Petani Kakao di Madiun Meringis, Harga Anjlok Terserang Penyakit

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 17 Mei 2024 12:52 WIB

Petani Kakao di Madiun Meringis, Harga Anjlok Terserang Penyakit

i

Warga Desa Batok, Gemarang menjemur buah kakao sebelum dijual ke distributor dan pabrik. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Harga bahan baku coklat (kakao) di Desa Batok, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur anjlok lantaran harga jualnya naik turun yang tidak menentu dibanding bulan lalu.

Diketahui, saat ini untuk harga kakao produksi Madiun dengan kadar air 8-9 hanya kisaran Rp 90 ribu per kilogram. Sedangkan yang kadar air 25-29 dari kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu.

Baca Juga: Berkah Idul Adha, Pande Besi di Madiun Banjir Pesanan 3 Kali Lipat

Salah seorang pengepul kakao di Desa Batok, Sutini menjelaskan, harga mengalami penurunan dan mengeluh. Pasalnya hasil kakao tahun ini yang menyusut.

"Kemarin itu sempat yang kadar air rendah itu Rp 130 ribu per kilogram dan yang basah atau kadar air tinggi di Rp 85 ribu sampai Rp 90 ribu per kilogram," ungkapnya, Jumat (17/05/2024).

Baca Juga: DKPP: Stok Hewan Kurban di Madiun Surplus Jelang Idul Adha

Faktornya, banyak tanaman kakao yang terserang penyakit, sehingga hasil panen tidak maksimal. Selain itu, juga banyak yang ditebang dan beralih ke porang.

"Penyakitnya itu muncul setelah berbuah dan akhirnya merusak buah itu sendiri. Tahun lalu itu sebulan bisa dapat 10 ton dari petani lokal sini saja, sekarang hanya 5 ton," sebutnya.

Baca Juga: Permudah Perizinan Pedagang di Pasar Besar Madiun

Lebih lanjut, pihaknya berharap kondisi tersebut segera berakhir. Dan tanaman kakao di Desa Batok, Kecamatan Gemarang kembali normal dan buah yang dihasilkan lebih banyak lagi.

"Kami juga berharap harga tidak naik turun. Tetap stabil baik dari petani maupun setelah mengalami penjemuran," pungkasnya. mdn-02/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU