-ugalan yang dapat membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lain,” tegas AKP Nur Arifin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif melaporkan pelanggaran lalu lintas. Polres Gresik mengajak masyarakat untuk terus berperan serta menjaga ketertiban dengan memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 atau Hotline Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006 apabila menemukan pelanggaran maupun gangguan kamtibmas. did

Berita Terbaru

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Harapan petani Desa Tanjekwagir Kecamatan Krembung untuk meningkatkan hasil pertanian akhirnya terwujud. Pada Kamis (25/6) Dinas P…

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil ungkap dan tangkap komplotan pelaku Curas,setelah pihak korban dari A…

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya, – ADA kebiasaan unik setiap tanggal 10 Muharam yaitu muliakan Anak Yatim. Banyak umat muslim rutin menggelar acara santunan komunal …

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…