Diduga Punya Rekam Jejak Pidana, Anggota Panwascam Diganti

author Lestariyono Blitar

- Pewarta

Jumat, 24 Mei 2024 16:06 WIB

Diduga Punya Rekam Jejak Pidana, Anggota Panwascam Diganti

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Bawaslu Kabupaten Blitar melakukan pergantian anggota Panwascam Wonotirto Kabupaten Blitar yang diduga memiliki rekam jejak pidana, hal tersebut sesuai dengan hasil rapat pleno yang digelar Kamis (23/5/2024) sore, calon anggota Panwascam Wonotirto terpilih berinisial EAY itu digantikan oleh Luluk Mela Adila sesuai hasil pleno.

Keputusan ini diambil setelah adanya tanggapan masyarakat terkait rekam jejak calon anggota Panwascam Wonotirto EAY yang dinilai tidak memenuhi syarat integritas dan kredibilitas. 

Baca Juga: 4 Sapi di Pasar Hewan Blitar Terjangkit LSD

"Dalam upaya menjaga kepercayaan publik terhadap proses pemilu, Bawaslu Kabupaten Blitar memastikan bahwa proses pergantian dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," Ungkap Nur Ida Fitria, Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar pada wartawan Kamis petang (23 Mei 2024). 

Nur Ida juga mengatakan pihaknya hingga waktu tanggapan dan masukan masyarakat berakhir pada 17 Mei 2024 tidak menerima aduan terkait yang bersangkutan, namun diakuinya, ada pihak yang menyerahkan Putusan Pidana dengan No. 156/Pid.Sus/2020/PN Sby atas kasus narkotika yang menjerat EAY.

"Dalam amar Putusan tersebut, yang bersangkutan diancam dengan UU No. 35 Tahun 2009 pasal 112 ayat 1 dengan tuntutan pidana 4 tahun dan maksimal 12 tahun. Hal ini kami kaji dan konsultasikan ke Pimpinan kami, karena yang bersangkutan menjalani vonis hukuman kurang dari lima tahun. Sementara menurut yang bersangkutan ketika diklarifikasi memahami syarat administrasinya tidak pernah dihukum pidana 5 tahun penjara," jelas Ida.

Baca Juga: Akibat Kurang Waspada Rumah Gudang Terbakar, Korban Alami Kerugian Puluhan Juta Rupiah

Nur Ida menjelaskan bahwa pihaknya berhati hati dan melakukan konsultasi serta klarifikasi ke beberapa pihak untuk mendapatkan keputusan yang tepat.

"Dari hasil konsultasi terkait tuntutan tersebut, bisa disama artikan dengan pernah melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih. Sehingga EAY gugur sebagai calon terpilih Panwascam Wonotirto," ungkap ibu dua putra ini.

Bawaslu Kabupaten Blitar telah mengumumkan pergantian calon terpilih Anggota Panwaslu Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar untuk Pemilihan Serentak Tahun 2024 Nomor 135/KP.01.00/JI-03/05/2024.

Baca Juga: Diduga Hindari Jalan Berlubang, Motor Tabrak Truk dan Pikap

Ditanya soal apakah Bawaslu Kabupaten Blitar kecolongan, Nur Ida dengan tegas menampiknya, sebab dalam rekrutmen badan adhoc Bawaslu (Panwascam, PKD, Pengawas TPS, red) tidak dipersyaratkan melampirkan SKCK dan surat keterangan tidak pernah dipidana dari pengadilan negeri. Pada Pemilu dan Pilkada sebelum tahun 2020 memang Panwascam dipersyaratkan melampirkan surat keterangan tidak pernah dipidana dari pengadilan negeri, setelah itu persyarat ini ditiadakan. 

"Sehingga kami perlu tanggapan masyarakat dan masukan rekan rekan media terkait rekam jejak para calon," Tandas Ibu Ida panggilan akrabnya 

Untuk itu Nur Ida berterima kasih atas atensi banyak pihak atas rekrutmen badan adhoc Bawaslu, untuk terpilihnya para pengawas Pemilihan Serentak Tahun 2024 yang profesional dan berintegritas. Les

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU