Panen Raya Berakhir: Petani di Jombang Nangis, Harga Gabah Anjlok

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Panen raya Maret 2024 akan segera berakhir, banyak petani tengah memanen gabah untuk segera dijual. SP/ JBG
Ilustrasi. Panen raya Maret 2024 akan segera berakhir, banyak petani tengah memanen gabah untuk segera dijual. SP/ JBG

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Momentum panen raya di bulan Maret 2024 telah berakhir menyusul harga gabah yang sedang berlangsung di kalangan petani. Sayangnya, nasib kurang mujur dialami oleh sejumlah petani di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang yang mengeluhkan anjloknya harga gabah kering hasil panen mereka.

Meskipun sebelumnya pemerintah sudah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP), tetapi nyatanya masih belum berjalan sesuai harapan.

Salah satu petani asal Peterongan, Jombang, Sulistio menyebut bahwa harga gabah kering cenderung rendah, yakni berkisar Rp 5.100 perkilogramnya. Ditambah di akhir masa panen raya ini beberapa lahan persawahan di daerahnya sudah selesai melakukan panen

“Sekarang harganya rendah cuma Rp. 5.100 per kilo. Itu harga gabahnya setelah digiling. Hampir semua punya petani di sini tanaman padi sudah dipanen. Tapi kalau dibanding sama dua minggu lalu, ya turun. Kemarin itu harganya masih Rp. 5.700 sampai Rp. 5.800 perkilonya. Jadi turunnya dari kemarin itu bertahap,” kata pria yang akrab disapa Sulis itu, Kamis (02/05/2024).

Kini, dirinya hanya bisa berharap harga gabah tidak lagi turun. Mengingat, ada beberapa petani yang juga masih belum melakukan panen tanaman padinya di musim ini.

Sama halnya dengan, salah seorang petani di Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso bernama Sumartono mengungkapkan bahwa saat ini sedang terjadi penurunan harga jual gabah kering di wilayahnya.

Pada awal panen sebelumnya, harga gabah kering masih berada di kisaran Rp 5 ribu per kilogram. Namun, setelah itu harga gabah menjadi turun drastis.

“Dua hari lalu saya panen dan jual ke tengkulak setelah turun dari mesin perontok, harganya Rp 4.600 per kilogram,” ujarnya.

Harga itu cukup membuat resah petani seperti dirinya, karena pada dua pekan sebelumnya harga jual gabah kering panen masih Rp 5 ribu per kilogram. Tetapi saat ini harga jual gabah malah anjlok ke Rp 4.600 per kilogramnya.

Ia menjelaskan bahwa padi miliknya masih dipanen secara manual tanpa menggunakan mesin combine. Sementara itu, harga gabah kering giling di wilayahnya sebesar Rp 6 ribu per kilogram.

“Jelas mengeluh, karena dijual untuk modal atau biaya tanam tembakau,” imbuhnya.

Terkait hal itu, keluhan sejumlah petani padi Jombang pada musim panen raya ini juga disoroti oleh kalangan dewan. Lantaran, tidak sedikit dari petani yang terpaksa menjual hasil panen gabahnya dengan harga jauh di bawah HPP yang telah ditetapkan pemerintah.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jombang yakni Sunardi. Menurutnya, kondisi seperti saat ini tentu merugikan bagi petani. Apalagi biaya produksi pasti membengkak karena harga pupuk yang mahal. Sedangkan jatah pupuk subsidi dari pemerintah jumlahnya terbatas.

“Harga gabah sekarang di kisaran Rp 5 ribu per kilogram, bahkan di bawah itu juga ada. Padahal, pemerintah sudah menetapkan HPP GKP sebesar Rp 6 ribu,” kata dia.

”Kalau pas panen harganya hancur kan kasihan petani,” bebernya.

Oleh karena itu, kondisi seperti ini menurutnya tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Pemerintah harus segera melakukan Langkah solutif untuk melindungi petani. Pihak DPRD Jombang saat ini mendesak Bulog agar segera mengambil langkah atau tindakan untuk mengatasi masalah itu.

“Ini merupakan tren setiap panen raya. Seharusnya pemerintah punya solusi terkait anomali harga gabah,” pungkasnya. jbg-01/dsy

Berita Terbaru

Awal 2026, Disnak Tulungagung identifikasi 59 Ekor Ternak Terjangkit PMK

Awal 2026, Disnak Tulungagung identifikasi 59 Ekor Ternak Terjangkit PMK

Rabu, 04 Feb 2026 12:04 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 12:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Pada awal 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengidentifikasi kasus…

LBH Maritim Laporkan Dugaan SHGB Laut PT SSM ke Kejagung, Diduga Langgar Hukum Kelautan dan Tata Ruang

LBH Maritim Laporkan Dugaan SHGB Laut PT SSM ke Kejagung, Diduga Langgar Hukum Kelautan dan Tata Ruang

Rabu, 04 Feb 2026 11:56 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 11:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan penerbitan Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) di wilayah laut kembali mencuat di Kabupaten Gresik. Lembaga Bantuan Hukum (…

Dukung Usaha Kecil, Petrokimia Gresik Bangun Outlet UMKM "Trate Rasa" di Kelurahan Trate

Dukung Usaha Kecil, Petrokimia Gresik Bangun Outlet UMKM "Trate Rasa" di Kelurahan Trate

Rabu, 04 Feb 2026 11:54 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 11:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Upaya mendorong kebangkitan ekonomi warga terus dilakukan Pemerintah Kelurahan Trate, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. Setelah s…

Dongkrak Swasembada Pangan, Poktan Probolinggo Mulai Percepat Tanam Padi

Dongkrak Swasembada Pangan, Poktan Probolinggo Mulai Percepat Tanam Padi

Rabu, 04 Feb 2026 11:52 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 11:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka mendongkrak swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kelompok Tani (Poktan) di…

Pemkab Pamekasan Fasilitasi Program pinjaman Modal Usaha Bunga Rendah ke Pelaku UMKM

Pemkab Pamekasan Fasilitasi Program pinjaman Modal Usaha Bunga Rendah ke Pelaku UMKM

Rabu, 04 Feb 2026 11:43 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Sebagai upaya untuk membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur,…

Meresahkan! Musim Hujan Picu Banjir hingga Ular Masuk Rumah Warga di Pasuruan

Meresahkan! Musim Hujan Picu Banjir hingga Ular Masuk Rumah Warga di Pasuruan

Rabu, 04 Feb 2026 11:34 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 11:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Musim hujan dengan intensitas tinggi membuat warga di Kota Pasuruan. Pasalnya, selain banjir, hujan deras juga turut memicu banyak…