Ahok Resign dari Pertamina, Gak Cocok dengan Atasannya

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 26 Mei 2024 20:34 WIB

Ahok Resign dari Pertamina, Gak Cocok dengan Atasannya

i

Basuki Tjahaja Purnama saat menghadiri Rakernas V PDIP.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ternyata, Ahok, mundur dari jabatan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), pada awal 2024, bukan karena mendukung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud Md pada ajang Pemilihan Presiden. Ada alasan lain Ahok mundur.

Menurut Megawati, Ahok merasa sudah tidak sejalan lagi dengan atasannya. "Loh, kok keluar dari Pertamina? Karena saya tidak sejalan dengan bos saya," katanya dalam Rakernas PDIP 2024 di Ancol, Jakarta Utara yang disiarkan di YouTube PDIP Perjuangan, Sabtu (25/5/2024).

Baca Juga: Jatim Dapat Tambahan 1,7 Juta Tabung Elpiji 3 Kg

Mega tak menjelaskan "atasan" yang dimaksudkan itu Menteri BUMN Erick Thohir atau Presiden Jokowi.

 

Alasan Awal Ahok

Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengundurkan diri dari Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), karena mendukung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud Md pada ajang Pemilihan Presiden.

Namun, ternyata ada alasan lain Ahok resign. Megawati mengatakan Ahok sempat meminta untuk bertemu dan menyampaikan niatnya untuk mundur dari Pertamina. Dalam pertemuan itu Ahok minta izin ingin keluar, yang sempat dikira Megawati ingin ke luar negeri. Tapi maksud dari perkataan Ahok ternyata melepas jabatannya sebagai Komut Pertamina.

 

Ahok Pamit Keluar

"Ibu, saya mau pamit. Loh mau pamit ke mana, kan gitu. Saya mau pamit keluar. Saya pikir mau ke luar negeri kan. Jadi saya hanya bilang, ya sana pergi, oleh-oleh ya, gitu. Tahu-tahu, bukan ibu, saya mau keluar dari Pertamina," bebernya.

Ketum PDIP itu mengaku sempat kaget dengan langkah yang diambil Ahok. Meskipun pada akhirnya ia mempersilakan Ahok melakukan hal tersebut.

"Ternyata bener kan ya, eh saya kaget juga loh. Waduh bagaimana nanti keluarganya ya. Saya tanya, gimana kalau nggak ada gaji? Sek bu, pokoknya semuanya beres. Oke, silakan. Nah sekarang terus nanya. Saya boleh terus ikut di PDIP perjuangan? Sip! keren nggak tuh," ujarnya.

 

Baca Juga: Modus Manipulasi Gas LPG 3 kg, Diungkap

Gaji Komisaris Utama Pertamina

Besaran gaji direksi dan komisaris Pertamina sejatinya tertuang dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-13/MBU/09/2021 tentang Perubahan Keenam Atas Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-04/MBU/2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara.

Untuk gaji direktur utama, perhitungannya ditetapkan lewat pedoman internal yang ditetapkan oleh menteri BUMN. Besaran gaji ini ditetapkan melalui RUPS/Menteri BUMN setiap tahun selama satu tahun terhitung sejak Januari tahun berjalan.

Sementara itu untuk komisaris utama, besaran gaji sebesar 85 persen dari gaji direktur utama.

Pada 2020, Ahok pernah buka-bukaan.

Mengutip detikfinance, Ahok pernah memberitahukan bahwa gajinya sebagai komisaris utama di Pertamina tembus Rp170 juta per bulan.

Baca Juga: Manipulasi Gas LPG 3 Kg, Ditemukan di SPBE Jakarta

Selain gaji, Ahok juga menyebut dirinya mendapatkan bonus tantiem atau insentif kerja. Namun, Ahok tidak tahu pastinya.

Namun berdasarkan informasi yang ia dengar, untuk level direktur utama bonus tantiemnya bisa tembus sampai Rp25 miliar.

"Katanya ya tantiem itu, dulu, dirut bisa dapat Rp25 miliar," ujar Ahok.

Itu pada 2020. Jika melihat laporan keuangan Pertamina 2021 yang telah diaudit, jumlah bonusnya lebih besar lagi.

Berdasarkan laporan keuangan Pertamina 2022, kompensasi manajemen kunci alias direksi dan personil lain yang mempunyai peranan kunci dalam perusahaan mencapai US$23,9 juta atau sekitar Rp358,5 miliar (asumsi kurs Rp15 ribu per dolar AS).

Apabila dibagi enam orang anggota direksi, maka setiap direksi mendapatkan Rp59,75 miliar per tahun atau Rp4,97 miliar per bulan tahun lalu. Kompensasi dirut, besarannya di atas nominal tersebut. n erc/jk/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU