Wapres: Perbankan Syariah Perlu Prioritaskan Peningkatan Tata Kelola dan Manajemen Risiko

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 13 Mei 2024 19:57 WIB

Wapres: Perbankan Syariah Perlu Prioritaskan Peningkatan Tata Kelola dan Manajemen Risiko

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa ke depan, perbankan syariah Indonesia perlu memprioritaskan peningkatan tata kelola dan manajemen risiko di tengah tekanan ketidakpastian global.

Menurut dia, industri perbankan syariah juga harus terus mengembangkan inovasi produk dan layanan yang menonjolkan keunikan guna bertahan di tengah daya saing industri.

Baca Juga: Pupuk Langka, Pemerintah Siapkan Skema Pemberian Subsidi

"Saya yakin, potensi sektor perbankan syariah ini masih jauh lebih besar. Untuk itu, mari memperkuat komitmen, sinergi dan jejaring, dalam mendorong pangsa pasar, pertumbuhan, dan kontribusi perbankan syariah di masa mendatang,” kata Wapres dalam sambutannya di acara Halal Bi Halal Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) di Jakarta, Senin (13/5).

Ia optimis bahwa industri perbankan syariah nasional akan terus bertumbuh secara berkelanjutan.

Ma'ruf Amin menambahkan, sektor keuangan syariah saat ini meningkat pesat. Seperti industri perbankan syariah, pasar modal syariah, asuransi syariah, hingga pegadaian syariah.

Adapun sebagai bank syariah terbesar Indonesia, Head of Investor Relation BSI Rizky Budinanda menjelaskan, Perseroan senantiasa menjaga konsistensi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya nasabah melalui kinerja berkelanjutan.

Baca Juga: Resmikan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru, Wapres: Memacu Geliat Dunia Usaha

Untuk aset, BSI berada di peringkat 6 yang sebesar Rp354 triliun atau bertumbuh 15,67 persen secara tahunan.

Dana murah berupa tabungan berada di peringkat 5 terbesar yang senilai Rp125 triliun bertumbuh 7,08 persen yoy.

Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan atau pre-provisioning operating profit (PPOP) mencapai Rp10,21 triliun tumbuh 8,7 persen yoy.

Baca Juga: Umat Islam Harus Melek Peradaban dan Keilmuan

Consumer financing sebesar Rp131 triliun bertumbuh 15,66 persen yoy.

"Hasil kinerja tersebut menegaskan BSI meski umurnya cukup muda mampu menjaga kinerja dan tumbuh berkelanjutan. Salah satunya terlihat dari cost of fund yang membuktikan BSI sangat efisien sehingga laba lebih optimal," tuturnya. 

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU