Tipu Warga Rp 150 juta untuk Dijanjikan jadi PNS, Penjual Pentol di Lamongan Masuk Bui

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Seorang penjual pentol keliling di Lamongan diringkus polisi. Dia diduga telah melakukan penipuan dengan menjanjikan korban bisa masuk menjadi PNS di Pemkab Lamongan.

Penjual pentol itu adalah AS (48), warga Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro. Pelaku ditangkap saat keliling menjual pentolnya di Rumah Sakit Umum Bojonegoro. Kini dia meringkuk di sel tahanan Mapolres Lamongan.

"Benar, polisi mengamankan tersangka dengan inisial AS (48) pada 7 Mei 2024 lalu," kata Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Andi Nur Cahya kepada wartawan, Sabtu (11/5/2024).

Sementara, korban penipuan itu adalah AN (20), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Modo, Lamongan. Korban tertipu janji palsu AS hingga membayarkan uang mencapai ratusan juta.

Penipuan yang dilakukan tersangka ini bermula ketika korban bersama kakak dan ayahnya bertemu tersangka di rumah kontrakan tersangka di kawasan Plaosan, Kecamatan Babat, Lamongan.

Saat itu 8 Januari 2023, tersangka mengatakan kepada korban bahwa saat itu ada lowongan PNS di Pemkab Lamongan. Dia juga menawarkan bantuan untuk memasukkan korban menjadi PNS.

"Syaratnya korban harus menyerahkan uang sebesar Rp 150 juta sebagai uang pelicin," kata Andi.

Mendengar tawaran itu, korban langsung percaya dan sepakat akan membayarkan uang sesuai nominal yang diminta AS. Korban akhirnya membayarnya dengan cara mengangsur melalui mobile banking ke nomor rekening tersangka dan secara tunai.

Setahun lebih setelah uang itu diterima AS, korban akhirnya menyadari bahwa dirinya menjadi korban penipuan karena tak kunjung ada panggilan masuk untuk bekerja menjadi PNS di Pemkab Lamongan. Merasa ditipu, korban akhirnya melapor ke Polres Lamongan.

Polisi mendapati pelaku berada di sekitar rumah sakit umum Bojonegoro berjualan pentol keliling. Petugas berhasil mengamankan tersangka dan dilakukan interogasi. AS pun mengakui perbuatannya sehingga dia segera dibawa ke Polres Lamongan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Lm-01/ham

Berita Terbaru

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

BPKH menghadapi tantangan menjaga keamanan dan keberlanjutan dana, sementara nilai manfaat membantu membiayai haji dan memunculkan pertanyaan tentang hak jemaah…

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…