SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan otomotif Hyundai asal Korea Selatan yang belum genap berusia satu tahun berkiprah di Tanah Air justru menarik kembali (recall) Hyundai Ioniq 6, sebelumnya juga dialami oleh Hyundai Ioniq 5.
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto mengungkap, permasalahan ini karena adanya pembaruan software (perangkat lunak) pada komponen Integrated Charge Control Unit (ICCU) yang ada pada kedua kendaraan listrik milik Hyundai.
"Kami mengajak pemilik Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6 di Indonesia dapat melakukan pembaruan software pada komponen ICCU untuk pengalaman pengisian baterai yang seamless dan lebih optimal," jelas Fransiscus, Selasa (14/05/2024).
Namun, Hyundai menjamin bahwa proses update untuk perangkat lunak tersebut tidak kurang dari 30 menit dan dilakukan secara gratis. Guna memastikan kenyamanan para penggunanya yang ada di Indonesia.
"Kita usahakan secepat mungkin karena cuma 20 menit prosesnya. Pasti kita usahakan secepatnya customer kita panggil melalui call center, bluelink. Ketika customer datang langsung kita update. Sudah mulai (per tanggal 6 Mei 2024)," ujar Head of After Sales Service HMID, Haris Wiyono di Jakarta.
Lebih lanjut, diketahui unit yang terlibat dalam kasus ini merupakan model yang diproduksi sejak Maret 2022 hingga April 2024 dengan jumlah yang diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 unit.
Sedangkan, penarikan kembali untuk model-model ini juga terjadi di global, kejadian ini tidak hanya menimpa Hyundai ioniq 5 maupun 6. Jenama premium milik Hyundai juga turut terlibat seperti Genesis GV60, GV 70, dan G80 EV serta Kia EV6.
"Hyundai Motor dan Kia akan mengambil tindakan cepat untuk mencegah ketidaknyamanan pelanggan dan akan terus memprioritaskan keselamatan pelanggan kami dan kendaraan mereka," kata Hyundai Motor Group dalam pernyataan resminya. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu